Sunday, January 25, 2015

Hasil Budaya Manusia Purba di Indonesia

8:08 PM By Kumpulan Tugas , ,

Hasil Budaya Dari Manusia Purba Di Indonesia - Mempelajari hasil kebudayaan dapat memberikan pemahaman akan kehidupan di masa sejarah untuk itu materi kali ini kita akan membahas sejarah yaitu mengenai Hasil Budaya Dari Manusia Purba di Indonesia. Banyak peninggalan hasil budaya yang bisa ditemukan di Indonesia yang menggambarkan kehidupan tempo dulu, lebih jelasnya tentang hasil budaya manusia purba silahkan ikuti pembahasan berikut ini.

1. Budaya Pacitan 

Kapak perimbas adalah kapak yang digenggam dan berbentuk massif. Dengan membandingkan bukit-bukit yang ada di Cina, maka kapak perimbas pendukungnya Pitechanthropus. Movius berpendapat, bahwa di Asia Timur berkembang budaya paleolithik yang berbeda dengan corak yang berkembang di Eropa, Afrika, Asia bagian barat termasuk India. Movius juga menggolongkan budaya kapak menjadi empat jenis yaitu:

a. kapak perimbas (chopper)
b. kapak penetak (chopping tool)
c. pahat genggam (hand axe)

Bahan batu yang digunakan di Indonesia adalah jenis batuan kapur, kersikan, tufa. Di Indonesia alat-alat tersebut paling banyak dan paling lengkap ditemukan di Pacitan. Sarjana yang telah mengadakan penelitian antara lain: Von Koenigswald, MHF. Tweedie, Van Heekeren, dan R.P. Soejono.

Alat-alat Pacitan yang dikumpulkan oleh Von Koenigswald dan digolongkan oleh Movius adalah:
a. kapak perimbas
b. kapak penetak
c. pahat genggam
d. proto kapak genggam
e. kapak genggam
f. alat serpih
g. batu inti dan aneka ragam alat lainnya.

2. Budaya Ngandong

Alat-alat dari tulang ditemukan di Ngandong dan Sidorejo dalam konteks Pitechanthropus Soloensis. Alat-alat ini dibuat dari tulang, tanduk menjangan, dan dari ikan pari dalam bentuk mata tombak, pisau, belati, mata panah. Sedang alat serpih digunakan sebagai pisau, gurdi, dan alat penusuk.

3. Temuan dari Bali dan Nusa Tenggara

R.P. Soejono mengadakan penelitian paleolithik di Sembiran, Bali. Jenis budaya paleolihik yaitu sebagai berikut:
  1. kapak perimbas, alat ini berpenampang lintang trapesium dan tidak ada tanda sudah dipakai, tergolong serut, tajam sebelah, dibuat dari batu kerakal atau pecahan batu. 
  2. Pahat genggam, berbentuk agak persegi berukuran sedang dan kecil. 
  3. Serut pundak, termasuk alat paleolithik yang khusus, belum banyak ditemukan di Indonesia. Berbentuk telapak kuda, tajam berbentuk setengah lingkaran. 
  4. Proto kapak genggam, dibuat dari batu kerakal, bidang bawahnya diratakan, bidang atas meruncing, dan kulit baru tersebut pada genggaman. 
  5. Batu-batu inti, batu martil dan jenis-jenis serut lainnya. 
T. Verhoeven yang mengadakan penelitian di Flores, lokasi alat-alat paleolithik di Wangka, Soa, Mangeruda, Olabula dan Maumere, bentuknya berupa kapak perimbas, kapak penetak, pahat genggam dan proto kapak genggam.

4. Temuan dari Kalimantan dan Sulawesi

Di Kalimantan dilakukan penyelidikan oleh Toer Soetardjo, H. Kupper, Van Heekeren dan didapatkan budaya kapak perimbas dan alat serpih yang terbuat dari kerakal kuarsa dan varian jaspis. Sedangkan di Wallace dan Cabbenge (Sulawesi Selatan) ditemukan alat-alat serpih terbuat dari batu kalsedon dan batuan gamping kersikan. Penelitian dilakukan oleh Van Heekeren.

5. Temuan di Sumatra

Houbolt menyelidiki ditambang sawah dan menemukan proto kapak genggam. Sedangkan di Bungamas (Lahat) didapatkan alat-alat dari batu seperti serut, kapak penetak, pahat genggam dan kapak genggam.

6. Masa Berburu dan Berpindah-Pindah Tingkat Lanjut

Penemuan kebudayaan masa ini tersebar di Indonesia seperti di pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores. Dari penemuan kebudayaan kita mendapat kesimpulan bahwa sudah ada tanda-tanda hidup yang sudah menetap yakni digoa-goa (abris sous roche).

Van Heekeren mengadakan penelitian di Karrasa, Panameanga, dan Pattae (Sulawesi) dan berdasarkan temuannya Heekeren membedakan tiga lapis kebudayaan, yaitu:
  1. Toala I atau Toala Atas, berupa mata panah bersayap dan bergerigi, serut kerang, dan gerabah. 
  2. Toala II atau Toala Tengah, berupa bilah, mata panah berpangkal bundar, dan alat-alat mikrolit. 
  3. Toala III atau Toala Bawah, berupa serpih dan bilah yang agak besar diantaranya serpih berujung cekung, dan serpih bergagang. 
Di kepulauan Nusa Tenggara Timur, tradisi serpih bilah ditemukan di Flores, Roti, dan Timor. Alat penting yang lain berupa sampah dapur (kjokkenmodinger) yang berisi kulit-kulit kerang yang ditemukan di Sumatra Timur. Hasil budaya lain berupa flake (serpihan). Alat ini ditemukan di goa-goa yang memberikan petunjuk bahwa manusia yang hidup dimasa mesolithikum telah hidup di goa. Flake banyak terbuat dari batu berharga atau yang disebut obsidian.

