Saturday, April 11, 2015

Menulis Surat Lamaran Pekerjaan

7:06 AM By Kumpulan Tugas ,

Surat Lamaran Pekerjaan - Penting sekali bagi kita mengetahui langkah-langkah dan tata cara dalam membuat surat lamaran pekerjaan, apalagi bagi kita yang sedang mencari pekerjaan khususnya, yang ingin mengajukan lamaran pekerjaan di sebuah perusahaan atau pabrik-pabrik tertentu. tentunya kita harus bisa membuat surat lamaran pekerjaan dengan sebaik dan serapih mungkin dan menggunakan bahasa yang baku. Biasanya surat lamaran tidak diketik dengan komputer melainkan ditulis tangan maka kita harus menulis dengan serapih dan seindah mungkin. untuk lebih jelasnya kita bagikan langsung saja ya buat anda semua mengenai  Surat lamaran pekerjaan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis surat lamaran pekerjaan adalah:
1. penggunaan bahasa,
2. Penggunaan ejaan dan tanda baca,
3. lay out atau komposisi,
4. kebersihan dan kerapian,
5. isi.

1. Penggunaan Bahasa
Pastikan bahwa bahasa yang anda gunakan dalam menulis surat lamaran pekerjaan adalah bahasa yang baku, bukan bahasa percakapan atau bahasa non formal. Pilihlah kata-kata yang baku dan hindari kata-kata asing yang belum diserap ke dalam bahasa Indonesia, kecuali tidak ada padanan kata yang lain dalam bahasa Indonesia. Selain itu, gunakan struktur kalimat yang benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Kesalahan yang umum terjadi adalah penggunaan struktur kalimat yang salah dalam penutup surat, seperti, "Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih," yang seharusnya ditulis, "Atas perhatian Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih." Uraian tentang ini dapat dibaca di blog ini dengan judul "Kalimat Penutup Surat."

2. Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca
Lihat buku Pedoman EYD untuk memastikan bahwa penulisan kata dan penggunaan tanda baca sudah benar. Banyak kesalahan yang dilakukan orang dalam menggunakan ejaan dan tanda baca ini tanpa disadari dikarenakan penulisan surat lamaran hanya didasarkan contoh surat yang sudah ada yang penulisannya banyak mengandung kesalahan. Beberapa kesalahan dalam segi ejaan antara lain sebagaimana dijelaskan berikut ini.
• Penulisan tanggal surat tidak lengkap, seperti Jember, 24-2-08 atau 24 Feb o8. Sebaiknya tanggal surat ditulis sbb.: Jember, 24 Februari 2008 (diberi koma antara kota dan tanggal, dan tidak diakhiri dengan tanda titik).
• Penulisan alamat tujuan menggunakan kata yang tidak perlu seperti kata kepada dan bapak atau kata sapaan lainnya yang tidak diikuti nama diri. Misalnya, Kepada Yth. Bapak Direktur PT Nusantara adalah tidak tepat, sebaiknya ditulis Yth. Direktur PT Nusantara. Alamat surat juga tidak perlu diakhiri dengan tanda titik.

3. Lay Out atau Komposisi
Aturlah komposisi surat sedemikian rupa sehingga tampilan surat nampak serasi, tidak terlalu penuh ke atas dan kosong di bagian bawah atau sebaliknya, demikian juga posisi kiri dan kanan. Spasi dapat dibuat satu atau satu setengah, disesuaikan antara panjang surat dan panjang kertas.

4. Kebersihan dan Kerapian
Gunakan kertas yang putih bersih, tidak mengandung coretan-coretan. Bila tidak ada permintaan untuk ditulis dengan tangan sendiri, sebaiknya diketik dengan komputer. Bila terpaksa harus ditulis tangan, usahakan tidak mengandung bekas kesalahan.

5. Isi
Isi surat hendaknya disesuaikan apakah surat itu ditulis berdasarkan iklan atau inisiatif sendiri. Kemukakan maksud surat dengan jelas, misalnya bidang pekerjaan apa yang hendak dilamar. Selain itu, kemukakan juga kualifikasi diri Anda untuk meyakinkan bahwa Anda pantas mendapatkan pekerjaan tersebut. Lampirkan berkas-berkas yang dapat menjadi bukti kualifikasi yang Anda sebutkan.

6. Penutup
Dalam berbagai surat dinas kita sering menjumpai kalimat penutup surat yang berbunyi sebagai berikut ini.
1. Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih, atau
2. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Kedua kalimat di atas mengandung kesalahan sebagaimana dijelaskan di bawah ini. Kata ganti -nya pada kata perhatiannya adalah kata ganti orang ketiga tunggal, sedangkan ucapan kita sebenarnya kita tujukan pada orang kedua, maka menjadi tidak jelas siapa yang dimaksud dengan -nya pada kalimat tersebut. Seharusnya -nya itu diganti dengan kata ganti orang kedua (Anda) atau diganti dengan kata sapaan Bapak/Ibu, sehingga menjadi Atas perhatian Bapak/Ibu.

Bentuk diucapkan atau kami ucapkan merupakan bentuk kata kerja pasif sehingga menjadi tidak jelas mana subjek kalimatnya. Seharusnya kata tersebut berbentuk aktif (mengucapkan) karena jelas yang menjadi subjek adalah kami, sehingga kalimatnya berbunyi Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu. Nah, jika kalimatnya disusun terbalik (anak kalimat mendahului induknya) maka akan menjadi Atas perhatian Bapak/Ibu, kami mengucapkan terima kasih

Friday, April 10, 2015

Malam Lailatul Qodar

6:55 AM By Kumpulan Tugas

Salah satu berkah pada bulan ramadhan adalah Malam Lailatul Qodar yang merupakan malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Mengingat pentingnya Lailatul Qodar dimana alquran diturunkan ini, kali ini kita akan membahas tuntas mengenai apa itu Malam Lailatul Qodar. Berikut pembahasan lengkapnya.


Pengertian Malam Lailatul Qodar

Adakah yang tahu apa itu malam lailatul qodar? Untuk menjawab itu mari pertama-tama kita lihat surat al-qodr berikut ini:
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (AL-Qur’an) pada malam Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar. (Q.S. al-Qadr [97]: 1-5.
Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar (bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ ) (malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Al Qur'an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur'an. Deskripsi tentang keistimewaan malam ini dapat dijumpai pada Surat Al Qadar, surat ke-97 didalam Al Qur'an. (Wikipedia)

Ciri-Ciri Malam Lailatul Qodar

Seperti apakah tanda-tanda atau ciri-ciri malam lailatul qodar? Apakah malam itu sama dengan malam-malam lainnya?