7. Alat Tulang

Tradisi ini berasal dari Vietnam dan Annam, akhirnya sampai ke Jawa Timur. Bentuk alat tersebut seperti bilah, sundip, belati, lancipan, anak panah, dan sumpitan. Penemuan yang terkenal adalah di goa Lawa (Ponorogo). Daerah lain yang sejenis di Goa Lawa adalah Bojonegoro, Tuba, Besuki, dan Bali.

8. Kapak Genggam Sumatra

Tradisi ini berasal dari Asia Tenggara melalui semenanjung Malaya sampailah di Sumatra. Di Sumatra didapatkan di Lhokseumawe, Binjai dan Tamiang, terbuat dari batu andesit, batu pasir, dan batu kuarsit. Kapak sumatra didapatkan cukup banyak dalam bentuk lonjong, bulat dan lancip.

Hasil Budaya Manusia Purba di Indonesia

9. Jalur Penyebaran Manusia Purba Dan Hasil Budayanya Di Indonesia

Secara umum jenis-jenis manusia purba di Indonesia yang hidup dijaman Pleistosen dapat digambarkan melalui bagan berikut:

Holosen
Homo Sapiens
Pleistosen Atas (Lapisan Ngandong)




Pleistosen Tengah (Lapisan Trinil)


Pleistosen Bawah (Lapisan Jetis)
Homo Wajakensis

Homo Soloensis yang ditemukan oleh Von Koenigswald dan Weidenreich

Pitecanthropus Erectus yang ditemukan oleh E. Dubois

Pitecanthropus Robustus

Pitecanthropus Mojokertensis

Meganthropus Paleojavanicus yang ditemukan oleh Von Koenigswald

Pustaka

Contoh Khutbah Jumat Lengkap

8:04 PM By Kumpulan Tugas ,

Contoh Khutbah Jumat LengkapKhutbah Jumat merupakan bagian yang sangat penting dalam ibadah sholat jumat yang dilakukan oleh kaum muslim. Dalam khutbah jumat kita akan mendapatkan nasehat-nasehat yang baik serta ilmu-ilmu agama yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Berbagai macam tema khutbah dapat kita gunakan untuk khutbah jumat ini baik itu tema agama maupun tema kehidupan sosial budaya yang dilihat dari sisi agama. Pembahasan terpisah mengenai tema khubah jumat di Kumpulan Tema Khutbah Jumat.

Dalam menyampaikan khutbah jumat ini harus sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditentukan dengan bagian-bagian khutbah tertentu yang harus ada. Namun kali ini kita tidak akan membahas susunan atau aturan bagaimana khutbah jumat tersebut, yang akan kita bahas kali ini adalah beberapa contoh teks khutbah jumat yang sengaja disusun sebagai referensi bagi kita yang akan mempelajarinya. Dari contoh-contoh khutbah jumat yang akan disusun dibawah ini diharapkan dapat memberikan sumber pengetahuan bagi kita semua.

Sebagaimana kita ketahui khutbah jumat terdiri dari dua bagian yaitu khutbah pertama dan khutbah kedua. Kedua bagian tersebut juga mempunyai rukun khutbah jumat yang harus dipenuhi dalam pelaksanaannya, sebagai contoh khutbah jumat itu wajib dimulai dengan hamdalah. Yaitu lafaz yang memuji Allah SWT. Penjelasan lebih lanjut mengenai rukun khutbah jumat bisa kita lihat di Rukun Khutbah Jumat.

Contoh Khutbah Jumat Terbaru

Untuk tambahan referensi, sebelum mencari berbagai contoh yang sudah diberikan disini berikut akan kita pelajari terlebih dahulu sebuah contoh terbaru untuk teks  khotbah. Teks khotbah berikut berjudul "Kesempurnaan Iman", selengkapnya dapat dilihat di bawah ini. 

الحمد لله, الحمد لله الذى خلق الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله.  اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين. اما بعد
فياأيهاالحاضرون اتقوالله, اتقوالله حق تقاته ولاتموتن الا وانتم مسلمون

Hadirin jama’ah jum’ah yang berbahagia
Saya berwasiat kepada diri sendiri dan jama’ah sekalian untuk senantiasa betaqwa kepada Allah, dengan taqwa yang sebenar-benarnya. Marilah kita beryukur kepada Allah atas segala rahmat dan karunia yang dilimpahkan kepada kita. Terutama ni’mat iman yang mampu mendorong kita semua beristiqomah mengabdi dan menjalankan jama’ah jum’ah yang penuh berkah ini. Mengapa demikian, karena iman harus menjadi landasan segala amal perbuatan dan perilaku kita. Allah tidak menerima segala bentuk amal perbuatan yang tidak didasari dengan keimanan

Hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah
Iman dan ibadah ibarat benih dan buahnya. Benih yang bagus harus dapat menumbuhkan pohon dengan kwalitas buah yang terjamin. Dan begitu juga sebaliknya, buah yang berkwalitas akan mampu menjadi benih di masa mendatang. Daur ulang kedua inilah yang nantinya akan menaikkan kwalitas keduanya.

Dengan peningkatan yang berkesinambungan antara iman dan ibadah ini secara bertahap akan mampu menaikkan derajat ketaqwaan kita kepada Allah sehingga, kita menjadi seorang mukmin yang sempurna. Iman semacam inilah yang kita harapkan mampu meredusir keinginan dan syahwat serta maksiat, sehingga ketaatan kita kepaa Allah semakin mantap.  Ketika kita merasa yakin kepada Allah swt, maka kepasrahan kita kepada-Nya akan semakin total. Pada saat inilah kita mencapai pada satu tingkat yang disebut para sufi dengan ketakukan (khauf) dan harapan (raja’) seperti yang tergambarkan dalam surat al-Anfal ayat 2

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

Hadirin jama’ah jum’ah yang mulia
Dari keterangan ayat di atas kita dapat menyimpulkan bahwa tawakkal  merupakan syarat menjadi mukmin yang sempurna. Seorang mukmin yang dalam hatinya tidak tebersit kekhawatiran menghadapi dunia dan segala kekurangannya, sehingga yang tertinggal dalam hatinya adalah timbunan keikhlasan,  dan kepasrahan. Modal inilah yang membuat seseorang rajin taat beribadah, sholat, zakat, puasa, bersedekah dan beribadah lainnya.

Bentuk ibadah formal seperti ini merupakan cerminan tingkat ketaqwaan seseorang. Model iman seperti inilah yang mampu menghantarkan kita selalu ingat kepada Allah swt (Dzikrullah). Sehingga semua amal perbuatan hanya kita sandarkan kepada Allah swt semata. Dzikir seperti inilah yang dijanjikan oleh Allah kepada manusia akan derajat yang mulia. Baik di mata manusia maupun di mata-Nya. Bisa saja derajat itu diberikan ketika masih hidup, ataupun kelak ketika janntun naim. Seperti yang termaktub dalam al-Qur’an

أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقّاً لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيم

Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (ni’mat) yang mulia.

Jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah
Rasa-rasanya sudah banyak rahmat yang telah dilimpahka oleh Allah kepada kita. Pernah kita menghitung berapa kali nafas kita hembuskan? Berapa kali kita mendapat kebahagiaan? Berapa kali kita terselamatkan? Andaikan Allah menghendaki yang lain, masihkah kita dapat berkumpul disini? Andaikan Allah menghentikan kerja pernafasan kita beberapa menit, apa yang terjadi? Pernah kita berpeikir untuk berterimakasih kepadanya?

Nah, jika demikian bukankah sudah sewajarnya kita mengabdi kepada-Nya, kita menyembahnya setulus hati, bukankah hanya Allah yang mampu memberikan kebahagiaan yang selama ini kita nikmati? Anak, istri, keluarga, semuanya adalah dari-Nya. mengapa kita masih menuntut surga untuk mengabdi kepada-Nya. itulah kita manusia. Selalu merasa kurang dan lupa. Iman yang kuat akan melestariakn ingatan kita kepada-Nya. ingatan yang tidak terbatas dengan ruang dan waktu tertentu. Inilah zikrullah yang hakiki.

Jama’ah rohimakumullah
Ingatlah bahwa Allah telah memberikan begitu banyak rahmat kepada kita, mengapa kita masih sering merasa enggan mengabdi kepada-Nya? Semoga khutbah ini bermanfaat bagi kita semua. amin

بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم


Sumber: Majalah Nahdlatul Ulama Aula

Kumpulan Contoh Khutbah Jumat

Setelah membaca beberapa penjelasan diatas sekarang kita sedikit ada gambaran bagaimana seharusnya khutbah jumat itu disusun, untuk lebih jelasnya kita bisa melihat contoh-contoh khutbah jumat seperti berikut ini:
  1. Sebab-sebab lapangnya hati
  2. Nikmat dan azab kubur
  3. Ahlak islami
  4. Persiapan Menyambut Ramadhan
  5. Meraih Kemenangan Dengan Ketaatan (Khutbah Idul Fitri)

Contoh Khutbah Jumat Lengkap
Kumpulan Contoh Khutbah Jumat Lengkap

Selain khutbah, untuk sobat pelajar yang belajar juga mengenai materi pelajaran Agama Islam tentang kultum dapat membacanya pada artikel Contoh Kultum Terbaru. Demikianlah pembahasan Contoh Khutbah Jumat Lengkap kita kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, amin...

Friday, January 16, 2015

Studi Kasus Arsitektur Jaringan Komputer

7:06 PM By Kumpulan Tugas ,

Studi Kasus Arsitektur Jaringan Komputer - Sebuah tugas untuk mata kuliah ini bisanya kita dapatkan dari pengajar. Lain dari pada itu kita akan mempelajari sebuah studi kasus dalam penataan arsitektur jaringan komputer di suatu lokasi, tempat atau gedung. Terlepas bisa atau tidaknya digunakan untuk referensi tugas kita akan mendalami masalah ini lebih lanjut dalam contoh studi kasus. Dengan mempelajari masalah ini diharapkan kita dapat lebih memahami bagaimana menata atau membuat suatu jaringan komputer dalam sebuah gedung.

Sebelum kita lebih jauh membahas Studi Kasus ini kita akan menyinggung sedikit masalah apa yang dimaksud dengan Arsitektur Jaringan Komputer. Dalam hal ini kita akan coba pahami lebih lanjut mengenai pengertian atau definisi-nya. Perlu kita ketahui, arsitektur jaringan komputer merupakan tata cara penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak dalam jaringan agar satu komputer dengan komputer lainnya dapat melakukan komunikasi dan pertukaran data. Ada tiga bentuk arsitektur yang umum digunakan dalam jaringan komputer:

1. Jaringan peer to peer
Pada jaringan peer to peer (Gambar 2.2.), semua komputer memiliki posisi setara/sejajar, dalam hierarki yang sama. Setiap komputer dapat menjadi klien terhadap komputer peer lainnya, setiap komputer dapat pula berbagi sumber daya dengan komputer yang berada dalam jaringan peer-to-peer ini. Sumber daya diletakkan secara desentralisasi pada setiap anggota jaringan, dan tidak memerlukan administrator jaringan.