Ketahuilah hamba yang taat -mudah-mudahan Allah menguatkanmu dengan ruh dariNya dan membantu dengan pertolonganNya- sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya.

Dari Ubay radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (HR Muslim 762).

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda (yang artinya), “Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah.” (HR Muslim 1170. Perkataannya “Syiqi Jafnah”, syiq artinya setengah, jafnah artinya bejana. Al Qadli ‘Iyadh berkata, “Dalam hadits ini ada isyarat bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan, karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan.”)

Dan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.” (HR Thayalisi (349), Ibnu Khuzaimah (3/231), Bazzar (1/486), sanadnya hasan).

Dikutip dari Sifat Puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Penerbit Pustaka Al-Mubarok (PMR) penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H.
Judul asli “Shifat shaum an Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fii Ramadhan” Bab “Malam Lailatul Qadar” 
Penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid 
Penerbit Al Maktabah Al Islamiyyah cet. Ke 5 th 1416 H. Edisi Indonesia
Sumber:

Keutamaan Malam Lailatul Qodar

Malam yang satu ini memiliki banyak keutamaan, salah satu keutamaan yang sudah kita ketahui adalah bahwa dimalam inilah alquran untuk pertama kalinya diturunkan. Lalu, adakah keutamaan lain dari malam lailatul qodar ini?

Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah berfirman (yang artinya),

[1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. [2]Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. [QS Al Qadar: 1 - 5]

Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan nan penuh hikmah,

[3]Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. [4] Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, [5] (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, [6] sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [QS Ad Dukhoon: 3 - 6] (kaahil)

Semoga kita adalah salah satu yang dapat menjumpai dan mendapatkan keutamaan malam lailatul qodar, dan semoga kita juga dapat menjumpainya ditahun depan, amin..

Wednesday, April 1, 2015

Rangkuman Materi Tentang Karya Tulis Ilmiah

Rangkuman Materi Tentang Karya Tulis Ilmiah - Anda sedang galau? mendapat tugas membuat karya tulis? belum bisa bagaimana langkah-langkah dalam membuatnya memang membuat karya tulis tidaklah mudah dan sedikit menyita waktu kita karena kita harus disibukan  dalam memperoleh data-data mengenai bahan materi yang akan kita buat karya ilmiah baik dengan melakukan wawancara atau uji coba langsung.

Untuk membantu memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai hal ini maka perlu adanya sebuah rangkuman atau ringkasan materi yang membahas masalah ini dengan lebih jelas. Karena itulah pada website tugas ini kita akan kembali belajar mengenai Karya Tulis Ilmiah tersebut.

Dalam uraian materi kali ini kita akan belajar dan mengingat kembali berbagai hal pokok berkaitan dengan materi tersebut yaitu meliputi:
1. Pengertian karya tulis ilmiah
2. Cara Menulis Karangan 
3. Ketentuan umum pembuatan karangan ilmiah
4. Sistematika Karya Ilmiah

Pada bagian pertama kita akan mengingat kembali definisinya, dengan demikian kita akan benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan karya tulis ilmiah tersebut. Kita juga akan belajar mengenai cara-cara menyusun karangan ini dengan baik dan benar.

Untuk mendukung syarat penulisan maka kita juga harus mengetahui berbagai ketentuan yang harus dipenuhi, selain itu sistematika penulisannya pun harus sesuai dengan yang telah disepakati sebagai pedoman. Satu persatu mari kita bahas materi tersebut secara lengkap.

A. Pengertian karya tulis ilmiah

Secara umum, suatu karya ilmiah dapat diartikan sebagai suatu hasil karya yang dipandang memiliki kadar ilmiah tertentu serta dapat dipertanggungjawabkan dalam bentuk karangan atau tulisan ilmiah, dapat pula disampaikan secara lisan dalam bentuk pidato atau orasi ilmiah, dan dapat melalui suatu bentuk demonstrasi. 

Tujuan penulisan karya ilmiah adalah menyampaikan seperangkat keterangan, informasi, dan pikiran secara tegas, ringkas, dan jelas (ABC = accurate, brief, clear). Kendatipun demikian, melalui kreativitas dan daya ungkap penulisnya, karya ilmiah dapat disusun sedemikian rupa agar menarik perhatian pembaca tanpa melupakan nilai-nilai ilmiahnya.

Karya tulis ilmiah dikemukakan berdasarkan pemikiran, kesimpulan, serta pendapat/pendirian penulis yang dirumuskan setelah mengumpulkan dan mengolah berbagai informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber, baik teoretik maupun empirik. Karya ilmiah senantiasa bertolak dari kebenaran ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan permasalahan yang disajikan. Titik tolak ini merupakan sumber kerangka berpikir (paradigma, meminjam istilah Thomas Kuhn), dalam mengumpulkan informasi-informasi secara empirik.

Karya ilmiah tertulis (karangan ilmiah) dapat berbentuk artikel ilmiah populer (esai, opini), usulan penelitian, dan laporan penelitian. Dalam bentuk khusus yang bersifat akademik, karangan ilmiah dapat berupa makalah, skripsi, tesis, dan disertasi, yang masing-masing digunakan sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3).

Isi suatu karya ilmiah dapat berupa keterangan atau informasi yang bersifat faktual (mengemukakan fakta), hipotesis (dugaan-dugaan), konklusif (mengemukakan kesimpulan), dan implementatif (mengemukakan rekomendasi atau saran-saran serta solusi). Suatu karya ilmiah yang lebih komprehensif akan mengandung semua jenis keterangan atau informasi tersebut.

B. Menulis Karangan 

Kamu tentu banyak mengidolakan penulis-penulis terkenal. Melalui kegiatan mengarang, prestasi dan prestise seseorang akan naik. Mengarang adalah kegiatan menyusun atau mengorganisasikan buah pikiran, ide, atau gagasan dengan menggunakan rangkaian kalimat yang logis dan terpadu dalam bahasa tulis. Karangan sering diartikan sebagai rangkaian kalimat yang logis, pemikiran atau pelukisan tentang suatu objek, suatu peristiwa, atau suatu masalah. Karangan yang disusun dapat berupa fiksi maupun Nonfiksi. 

Menulis karangan ilmiah tidak jauh berbeda dengan menulis karangan lainnya. Yang membedakan karangan ilmiah dengan karangan lain adalah dari metode atau kajian yang digunakannya. Karangan ilmiah bukan sepenuhnya karya ekspresi diri seperti karangan fiksi hasil imajinasi, tetapi penulis harus menyampaikan data objektif yang diperoleh melalui metode atau kajian ilmiah.