Aliran informasi bisa mengalir di antara dua komputer secara langsung, di mana pun. Namun, jaringan ini tidak sepenuhnya bebas tanpa kontrol, masih bisa digunakan password untuk memproteksi file dan folder, dapat juga diatur agar orang-orang tertentu tidak bisa menggunakan periferal tertentu. Karena kemudahan pemasangan, pemeliharaan, serta biaya, jaringan ini lebih populer untuk jaringan dengan jumlah komputer yang sedikit (sekitar 2 sampai 20 komputer). Sifat jaringan peer to peer digunakan untuk hubungan antara setiap komputer yang terhubung dalam jaringan komputer yang ada, sehingga komunikasi data terjadi antar komputer dengan hierarki yang sama karena setiap komputer dapat berfungsi sebagai server maupun klien.

Gambar Jaringan peer-to-peer

2. Jaringan client/server
Pada jaringan client/server (Gambar 2.3.), perangkat lunak yang mengontrol keseluruhan kerja jaringan berada pada server. Jaringan ini dapat menghubungkan ratusan komputer dengan tingkat keamanan yang tidak dimungkinkan dalam jaringan peer-to-peer. Jaringan ini bisa diatur sehingga setiap klien harus log on ke server sebelum bisa memanfaatkan sumber daya yang terhubung ke server. Server lalu mengotentikasi klien dan verifikasi bahwa komputer yang digunakan klien tersebut memiliki izin untuk log on ke jaringan, dengan memeriksa username dan password klien tersebut terhadap database pada server.

Gambar Jaringan client/server

3. Jaringan hybrid
Jaringan ini merupakan gabungan dari sifat pada jaringan peer to peer dan client/server. Workgroup yang terdiri dari beberapa komputer yang saling terhubung dapat mengelola sumber daya tanpa membutuhkan otorisasi dari administrator jaringan atau server. Pada jenis jaringan ini, terdapat pula sifat dari jaringan client/server sedemikian sehingga tingkat keamanan dapat lebih terjaga dan adanya server yang mempunyai suatu fungsi layanan tertentu, seperti sebagai file server, print server, database server, mail server, dan lainnya.

Kita telah mencoba mengingat dan memahami mengenai dasar informasi tersebut. Sekarang kita akan langsung menuju inti pembahasan ini yaitu bagaimana membangun Arsitektur Jaringan Komputer di sebuah gedung khususnya melalui studi kasus.

Studi Kasus
Membangun Arsitektur Jaringan Komputer Gedung

Berdasarkan gambar pada denah di atas sekarang kita akan mulai dengan Studi Kasus Arsitektur Jaringan Komputer tersebut. Dari gambar atau denah di atas dapat kita ketahui bahwa ruangan yang ada pada denah sebanyak 21 ruangan. NetID yang digunakan antar ruangan berbeda. Subnet yang digunakan sebanyak 4 subnet, dimana 3 subnet masing-masing berisi 5 ruangan dan 1 subnet berisi 6 ruangan. Untuk menghubungkan jaringan antar ruangan, digunakan 1 server, 4 router, 4 Access Point, 17 switch dan jumlah Client sebanyak 178 yang diwakili sebanyak 21 PC untuk mewakili tiap ruangan

Dalam pembangunan Infrastruktur jaringan ini hal yang kita lakukan adalah sebagai berikut
  1. Menganalisis Struktur penataan ruang dalam gedung (pembagian ruangan dan jumlah computer yang ada didalamnya)
  2. Merancang topologi yang akan digunakan sesuai dengan struktur ruang dalam gedung. Topology yang digunakan adalah topologi star
  3. Menyiapkan Hardware yang dibutuhkan.
  4. Menentukan alamat IP yang sudah ditentukan sesuai dengan table dibawah.
  5. Dibawah ini adalah rincian ruangan yang ada di denah beserta jumlah Client pada setiap ruang dan pemberian IP Adress.

NO
RUANG
PC
CLIENT
IP ADDRESS
Keterangan
1.
Gudang
10
1
192.168.22.2
SWITCH
2.
Wakil Panitera
12
6
192.168.3.2-7
3.
Sub. Bagian Keuangan
9
4
192.168.4.2-5
4.
Sub. Bagian Kepegawaian
8
8
192.168.5.2-9
5.
Panitera Muda Hukum
3
5
192.168.6.2-6
6.
Panitera pengganti
1
5
192.168.7.2-6
7.
Panitera pengganti
2
5
192.168.8.2-6
8.
Panitera Muda Perkara
0
10
192.168.9.2-11
9.
Ruang pertemuan
4
30
192.168.10.2-30
Access Point
10.
Sub. Bagian Umum
13
10
192.168.11.2-11
SWITCH
11.
Wakil Sekretaris
11
5
192.168.12.2-6
12.
Ruang Hakim
17
10
192.168.13.2-11
13.
Ruang siding utama
20
14
192.168.14.2-15
Access Point
14.
Ruang Panitera Sekretaris
6
6
192.168.15.2-7
Switch
15.
Ruang Pemeriksaan Persiapan
7
4
192.168.16.2-5
16.
Ruang Rapat
15
25
192.168.17.2-26
Access Point
17.
Ruang ketuaPTUN
5
4
192.168.18.2-5
switch
18.
Piket
19
1
192.168.19.2
19.
Ruang   Wakil Ketua
18
3
192.168.20.2-4
20.
Ruang Hakim
16
10
192.168.21.2-11
21.
Perpus.
14
12
192.168.2.2-13
Access Point

Selanjutnya kita akan melihat bagaimana arsitektur jaringan yang akan dibuat dengan menggunakan simulasi. Di bawah ini simulasi Arsitektur Jaringan Komputer  menggunakan packet tracer 3.2.


Demikianlah tadi sedikit pembahasan mengenai sebuah studi kasus dimana kita akan membuat atau membangun jaringan komputer di sebuah gedung. Semoga dengan adanya uraian mengenai Studi Kasus Arsitektur Jaringan Komputer tersebut kita bisa lebih memahami bagaimana langkah membuat jaringan komputer di suatu tempat. 

Wednesday, January 14, 2015

Cara Membuat Trigger di MS SQL Server 2000

6:57 PM By Kumpulan Tugas ,

Cara Membuat Trigger di MS SQL Server 2000 - Hari ini kita akan mendalam sebuah materi atau pelajaran tentang MS SQL Server 2000 yaitu Cara Membuat Trigger. Dengan pembahasan ini kita akan belajar dengan panduan database server yang akan dijelaskan secara rinci berikut dengan gambar masing-masing langkah yang akan dilakukan. Untuk yang ingin tahu bagaimana Cara Membuat Trigger dengan program MS SQL Server 2000 bisa mengikuti panduan berikut.

Sebelum kita mulai tugas dengan tutorial tersebut kita akan coba mengingat kembali apa yang dimaksud dengan trigger dan mengenai program yang akan kita gunakan tersebut. Berikut penjelasan mengenai sql server dan juga mengenai trigger.

QL Server adalah sistem manajemen database relasional (RDBMS) yang dirancang untuk aplikasi dengan arsitektur client/server. Istilah client, server, dan client/server dapat digunakan untuk merujuk kepada konsep yang sangat umum atau hal yang spesifik dari perangkat keras atau perangkat lunak. Pada level yang sangat umum, sebuah client adalah setiap komponen dari sebuah sistem yang meminta layanan atau sumber daya (resource) dari komponen sistem lainnya. Sedangkan sebuah server adaah setiap komponen sistem yang menyediakan layanan atau sumber daya ke komponen sistem lainnya.

SQL Server adalah server basisdata yang secara fungsional adalah proses atau aplikasi yang menyediakan layanan basisdata. Client berinteraksi dengan layanan basisdata melalui antar muka komunikasi tertentu yang bertujuan untuk pengendalian dan keamanan. Client tidak mempunya akses langsung kedata, tetapi selalu berkomunikasi dengan server basisdata. (Marcus Teddy.2004).

SQL Server menggunakan tipe dari database yang disebut database relasional. Database relasional adalah database yang digunakan sebuah data untuk mengatur atau mengorganisasikan kedalam tabel. Tabel-tabel adalah alat bantu untuk mengatur atau mengelompokan data mengenai subyek yang sama dan mengandung informasi dan kolom dan baris. Tabel-tabel saling berhubungan dengan mesin database ketika dibutuhkan. SQL Server mendukung beberapa tipe data yang berbeda, termasuk untuk karakter, angga, tanggal (datetime) dan uang (money), SQL Server digunakan untuk menggambarkan model dan implementasi pada database. (Sumber: Andris)

Cara Membuat Trigger di MS SQL Server 2000


Sekarang kita ingat kembali mengenai materi tentang Pengertian Trigger: Yang utama dari trigger ini adalah pembuatan metode validasi dan batasan akses ke dalam suatu database. Dalam hal ini trigger berfungsi sebagai kontrol dalam suatu tabel sehingga pengamanan database bisa jauh lebih akurat dan aman dalam hal ini trigger bisa dimanfaatkan dalam membatasi login user dan sebagainya. 

Kali ini kita akan membahas tentang bagaimana membuat trigger untuk syntax dasar insert, delete dan update. Untuk contoh, pada Cara Membuat Trigger di MS SQL Server 2000 kita akan membuat table TBarang sebagai tabel master dan TStokAwal dan TPenjualan sebagai tabel transaksi.





Untuk memasukan syntax trigger, pada design view di SQL Server Enterprise Manager klik icon triggers



Hapus template trigger sebelum memasukkan syntax.

Berikut syntax trigger untuk perintah dasar insert, update dan delete :

1. Membuat trigger untuk insert
Kita akan coba membuat keterangan di tabel history pada saat kita melakukan perubahan pada tabel barang, kita buat dulu tabel history-nya :

Lalu kita buat trigger-nya di Tbarang :

create trigger inserthistory on [dbo].[TBarang]
for insert
as
insert into history (keterangan, waktu)
values ('Penambahan data pada tabel siswa', getdate ())

Kita cek dengan memasukkan data baru , lalu kita cek di tabel history berikut hasilnya :




Anda juga bisa menambahkan keterangan waktu saat data di hapus
create trigger inserthistory1 on [dbo].[TBarang]
for delete
as
insert into history (keterangan, waktu)
values ('Penghapusan data pada tabel siswa', getdate ())

        Dan untuk menambahkan keterangan pada waktu di update, syntax-nya adalah sebagai berikut :
create trigger trg_tambahsiswa on siswa for update as
insert into history(keterangan, tgl)
values (‘pengubahan data pada tabel siswa’,getdate())