Data yang diperoleh melalui kajian ilmiah di antaranya diperoleh melalui hasil pengamatan, tes, wawancara, penyebaran angket, kajian pustaka, dan uji coba di laboratrium. Karangan fiksi merupakan karya yang sepenuhnya merupakan hasil ekspresi diri, data yang disampaikan merupakan hasil imajinasi atau hasil rekaan sendiri walaupun mungkin berdasarkan realitas di sekelilingnya

Karangan ilmiah mempunyai ciri sebagai berikut.
1. Fakta yang disajikan bersifat objektif;
2. Penyajiannya disusun secara logis dan sistematis; dan
3. Bahasa yang digunakan adalah ragam bahasa baku.

C. Ketentuan umum pembuatan

Ketentuan umum yang harus diperhatikan dalam pembuatan karangan ilmiah:
1. Kertas yang digunakan untuk mengetik karangan adalah kertas HVS berukuran kuarto (21,5 x 28 cm). Untuk kulitnya, digunakan kertas yang agak tebal.
2. Pengetikan menggunakan huruf tegak dan jelas (misalnya, Times New Roman) dengan ukuran 12.
3. Menggunakan tinta berwarna hitam.
4. Batas-batas pengetikan:
a pias atas 4 cm;
b pias bawah 3 cm;
c pias kiri 4 cm; dan 
d pias kanan 3 cm.
5. sistematika karya ilmiah menggunakan sistematika secara umum

Selanjutnya Rangkuman Materi Tentang Karya Tulis Ilmiah ini akan membahas mengenai sistematika penulisan, berikut penjelasan lengkapnya.

D. Sistematika Karya Ilmiah

1. Bagian Pembuka
a. Kulit Luar/Kover
Halaman ini memuat 1) Judul karangan ilmiah lengkap dengan anak judul (jika ada) 2) Keperluan Penyusunan 3) Nama Penyusun 4) logo lembaga pendidikan 5) Nama Lembaga Pendidikan 6) Nama Kota 7) Tahun Penyusunan

b. Halaman persetujuan
Halaman persetujuan ini memuat 1) judul karya ilmiah, 2) nama siswa yang menyusun karya ilmiah beserta nomor induk siswa, 3) tanda tangan dan nama terang pembimbing, dan 4) kata persetujuan

c. Halaman Pengesahan
Halaman ini memuat bukti pengesahan administratif dan akademik oleh kepala sekolah. Halaman ini memuat 1) judul karya ilmiah, 2) nama siswa yang menyiapkan karya ilmiah, 3) kalimat pengesahan beserta tanggal, bulan, dan tahun, 4) tanda tangan dan nama terang guru pembimbing dan kepala sekolah serta cap stempel.

d. Abstrak 
Abstrak disusun dengan komponen-komponen sebagai berikut: 1) nama siswa, ditulis dari belakang (seperti penulisan nama pengarang pada daftar pustaka) apabila terdiri dari dua bagian nama atau lebih, 2) tahun pembuatan, 3) judul karya ilmiah (dalam tanda petik, huruf kapital hanya pada awal setiap kata), 4) kata Karya Ilmiah ditulis miring, 5) nama kota, 6) nama sekolah, 7) kata ABSTRAK. Penulisan isi abstrak tersebut dituangkan dalam tiga paragraf dengan spasi tunggal. Paragraf pertama berisi uraian singkat mengenai latar belakang masalah dan tujuan penelitian. Paragraf kedua berisi metode penelitian, mencakup populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan teknik analisis data. Paragraf ketiga berisi hasil penelitian dan pembahasan.

e. Kata Pengantar
Kata pengantar dibuat untuk memberikan gambaran umum kepada pembaca tentang penulisan karangan ilmiah. Kata pengantar hendaknya singkat tapi jelas. Yang dicantumkan dalam kata pengantar adalah (1) puji syukur kepada Tuhan, (2) keterangan dalam rangka apa karya dibuat, (3) kesulitan/ hambatan yang dihadapi, (4) ucapan terima kasih kepada pihak yang membantu tersusunnya karangan ilmiah, (5) harapanpenulis, (6) tempat, tanggal, tahun, dan nama penyusun karangan ilmiah

f. Daftar isi
Daftar isi ini memuat secara rinci isi keseluruhan karya ilmiah beserta letak nomor halamannya, mulai dari halaman judul sampai dengan lampiran. Komponen isi karya ilmiah ini dicantumkan dalam daftar isi antara lain meliputi judul-judul bab dan subbab. Penulisan daftar isi harus mempertahankan konsistensi dalam pencantuman komponen-komponen itu.

g. Daftar Tabel,gambar, grafik, bagan/skema, singkatan/lambang (jika ada)
Daftar tabel, gambar, , grafik, bagan/skema, singkatan/lambang berisi nomor urut halaman tempat tabel, gambar, , grafik, bagan/skema, singkatan/lambang tersebut disajikan. Tiap-tiap jenis dikelompokkan dan diberi nomor urut tersendiri. Tajuk Daftar Tabel, gambar, , grafik, bagan/skema, singkatan/lambang dituliskan dengan huruf kapital semua dan terletak di tengah.

2. Bagian Inti Karangan

a. Bab Pendahuluan
1) Latar Belakang Masalah. Bagian ini memuat alasan penulis mengambil judul itu dan manfaat praktis yang dapat diambil dari karangan ilmiah tersebut. Alasan-alasan ini dituangkan dalam paragraf-paragraf yang dimulai dari hal yang bersifat umum sampai yang bersifat khusus.

2) Rumusan masalah. Permasalahan yang timbul akan dibahas dalam bagian pembahasan, dan ini ada kaitannya dengan latar belakang masalah yang sudah dibahas sebelumnya. Permasalahan ini dirumuskan dalam kalimat-kalimat pertanyaan.

3) Ruang Lingkup. Ruang lingkup ini menjelaskan pembatasan masalah yang dibahas. Pembatasan masalah hendaknya terinci dan istilah istilah yang berhubungan dirumuskan secara tepat. Rumusan ruang lingkup harus sesuai dengan tujuan pembahasan.

4) Tujuan. Bagian ini mencantumkan garis besar tujuan pembahasan dengan jelas dan tujuan ini ada kaitannya dengan rumusan masalah dan relevansinya dengan judul. Tujuan boleh lebih dari satu.

5) Landasan Teori. Landasan teori berisi prinsip-prinsip teori yang mempengaruhi dalam pembahasan. Teori ini juga berguna untuk membantu gambaran langkah kerja sehingga membantu penulis dalam membahas masalah yang sedang diteliti.

6) Hipotesis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hipotesis adalah sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dsb) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan dengan demikian hipotesis merupakan kesimpulan/perkiraan yang dirumuskan dan untuk sementara diterima, serta masih harus dibuktikan kebenarannya dengan data-data otentik yang ada, pada bab-bab berikutnya. Hipotesis harus dirumuskan secara jelas dan sederhana, serta cukup mencakup masalah yang dibahas.