2. Membuat trigger untuk Mengedit
Trigger ini diperlukan dengan asumsi jika data pada TBarang berubah maka data yang berkaitan dengan TBarang juga ikut berubah. Berikut syntax-nya :

Create Trigger update1 on TBarang
For update
As
Update TStokAwal
Set TStokAwal. NmBarang = TBarang. NmBarang
From TBarang
Where TStokAwal.KdBarang =TBarang.KdBarang

Lalu kita cek, ternyata jika Nama barang pada Tbarang kita ubah di TstokAwal nama barangnya juga ikut berubah





Jika terjadi penjualan maka seharusnya stok awal juga berkurang, maka kita buat trigger-nya untuk mengaktifkan otomatisasinya, berikut syntax-nya :

CREATE Trigger updateStokP on TPenjualan
For update
As
Update TStokAwal
Set TStokAwal.Jumlah = TStokAwal. Jumlah - TPenjualan. JmlBarang
From TPenjualan
Where TPenjualan.KdBarang = TStokAwal.KdBarang

Kita cek, apakah TstokAwal berkurang jumlahnya jika terjadi penjualan.
Jumlah awal dari stok awal adalah sebagai berikut.


Lalu kita masukkan transaksi di TPenjualan :


Kita cek, ternyata di TStokAwal jumlahnya ikut berkurang mengikuti transaksi yang terjadi di TPenjualan.


3. Membuat trigger untuk menghapus
Trigger ini difungsikan agar data yang sudah terhapus di TBarang otomatis terhapus juga di semua tabel yang memuat data berkenaan dengan TBarang.
Berikut Tabel Awal TBarang :



Kita masukkan syntax trigger-nya :

CREATE TRIGGER hapus ON TBarang
FOR DELETE
AS
delete TStokAwal
from TStokAwal, deleted
where TStokAwal.KdBarang = deleted.KdBarang

Untuk melihat apakah trigger berhasil menjalankan perintah coba hapus salah satu KdBarang, mis KdBarang: 01.

Kita lihat di tabel TStokAwal data KdBarang : 02 juga terhapus.


Demikian tutorial Cara Membuat Trigger di MS SQL Server 2000 ini. Mudah-mudahan dengan adanya panduan atau tutorial ini bisa bermanfaat bagi kita semua yang membutuhkan. Jika masih membutuhkan bahan belajar lain untuk mata kuliah database server bisa melihat beberapa pembahasan lain di akhir tulisan ini. Itu saja, terima kasih. 

Materi Pembangunan Ekonomi Daerah

6:22 AM By Kumpulan Tugas , ,

Materi Pembangunan Ekonomi Daerah - Masih dengan ringkasan atau rangkuman materi yang dapat digunakan untuk referensi dan bahan belajar serta tugas, kali ini kita masih akan membahas mengenai kondisi perekonomian Indonesia. Pembahasan ini akan menitikberatkan pada pokok materi tentang Pembangunan Ekonomi Daerah. Semoga dengan materi ini kita bisa lebih mengerti bagaimana kondisi ekonomi daerah khususnya di Indonesia. 

Pembangunan Ekonomi Regional
Secara tradisional pembangunan memiliki arti peningkatan yang terus menerus pada Gross Domestic Product atau Produk Domestik Bruto suatu negara. Untuk daerah, makna pembangunan yang tradisional difokuskan pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto suatu provinsi, kabupaten, atau kota. 

Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumberdaya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi (pertumbuhan ekonomi) dalam wilayah tersebut. (Lincolin Arsyad, 1999).

Tujuan utama dari usaha-usaha pembangunan ekonomi selain menciptakan pertumbuhan yang setinggi-tingginya, harus pula menghapus atau mengurangi tingkat kemiskinan, ketimpangan pendapatan dan tingkat pengangguran. Kesempatan kerja bagi penduduk atau masyarakat akan memberikan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (Todaro, 2000).

Masalah pokok dalam pembangunan daerah adalah terletak pada penekanan terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan dengan menggunakan potensi sumber daya manusia, kelembagaan, dan sumberdaya fisik secara lokal (daerah). Orientasi ini mengarahkan kita kepada pengambilan inisiatif-inisiatif yang berasal dari daerah tersebut dalam proses pembangunan untuk mencipatakan kesempatan kerja baru dan merangsang peningkatan kegiatan ekonomi.

Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses, yaitu proses yang mencakup pembentukan institusi - institusi baru, pembangunan indistri - industri alternatif, perbaikan kapasitas tenaga kerja yang ada untuk menghasilkan produk dan jasa yang lebih baik, identifikasi pasar-pasar baru, alih ilmu pengetahuan, dan pengembangan perusahaan-perusahaan baru.

Setiap upaya pembangunan ekonomi daerah mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja untuk masyarakat daerah. Dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah daerah dan masyarakatnya harus secara bersama-sama mengambil inisiatif pembangunan daerah. Oleh karena itu pemerintah daerah berserta pertisipasi masyarakatnya dan dengan menggunakan sumber daya-sumber daya yang ada harus mampu menaksir potensi sumber daya yang diperlukan untuk merancang dan membangun perekonomian daerah.