7) Sumber data atau kajian pustaka.
Sumber data atau kajian pustaka yang digunakan penulis karangan ilmiah biasanya adalah kepustakaan, tempat kejadian peristiwa (hasil observasi), interview, seminar, diskusi, dan sebagainya.

8) Metode dan teknik. 
Metode Pengumpulan Data, metode pengumpulan data adalah cara mencari data bagi suatu penulisan, ada yang secara deduktif dan atau induktif. Mencari data dapat dilakukan dengan cara studi pustaka, penelitian lapangan, wawancara, seminar, diskusi, dan lain sebagainya. 

Teknik Penelitian adalah penjabaran metode penelitian, sistem atau metode penelitian dengan meneliti langsung objeknya, teknik penelitian yang dapat digunakan ialah teknik wawancara, angket, daftar kuesioner, dan observasi. Semua ini disesuaikan dengan masalah yang dibahas

b. Bab Analisis atau Bab Pembahasan
Bab ini merupakan bagian pokok dari sebuah karangan ilmiah,yaitu masalah-masalah akan dibahas secara terperinci dan sistematis. Jika bab pembahasan cukup besar, penulisan dapat dijadikan dalam beberapa anak bab.

c. Bab Kesimpulan dan Saran
Bab ini berisi kesimpulan yang telah diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan. Kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis yang sudah dikemukakan.

Yang dimaksudkan dengan saran adalah saran penulis tentang metode penelitian lanjutan, penerapan hasil penelitian, atau beberapa saran yang ada relevansinya dengan hambatan yang dialami selama penelitian.


3. Bagian Penutup

a. Daftar Pustaka
Tajuk daftar pustaka dituliskan dengan huruf kapital semua tanpa diberi tanda baca dan dituliskan di tengah-tengah. Dalam daftar pustaka dicantumkan semua kepustakaan, baik yang dijadikan acuan penyusunan karangan maupun yang dijadikan bahan bacaan, termasuk artikel, makalah, skripsi, disertasi, buku, dan lain-lain. 

Semua acuan dalam daftar pustaka disusun menurut abjad nama pengarang atau lembaga yang menerbitkan. Jadi, daftar pustaka tidak diberi nomor urut. Jika tanpa nama pengarang atau lembaga, yang menjadi dasar urutan adalah judul pustaka. Contoh penulisan daftar pustaka: Eneste, Panusuk. 1983. Mempertimbangkan Tradisi. Jakarta: Gramedia.

Untuk majalah atau jurnal mengikuti sistematika sebagai berikut: nama penulis, tahun terbit, judul tulisan, nama majalah/jurnal dengan singkatan resminya, nomor penerbitan dan halaman.

b. Penulisan Lampiran (jika diperlukan)
c. Penulisan Indeks (jika diper lukan)

E. Langkah- langkah Mengarang

1. Tentukanlah topik
Topik adalah pokok pembicaraan. Dalam pemilihan topik, seorang penulis harus mempertimbangkan hal-hal berikut:
a. Topik harus betul-betul dikuasai dan dekat dengan kehidupan.
b. Topik harus menarik perhatian.
c. Topik harus spesifik atau terpusat pada satu permasalahan yang sempit dan terbatas.
d. Topik harus memiliki data atau fakta yang objektif.
e. Topik harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya.
f. Topik harus memiliki sumber acuan atau kepustakaan.

2. Rumuskan judul karangan
Berdasarkan topik yang ditetapkan, dapat dirumuskan judulkarangan. Judul adalah kepala karangan. Syarat judul yang baik sebagai berikut.
a. Judul relevan dengan isi karangan.
b. Judul dirumuskan secara singkat dan jelas.
c. Judul dapat menarik perhatian.

3. Buatlah kerangka karangan
Berdasarkan topik tersebut, catatlah hal-hal yang akan ditulis berdasarkan topik yang kamu pilih! Setelah mencatat hal-hal penting yang akan kamu tulis, buatlah kerangka karangannya. Urutkan dari hal-hal yang umum ke hal yang khusus. Hal ini disebut pola pengembangan deduksi. Kamu dapat juga mengurutkan dari hal-hal yang khusus ke hal-hal yang umum. Hal ini disebut pengembangan induksi. Selanjutnya buat kerangka karangan dengan mengikuti langkah berikut.

a. Tuliskanlah topik-topik umum dan topik-topik bawahan (rincian) secara rinci.
b. Evaluasilah topik-topik yang dituliskan berdasarkan relevansi dan kedudukannya. Yang tidak relevan atau tidak ada hubungannya dengan topik dibuang, kemudian dari judul dan anak judul terpilih urutkan berdasarkan pola pengembangan serta kedudukannya, mana yang harus disajikan lebih dulu dan mana yang berikutnya. 

c. Susunlah kerangka karangan dengan pola deduksi atau induksi. Jika pola pengembangan karangan yang dipilih pola deduksi, maka topik-topik yang dipilih harus diurutkan dari hal yang umum ke hal-hal yang khusus. Sebaliknya, jika pola pengembangan yang dipilih pola induksi, maka topik-topik dipilih diurutkan dari yang khusus ke yang umum.

4. Kumpulkan data karangan
Setelah kerangka karangan disusun, kumpulkan data dengan cara sebagai berikut.
a. Mencari keteorangan dari bahan kepustakaan.
b. Mencari keteorangan dari pihak-pihak yang mengetahui permasalahan.
c. Mengamati langsung objek yang ditulis.
d. Mengadakan percbaan atau pengujian di lapangan atau labratrium.

Informasi yang dicari harus relevan dengan topik yang ditulis. Catat isi yang dikutip dan sumber yang dirujuknya. Yang perlu dicatat yakni nama pengarang, judul buku, tahun terbit, kta terbit, penerbit, dan halaman letak informasi tersebut diambil. Selain itu data atau fakta yang ditemukan di lapangan juga dicatat. Data di lapangan dapat dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, penyebaran angket, atau eksperimen.

5. Membuat karangan utuh
Setelah semua bahan yang dibutuhkan sudah lengkap, kembangkanlah kerangka karangan yang sudah disusun dengan pola yang dipilih, deduksi atau induksi! Pengembangan kerangka karangan menjadi sebuah karangan perlu memerhatikan penyajian karangan; pengembangan paragraf; dan pemakaian bahasa. 

Pengembangan setiap judul dan sub-subjudul harus uraian yang sesuai dengan judul atau subjudul yang dikembangkan. Jika ada gambar, bagan, tabel atau grafik, maka sebelum dan sesudah bagan/grafik/tabel/ gambar hendaknya ada uraian yang mengantarkan atau menjelaskan.

Pemaparan tersebut hendaknya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tahap pengembangan karangan secara umum sebagai berikut.
a. Pengelompokan bahan, yakni bagian mana yang didahulukan dan bagian mana yang mengikutinya.
b. Pengonsepan, yakni tahap pengembangan kerangka karangan menjadi karangan.
c. Pengecekan kembali naskah, yakni lengkapi kekurangan dan buang yang tidak relevan. Atau buang pembahasan yang tumpang tindih atau berulang-ulang.

Penyuntingan berdasarkan pemakaian bahasa, yakni perbaiki ejaan yang salah, perbaiki kalimat yang tidak efektif, perbaiki pemakaian kata yang tidak baku, dan perbaiki paragraf yang pengembangannya kurang baik.

Itulah tadi sedikit dari Rangkuman Materi Karya Tulis Ilmiah, semoga dengan ringkasan ini kita bisa lebih paham lagi bagaimana menghasilkan tulisan yang baik, bermutu dan berguna bagi masyarakat banyak. Untuk contoh penulisan anda bisa mempelajarinya di bagian makalah, karya ilmiah remaja dan lainnya. 

Mengenal Central Processing Unit

10:21 PM By Kumpulan Tugas ,

Central Processing Unit - Dalam postingan kali ini saya akan menjelaskan salah satu dari perangkat keras komputer (hardware) yaitu CPU yang sering kita kenal sebagai otaknya komputer. Saya akan mengajak anda mengetahui lebih dalam bagian- bagian apa saja sih yang ada dalam sebuah CPU, terus fungsi dari bagian- bagian tersebut. langsung saja kita kasih penjelasan selengkapnya untuk anda.

Pengertian Central Processing Unit (CPU):
Pemroses instruksi yang pada komputer mikro disebut dengan micro-processor (Pemroses mikro).
Berupa chip yang terdiri dari ribuan hingga jutaan IC (Integrated Circuit). Dimana IC ini digunakan untuk mengimplementasikan fungsi logika.

Bagian-bagian CPU :
1. ALU (Arithmatic Logical Unit)
a) Bertugas membentuk fungsi – fungsi pengolahan data komputer. 
b) Sering disebut mesin bahasa ( machine language) karena bagian ini mengerjakan instruksi – instruksi bahasa mesin yang diberikan padanya. 
c) Terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean, yang masing – masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri.

2. CU (Control Unit)
a) Bertugas mengontrol operasi CPU dan secara keselurahan mengontrol komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi – fungsi operasinya.
b) Termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil instruksi – instruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut.

3. Register
a) Media penyimpan internal CPU yang digunakan saat proses pengolahan data 
b) Memori ini bersifat sementara, biasanya digunakan untuk menyimpan data saat diolah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya.

4. CPU Interconnections
a) Sistem koneksi dan bus yang menghubungkan komponen internal dan bus – bus eksternal CPU 
b) Komponen internal CPU yaitu ALU, unit kontrol dan register – register.
c) Komponen eksternal CPU :sistem lainnya, seperti memori utama, piranti masukan/keluaran

Fungsi Interupsi :
1. Mekanisme penghentian atau pengalihan pengolahan instruksi dalam CPU kepada routine interupsi.
2. Hampir semua modul (memori dan I/O) memiliki mekanisme yang dapat menginterupsi kerja CPU.

Tujuan Interupsi :
1. Secara umum untuk menejemen pengeksekusian routine instruksi agar efektif dan efisien antar CPU dan modul – modul I/O maupun memori.
2. Setiap komponen komputer dapat menjalankan tugasnya secara bersamaan, tetapi kendali terletak pada CPU disamping itu kecepatan eksekusi masing – masing modul berbeda.
3. Dapat sebagai sinkronisasi kerja antar modul

Sinyal Interupsi :
1. Program, yaitu interupsi yang dibangkitkan dengan beberapa kondisi yang terjadi pada hasil eksekusi program. Contohnya: arimatika overflow, pembagian nol, oparasi ilegal.
2. Timer, adalah interupsi yang dibangkitkan pewaktuan dalam prosesor. Sinyal ini memungkinkan sistem operasi menjalankan fungsi tertentu secara reguler.
3. I/O, sinyal interupsi yang dibangkitkan oleh modul I/O sehubungan pemberitahuan kondisi error dan penyelesaian suatu operasi.
4. Hardware failure, adalah interupsi yang dibangkitkan oleh kegagalan daya atau kesalahan paritas memori.

Langkah instruksi Encoding (pembacaan suatu symbol) :

  1. Program counter membangkitkan sebuah alamat.
  2. Control unit akan membaca isi dari program counter kemudian menuju ke memory.
  3. Control unit akan mengambil isisnya dan meletakkan ke instruksi register kemudian akan menerjemahkan atas data yang diperoleh dari memori tadi.
  4. Control unit akan mengeksekusi (membaca dan mengirimkan).
  5. Apabila ada pembacaan memori lagi maka lakukan perintah dari awal. Apabila ada perintah aritmatika control unit akan mengambil nilai dari register dan dikirim ke ALU untuk diproses.

Jasa Angkutan

10:04 PM By Kumpulan Tugas , ,

Dalam bahasan materi kali ini kita akan menjelaskan dan mempelajari masing- masing mengenai Jasa Angkutan dalam sebuah perdagangan internasional. Disini kami akan menjelaskan macam- macam jasa angkutan.

Dalam perdagangan Internasional barang-barang yang sudah siap ekspor (ready for eksport) diangkut melalui salah satu cara sebagai berikut :

a. melalui angkutan laut;
b. melalui angkutan udara;
c. melalui angkutan darat;
d. melalui jasa kantor pos;
e. melalui angkutan gabungan aneka wahana (combined transport)

Namun seiring dengan perkembangan pemakaian Peti-Kemas dalam perdagangan Internasional, para pelaksana pengangkutan transport meningkatkan pula penggunaan beberapa jenis alat angkut  dalam menyelesaikan tugas-angkutan. Dengan sendirinya para pelaksana itu telah bertindak sebagai pelaksana angkutan gabungan yang bertanggung jawab atas keseluruhan jenis alat angkutan itu.
  • PENGANGKUTAN GABUNGAN
Yang dimaksud angkutan gabungan adalah pengangkutan barang diangkut sekurang-kurangnya dua alat angkut yang berbeda dari suatu tempat di negara satu ke negara lain. Salah satu kewajiban penjual atau eksportir adalah memepersiapkan barang menjadi siap ekpor dan mengurus pengangkutan. Dalam perdagangan Internasional barang-barang yang sudah siap ekspor (ready for eksport) diangkut melalui salah satu cara sebagai berikut :

a.    melalui angkutan laut
b.    melalui angkutan udara
c.    melalui angkutan darat
d.    melalui jasa kantor pos
e.    melalui angkutan gabungan aneka wahana (combined transport)