Pembangunan ekonomi nasional sejak PELITA I memang telah memberi hasil positif bila dilihat pada tingkat makro. Tingkat pendapatan riil masyarakat rata-rata per kapita mengalami peningkatan dari hanya sekitar US$50 pada pertengahan dekade 1960-an menjadi lebih dari US$1.000 pada pertengahan dekade 1990-an. Namun dilihat pada tingkat meso dan mikro, pembangunan selama masa pemerintahan orde baru telah menciptakan suatu kesenjangan yang besar, baik dalam bentuk personal income, distribution, maupun dalam bentuk kesenjangan ekonomi atau pendapatan antar daerah atau provinsi. Selanjutnya, kita akan membahas masalah lain yaitu tentang kasus pembangunan Indonesia di wilayah bagian timur. Dengan begitu materi tentang Pembangunan Ekonomi Daerah ini bisa lebih lengkap lagi.

Kasus Pembangunan Indonesia Bagian Timur
Hasil pembangunan ekonomi nasional selama pemerintahan orde baru menunjukkan bahwa walaupun secara nasional laju pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata per tahun tinggi namun pada tingkat regional proses pembangunan selama itu telah menimbulkan suatu ketidak seimbangan pembangunan yang menyolok antara indonesia bagian barat dan indonesia bagian timur. Dalam berbagai aspek pembangunan ekonomi dan sosial, indonesia bagian timur jauh tertinggal dibandingkan indonesia bagian barat.

Tahun 2001 merupakan tahun pertama pelaksanaan otonomi daerah yang dilakukan secara serentak diseluruh wilayah indonesia. Pelaksanaan otonomi daerah diharapakan dapat menjadi suatu langkah awal yang dapat mendorong proses pembangunan ekonomi di indonesia bagian timur yang jauh lebih baik dibanding pada masa orde baru. Hanya saja keberhasilan pembangunan ekonomi indonesia bagian timur sangat ditentukan oleh kondisi internal yang ada, yakni berupa sejumlah keunggunlan atau kekeuatan dan kelemahan yang dimiliki wilayah tersebut. 

Keunggulan wilayah Indonesia Bagian Timur
Keunggulan atau kekeuatan yang dimiliki Indonesia bagian timur adalah sebagai berikut:
1. Kekayaan sumber daya alam
2. Posisi geografis yang strategis
3. Potensi lahan pertanian yang cukup luas
4. Potensi sumber daya manusia

Sebenarnya dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki indonesia bagian timur tersebut, kawasan ini sudah lama harus menjadi suatu wilayah di Indonesia dimana masyarakatnya makmur dan memiliki sektor pertanian, sektor pertambangan, dan sektor industri manufaktur yang sangat kuat. Namun selama ini kekayaan tersebut disatu pihak tidak digunakan secara optimal dan dipihak lain kekayaan tersebut dieksploitasi oleh pihak luar yang tidak memberi keuntungan ekonomi yang berarti bagi indonesia bagian timur itu sendiri.

Kelemahan Wilayah Indonesia Bagian Timur
Indonesia bagian tinur juga memiliki bagian kelemahan yang membutuhkan sejumlah tindakan pembenahan dan perbaikan. Kalau tidak, kelemahan-kelemahan tersebut akan menciptakan ancaman bagi kelangsungan pembangunan ekonomi di kawasan tersebut. Kelemahan yang dimiliki Indonesia bagian timur diantaranya adalah:
1. Kualitas sumber daya manuasia yang masih rendah
2. Keterbatasan sarana infrastruktur
3. Kapasitas kelembagaan pemerintah dan publik masih lemah
4. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan masih rendah

Tantangan dan Peluang
Pembanguanan ekonomi di Indonesia bagian timur juga menghadapai berbagai macam tantangan, yang apabila dapat diantisipasi dengan persiapan yang baik bisa berubah menjadi peluang besar. Salah satu peluang besar yang akan muncul di masa mendatang adalah akibat liberalisasi perdagangan dan investasi dunia (paling cepat adalah era AFTA tahun 2003). Liberalisasi ini akan membuka peluang bagi IBT, seperti juga IBB, untuk mengembangkan aktivitas ekonomi dan perdagangna yang ada di daerahnya masing- masing.

Langkah –langkah yang Harus Dilakukan
Pada era otonomi dan dalam menghadapi era perdagangan bebas nanti, IBT harus menerapkan suatu strategi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan yang mendorong pemanfaatan sebaik-baiknya semua keunggulan–keunggulan yang dimiliki kawasan tersebut tanpa eksploitasi yang berlebihan yang dapat merusak lingkungan. Dalam new development paradigm ini, ada sejumlah langkah yang harus dilakukan, diantaranya sebagai berikut.
  1. Kualitas sumber daya manusia harus ditingkatkan secara merata di seluruh daerah di IBT. Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus merupakan prioritas utama dalam kebijakan pembangunan ekonomi dan sosial di IBT. Untuk maksud ini, kebijakan pendidikan, baik pada tingkat nasional maupun daerah, harus diarahkan pada penciptaan sumber daya manusia berkualitas tinggi sesuai kebutuhan setiap kawasan di Indonesia. IBT harus memiliki ahli-ahli khususnya dibidang kelautan, perhutanan, peternakan, pertambangan, industri, pertanian,dan perdagangan global.
  2. Pembangunan sarana infrastuktur juga harus merupakan prioritas utama, termasuk pembangunan sentra-sentra industri dan pelabuhan-pelabuhan laut dan udara di wilayah-wilayah IBT yang berdasarkan nilai ekonomi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi entreport.
  3. Kegiatan-kegiatan ekonomi yang memiliki keunggulan komparatif berdasarkan kekayaan sumber daya alam yang ada harus dikembangkan seoptimal mungkin, di antaranya adalah sektor pertanian dan sektor industri manufaktur. Setiap daerah/provinsi IBT harus berspesialisasi dalam suatu kegiatan ekonomi yang sepenuhnya didasarkan pada keunggulan komparatif yang dimiliki oleh masing-masing daerah atau provinsi.
  4. Pembangunan ekonomi di IBT harus dimonitori oleh industrialisasi yang dilandasi oleh keterkaitan produksi yang kuat antara industri manufaktur dan sektor-sektor primer, yakni pertanian dan pertambangan.