Seorang eksportir dalam menyelenggarakan barang siap ekspor harus mengadakan suatu kontrak angkutan dengan salah satu perusahaan angkutan di atas, sesuai dengan kebutuhannya. Bila suatu barang siap ekspor memerlukan aneka alat angkut sebelum mencapai tempat tujuan (destination/discharging point) secara tradisonal dibutuhkan kontrak tersendiri untuk masing-masing jenis alat-angkut yang dipakai. Misalnya teh sudah siap ekspor Dari kawasan Punak-Sukabumi-Cianjur yang akan dikirim ke London Commodity Exchange misalnya mungkin diangkut dengan kereta api Sukabumi ke Stasiun Kereta api di Tanjung Priok. Dari Tanjung Priok diangkut dengan kapal laut ke Pelabuhan Laut Liverpool Inggeris . Dalam hal ini secara tradisional dibutuhkan 2 (dua) buah kontrak angkutan Priok dan kedua dengan Maskapai Pelayaran seperti Samudra Indonesia untuk angkutan Tanjung Priok-Liverpool.

Wednesday, March 18, 2015

Contoh Percakapan Expressing Suggestion

10:06 PM By Kumpulan Tugas

Kumpulan Contoh Percakapan Expressing Suggestion - Melengkapi berbagai bahan belajar bahasa Inggris yang sebelumnya sudah kita bahas sekarang kita akan belajar lagi dengan sebuah materi baru yaitu tentang memberikan saran (Expressing Suggestion). Disini kita akan belajar bagaimana cara memberikan saran dan bagaimana pula menanggapi saran seseorang. 

Kenapa kita perlu belajar materi ini? Ya, sebagai salah satu pembahasan, materi ini tentu sangat penting untuk dikuasai. Dengan memahami bagaimana caranya kita memberikan saran dan menyampaikan ide atau gagasan kita maka kemungkinan kita bisa bercakap-cakap lebih baik pada topik pembicaraan yang berkaitan. 

Pada kesempatan kali ini kita tidak saja akan membahas mengenai bagaimana caranya tetapi akan membahas juga mengenai contoh kalimat dan juga Percakapan Expressing Suggestion baik yang singkat maupun yang panjang.

Contoh Percakapan Expressing Suggestion dan Penjelasan 


Sebagai pembuka dalam mempelajari materi pelajaran bahasa Inggris ini mari kita lihat dan pelajari bersama-sama sebuah contoh percakapan singkat expressing suggestion berikut. Perhatikan contoh berikut dengan seksama, coba pahami maksud dan lihat penjelasannya di bagian bawah!

A : We have been waiting nearly three quarters of an hour.
B : Yes, I think the bus will never come.
A : Would it be an idea to walk?
B : Yes, It's a good idea.
A : Has the new restaurant opened today?
B : It has opened yesterday already. My friend told me it has a new and delicious menu.
A : Why don't we eat there?
B : It is a wonderful idea.

Pada kalimat pertama si A memberikan pernyataan bahwa mereka (A dan B) telah menunggu untuk waktu yang cukup lama (nearly three quarters of an hour). Dari kalimat B kita tahu bahwa mereka sedang menunggu bis. 

Di kalimat selanjutnya A memberikan sebuah saran untuk jalan-jalan (would it be an idea to walk). Kemudian B memberi respons yaitu setuju dengan saran atau ide si A. Selanjutnya mereka pun membicarakan sebuah restoran baru. Akhrinya A pun menyarankan mereka untuk makan disana (why don't we).

Percakapan singkat suggestion tersebut akhirnya ditutup dengan persetujuan si B akan ide, saran atau gagasan yang diberikan oleh A. 

Dari percakapan di atas kita bisa tahu bahwa salah satu cara untuk Expressing Suggestion atau menyampaikan gagasan (nasehat) adalah dengan bentuk kalimat tanya seperti bisa jelas terlihat pada contoh tersebut. Bentuk-bentuk kalimat atau ekspresi yang digunakan untuk sugestion ini bervariasi dan kita bisa menggunakan mana yang sesuai dan cocok. Untuk mengetahui beberapa ekspresi lain mari kita lihat contoh selanjutnya.

Contoh Situasi : Percakapan 2 orang. 
Kamu sedang liburan namun teman kamu dan kamu bosan karena tidak punya apa-apa untuk dikerjakan di hari yang panas.

A : I feel like doing something different today.
B : I know! Let's go to the seaside!
  1. Let's .....
  2. Lets ..... (then), shall we?
  3. What about ....., (then)?
  4. How about ....., (then)?
  5. I tell you what, we'll .....
  6. We could always ....., (then).
  7. Fancy ...., (then)?
  8. Why don't we ...., (then)?
  9. Why not ...., (then)?


)* kata yang didalam kurung boleh dipakai atau tidak dipakai.

Pada contoh di atas anda bisa melihat ada 9 contoh ekspresi yang bisa mengindikasikan sebuah suggestion (anjuran, usul, saran). Anda bisa menggunakan ekspresi tersebut untuk memberikan usul atau saran kepada orang lain seperti terlihat pada contoh yang sudah di bahas di atas. 

Kumpulan Contoh Percakapan Expressing Suggestion

Supaya lebih jelas lagi mengenai cara memberikan usul dalam bahasa Inggris tersebut anda bisa membaca sebuah contoh lagi yang sudah disiapkan di bawah ini. Contoh di bawah sudah disertai dengan terjemahan atau artinya jadi anda bisa lebih mudah memahaminya. 

Percakapan Expressing Suggestion
Have you gone to the art exhibition? It's held for two weeks.
Apakah kamu sudah ke pameran kesenian? Pameran itu diadakan selama dua minggu.
B
:
Not yet. Have you?
Belum. Bagaimana denganmu?
A
:
I haven't had the time to go there yet. Why don't we go there tomorrow?
Aku belum punya waktu untuk pergi kesana. Bagaimana kalau kita kesana besok?
B
:
Well, since we don't have anything to do, why don't we go there now?
Berhubung tidak ada yang kita kerjakan, mengapa kita tidak kesana saja sekarang?
A
:
That's a good idea. But we should have lunch first. I don't want to see the art exhibition on empty stomach.
Itu ide bagus. Tapi kita harus makan siang terlebih dahulu, aku tidak mau melihat pameran kesenian dengan perut kosong.
B
:
That's right. What do you recommend?
Benar sekali. Apa yang kamu rekomendasikan?
A
:
Let's eat at Lucy's cafe. I like the chicken roast and the fruit salad there.
Ayo kita makan di kafe Lucy. Aku suka ayam panggang dan salad buah disana.
B
:
Well, come on then.
Ayo kalau begitu.


Sudahkah anda benar-benar memahami Contoh Percakapan Expressing Suggestion di atas? Tenang saja, jika anda masih membutuhkan contoh lain untuk belajar anda bisa mempelajari berbagai contoh lain yang ada di bagian bawah. Selain itu contoh lain juga akan terus ditambahkan untuk memperlengkap kumpulan contoh yang banyak anda butuhkan.

Jangan lupa, ada baiknya anda mencatat alamat website tugas ini untuk lebih mudah dalam mencari berbagai bahan dan juga referensi materi tugas yang dibutuhkan. Jika berkenan silahkan bagikan juga contoh ini di facebook atau media sosial lain yang anda miliki. Itu saja pembahasan kali ini, silahkan dilanjutkan!

Monday, March 16, 2015

Contoh Makalah HIV AIDS Penjaskes

12:07 AM By Kumpulan Tugas ,

Contoh Makalah HIV AIDS Penjaskes -  Selain makalah penjaskes tentang bola besar dan bola kecil sekarang ini tugas sekolah akan memperkenalkan Satu lagi yaitu makalah tentang HIV AIDS. Tugas ini diberikan selain untuk memperdalam pengetahuan tentang karya ilmiah atau makalah juga untuk memberikan wawasan mengenai bahaya HIV AIDS. Bagi teman-teman yang sedang dapat tugas Makalah HIV AIDS untuk Tugas Penjaskes silahkan lihat contoh makalah berikut ini.

Makalah HIV AIDS adalah sebuah makalah yang disusun untuk mengupas lebih dalam dan lebih detail mengenai HIV AIDS. Makalah ini sudah pasti akan membahas seputar HIV AIDS baik itu dari definisi, bahaya, penularan dan lainnya.

Menyusun Makalah HIV AIDS

Dalam menyusun makalah HIV AIDS ada beberapa langkah yang harus kita siapkan dan perhatikan yaitu sebagai berikut:
  1. Membuat topik makalah (Kerangka pembahasan)
  2. Mengumpulkan materi yang berkaitan
  3. Membuat draft per bab
  4. Menyusun makalah
  5. Merevisi dan mencetak
Ada empat bagian yang harus disusun dalam pembuatan makalah ini yaitu seperti berikut:

a. Bagian Cover (Halaman depan)
Pembahasan bagian ini lihat di Cover Makalah HIV AIDS

b. Bagian Bab I Pendahuluan
Pembahasan bagian ini lihat di Bab I Makalah HIV AIDS

c. Bagian Bab II Pembahasan
Pembahasan bagian ini lihat di Bab II Makalah HIV AIDS

d. Bagian Bab III Penutup
Pembahasan bagian ini lihat di Bab III Makalah HIV AIDS

Karena pembahasan untuk masing-masing bagian terlalu banyak untuk dibahas disini silahkan lihat masing-masing pembahasan bagian tersebut secara terpisah melalui link diatas.

Contoh Makalah HIV AIDS - Tugas Penjaskes

Buat rekan-rekan yang sedang menyusun makalah tentang HIV AIDS ada baiknya melihat beberapa contoh yang sudah disiapkan berikut ini.
  1. Bahaya HIV AIDS 
  2. Mengenal HIV AID Sebagai Penyakit Mematikan 
  3. Pergaulan Bebas dan HIV AIDS 
  4. Mencegah HIV AIDS Pada Remaja 
  5. HIV AIDS; Kutukan Dari Tuhan


Contoh Makalah HIV AIDS Penjaskes Download
Contoh Makalah HIV AIDS Penjaskes

Pembahasan sudah selesai, giliran teman- teman semua menyusun makalahnya dengan benar, semoga makalahnya cepat selesai.


Human immunodeficiency virus infection and acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) is a disease spectrum of the human immune system caused by infection with human immunodeficiency virus (HIV).[1][2][3] Following initial infection, a person may experience a brief period of influenza-like illness. This is typically followed by a prolonged period without symptoms. As the infection progresses, it interferes more and more with the immune system, making the person much more susceptible to common infections like tuberculosis, as well as opportunistic infections and tumors that do not usually affect people who have working immune systems. The late symptoms of the infection are referred to as AIDS. This stage is often complicated by an infection of the lung known as pneumocystis pneumonia, severe weight loss, a type of cancer known as Karposi's sarcoma, or other AIDS-defining conditions.


HIV is transmitted primarily via unprotected sexual intercourse (including anal and oral sex), contaminated blood transfusions, hypodermic needles, and from mother to child during pregnancy, delivery, or breastfeeding.[4] Some bodily fluids, such as saliva and tears, do not transmit HIV.[5] Prevention of HIV infection, primarily through safe sex and needle-exchange programs, is a key strategy to control the spread of the disease. There is no cure or vaccine; however, antiretroviral treatment can slow the course of the disease and may lead to a near-normal life expectancy. While antiretroviral treatment reduces the risk of death and complications from the disease, these medications are expensive and have side effects. Without treatment, the average survival time after infection with HIV is estimated to be 9 to 11 years, depending on the HIV subtype.(Sumber: Wikipedia)

Thursday, March 12, 2015

The Story of Bawang Putih and Bawang Merah

11:37 PM By Kumpulan Tugas ,

The Story of Bawang Putih and Bawang Merah. apa sih cerita bawang putih dan bawang merah? yaitu sebuah cerita yang mengisahkan seorang gadis (bawang putih) yang selalu disakiti dan dijahati oleh saudara tiri ( bawang merah) dan ibu tirinya. pastinya cerita ini seru dan menarik karena dapat kita jadikan bahan ide untuk membuat naskah drama pertunjukan/ teater. langsung saja kita simak artikel dibawah ini!

Bawang Putih lived with her step mother and her step sister, Bawang Merah. Bawang Putih's mother died when she was a baby. Her father remarried another woman and later her step sister was born. Unfortunately, not long after that her father died. Since then, Bawang Putih's life was sad. Her step mother and her step sister treated Bawang Putih badly and always asked her to do all the household chores.

One morning, Bawang Putih was washing some clothes in a river. Accidentally, her mother's clothes were washed away by the river. She was really worried so she walked along the river side to find the clothes. Finally she met an old woman. She said that she kept the clothes and would give them back to Bawang Putih if she helped the old woman do the household chores. 

Bawang Putih helped her happily. After everything was finished, the old woman returned the clothes. She also gave Bawang Putih a gift. The old woman had two pumpkins, one pumpkin was small and the other one was big. Bawang Putih had to choose one.