Teori dan Model Analisis Pembangunan Ekonomi Daerah
Ada beberapa teori yang menerangkan tentang pembangunan daerah yaitu:

1. Teori Basis Ekonomi 
Teori basis ekonomi menyatakan bahwa faktor penetu utama pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah berhubungan langsung dengan permintaan barang dan jasa dari luar daerah. Proses produksi di sektor industri di suatu daerah yang menggunakan sumber daya produksi(SDP) lokal, termasuk tenaga kerja dan bahan baku, dan output-nya diekspor menghasilkan pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan perkapita, dan menciptakan peluang kerja di daerah tersebut.

2. Teori Lokasi
Teori lokasi juga sering digunakan untuk penentuan atau pengembangan kawasan industri di suatu daerah. Inti pemikiran teori ini didasarkan pada sifat rasional pengusaha/perusahaan yang cenderung mencari keuntungan setinggi mungkin dengan biaya serendah mungkin. Oleh karena itu, pengusaha akan memilih lokasi usaha yang memaksimumkan keuntungannya dan meminimalisasikan biaya usaha/produksinya, yakni lokasi yang dekat dengan tempat bahan baku dan pasar.

3. Teori Daya Tarik Industri
Menurut Kotler dkk. (1997), ada beberapa faktor penentu pembangunan industri di suatu daerah, yang terdiri atas faktor-faktor daya tarik industri dan faktor-faktor daya saing daerah. 

a. Faktor-faktor daya tarik industri antara lain: 
  1. Nilai Tambah yang Tinggi per Pekerja (Produktivitas). Ini berarti industri tersebut memiliki sumbangan yang penting tidak hanya terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga pembentukan PDRB.
  2. Industri-industri Kaitan. Ini berarti perkembangan industri-industri tersebut akan meningkatkan total nilai tambah daerah atau mengurangi “kebocoran ekonomi” dan ketergantungan impor.
  3. Daya Saing di Masa Depan. Hal ini sangat menentukan prospek dari pengembangan industri yang bersangkutan.
  4. Spesialisasi Industri. Sesuai dasar pemikiran teori-teori klasik mengenai perdagangan internasional, suatu daerah sebaiknya berspesialisasi pada industri-industri di mana daerah tersebut memiliki keunggulan komparatif sehingga daerah tersebut akan menikmati gain  from trade.
  5. Potensi ekspor.
  6. Prospek bagi Permintaan Domestik

Dasar pemikirannya untuk memberikan suatu kontribusi yang berarti bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui konsumsi lokal. 

Materi Pembangunan Ekonomi Daerah


b. Faktor-faktor penyumbang pada daya tarik industri dapat dikelompokkan dalam 4 kelompok (Kotler dkk., 1997), yakni sebagai berikut.

1. Faktor-faktor Pasar
Faktor-faktor ini antara lain ukuran pasar, ukuran segmen kunci, laju pertumbuhan pasar, keragaman pasar, kepekaan terhadap harga dan faktor eksternal, siklus dan musim dan kemampuan tawar menawar.

2. Faktor-faktor Persaingan
Faktor-faktor ini antara lain tingkat pemusatan, substitusi disebabkan oleh progres teknologi, tingkat dan jenis integrasi, dan entry ratesdan exist rates.

3. Faktor-faktor Keungan dan Ekonomi
Faktor-faktor ini antara lain ilai tambah, kesempatan kerja, keamanan, stabilitas ekonomi, pemanfaatan kapasitas produksi, skala ekonomis, dan ketersediaan infrastruktur keuangan.

4. Faktor-faktor Teknologi
Faktor-faktor ini antara lain kompleksitas, diferensiasi, paten dan hak cipta, dan teknologi proses manufaktur yang diperlukan.

Berdasarkan pemikiran Doz dan Prohaald (1987), keunggulan kompetitif yang ada atau yang potensial dari suatu daerah yang menentukan kemampuan industri di daerah tersebut tergantung pada: 
  • Daya saing faktor-faktornya yakni, kekuatan relatif faktor-faktor produksinya yang mencakup sumber daya fisik, sumber daya manusia dan teknologinya.
  • Daya saing atau kekuatan relatif perusahaan-perusahaan di daerah tersebut.
Selain itu, menurut Doz dan Prohalad ketika daya saing faktor-faktor suatu daerah tinggi dan perusahaan-perusahaan lokalnya sangat kompetitif, maka industri di daerah tersebut akan berkembang pesat. Apabila daya saing perusahaan-perusahaan yang ada di daerah tinggi, namun daya saing faktor-faktornya rendah, maka akan timbul tekanan bagi investasi ke luar daera (outward investment), yakni inbvestasi ke daerah-daerah lain yang memiliki daya saing faktor yang tinggi atau perusahaan-perusahaan di suatu daerah rendah, sedangkan faktor-faktor yang dimiliki daerah tersebut tinggi, maka akan timbul investasi ke dalam (inward investment) untuk industri-industri di mana perusahaan-perusahaan tersebut berbeda.

Semoga Materi Pembangunan Ekonomi Daerah di atas bisa bermanfaat bagi kita yang sedang mempelajari materi ekonomi tersebut. Semoga saja ringkasan atau rangkuman ini bisa berguna bagi kita semua.