Bawang Putih was not a greedy girl. So she took the small one. After thanking the old woman, Bawang Putih then went home. When she arrived home, her step mother and Bawang Merah were angry. They had been waiting for her all day long. Bawang Putih then told about the clothes, the old woman, and the pumpkin. Her mother was really angry so she grabbed the pumpkin and smashed it to the floor. Suddenly they all were surprised. Inside the pumpkin they found jewelries. 

"Bawang Merah, hurry up. Go to the river and throw my clothes into the water. After that, find the old woman. Remember, you have to take the big pumpkin," the step mother asked Bawang Merah to do exactly the same as Bawang Putih's experience. 

The Story of Bawang Putih and Bawang Merah
The Story of Bawang Putih and Bawang Merah


Bawang Merah immediately went to the river. She threw the clothes and pretended to search them. Not long after that, she met the old woman. Again she asked Bawang Merah to do household chores. She refused and asked the old woman to give her a big pumpkin. The old woman then gave her the big one. Bawang Merah was so happy. She ran very fast. When she arrived home, her mother was impatient. She directly smashed the pumpkin to the floor. They were screaming. 

There were a lot of snakes inside the pumpkin! They were really scared. They were afraid the snakes would bite them. "Mom, I think God just punished us. We had done bad things to Bawang Putih. And God didn't like that. We have to apologize to Bawang Putih," said Bawang Merah.

Finally both of them realized their mistakes. They apologized and Bawang Putih forgave them. Now the family is not poor anymore. Bawang Putih decided to sell all the jewelries and used the money for their daily lives.

Sumber
www.elraz.co.cc/english-texts/teks-monolog/narrative/77-bawang-merah-and-bawang-putih.html

Contoh Khutbah Jumat Lengkap

10:41 PM By Kumpulan Tugas ,

Contoh Khutbah Jumat LengkapKhutbah Jumat merupakan bagian yang sangat penting dalam ibadah sholat jumat yang dilakukan oleh kaum muslim. khotbah jumat dilakukan sebelum kita melakukan sholat jumat, dalam khutbah jumat kita akan mendapatkan nasehat yang baik serta ilmu-ilmu agama yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Berbagai macam tema khutbah dapat kita gunakan untuk khutbah jumat ini baik itu tema agama maupun tema kehidupan sosial budaya yang dilihat dari sisi agama. Pembahasan terpisah mengenai tema khubah jumat di Kumpulan Tema Khutbah Jumat.

Dalam menyampaikan khutbah jumat ini harus sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang telah ditentukan dengan bagian-bagian khutbah tertentu yang harus ada. Namun kali ini kita tidak akan membahas susunan atau aturan bagaimana khutbah jumat tersebut, yang akan kita bahas kali ini adalah beberapa contoh teks khutbah jumat yang sengaja disusun sebagai referensi bagi kita yang akan mempelajarinya. Dari contoh-contoh khutbah jumat yang akan disusun dibawah ini diharapkan dapat memberikan sumber pengetahuan bagi kita semua.

Sebagaimana kita ketahui khutbah jumat terdiri dari dua bagian yaitu khutbah pertama dan khutbah kedua. Kedua bagian tersebut juga mempunyai rukun khutbah jumat yang harus dipenuhi dalam pelaksanaannya, sebagai contoh khutbah jumat itu wajib dimulai dengan hamdalah. Yaitu lafaz yang memuji Allah SWT. Penjelasan lebih lanjut mengenai rukun khutbah jumat bisa kita lihat di Rukun Khutbah Jumat.


Contoh Khutbah Jumat Terbaru

Untuk tambahan referensi, sebelum mencari berbagai contoh yang sudah diberikan disini berikut akan kita pelajari terlebih dahulu sebuah contoh terbaru untuk teks  khotbah. Teks khotbah berikut berjudul "Kesempurnaan Iman", selengkapnya dapat dilihat di bawah ini. 

الحمد لله, الحمد لله الذى خلق الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله.  اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين. اما بعد
فياأيهاالحاضرون اتقوالله, اتقوالله حق تقاته ولاتموتن الا وانتم مسلمون

Hadirin jama’ah jum’ah yang berbahagia
Saya berwasiat kepada diri sendiri dan jama’ah sekalian untuk senantiasa betaqwa kepada Allah, dengan taqwa yang sebenar-benarnya. Marilah kita beryukur kepada Allah atas segala rahmat dan karunia yang dilimpahkan kepada kita. Terutama ni’mat iman yang mampu mendorong kita semua beristiqomah mengabdi dan menjalankan jama’ah jum’ah yang penuh berkah ini. Mengapa demikian, karena iman harus menjadi landasan segala amal perbuatan dan perilaku kita. Allah tidak menerima segala bentuk amal perbuatan yang tidak didasari dengan keimanan

Hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah
Iman dan ibadah ibarat benih dan buahnya. Benih yang bagus harus dapat menumbuhkan pohon dengan kwalitas buah yang terjamin. Dan begitu juga sebaliknya, buah yang berkwalitas akan mampu menjadi benih di masa mendatang. Daur ulang kedua inilah yang nantinya akan menaikkan kwalitas keduanya.

Dengan peningkatan yang berkesinambungan antara iman dan ibadah ini secara bertahap akan mampu menaikkan derajat ketaqwaan kita kepada Allah sehingga, kita menjadi seorang mukmin yang sempurna. Iman semacam inilah yang kita harapkan mampu meredusir keinginan dan syahwat serta maksiat, sehingga ketaatan kita kepaa Allah semakin mantap.  Ketika kita merasa yakin kepada Allah swt, maka kepasrahan kita kepada-Nya akan semakin total. Pada saat inilah kita mencapai pada satu tingkat yang disebut para sufi dengan ketakukan (khauf) dan harapan (raja’) seperti yang tergambarkan dalam surat al-Anfal ayat 2

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

Hadirin jama’ah jum’ah yang mulia
Dari keterangan ayat di atas kita dapat menyimpulkan bahwa tawakkal  merupakan syarat menjadi mukmin yang sempurna. Seorang mukmin yang dalam hatinya tidak tebersit kekhawatiran menghadapi dunia dan segala kekurangannya, sehingga yang tertinggal dalam hatinya adalah timbunan keikhlasan,  dan kepasrahan. Modal inilah yang membuat seseorang rajin taat beribadah, sholat, zakat, puasa, bersedekah dan beribadah lainnya.

Bentuk ibadah formal seperti ini merupakan cerminan tingkat ketaqwaan seseorang. Model iman seperti inilah yang mampu menghantarkan kita selalu ingat kepada Allah swt (Dzikrullah). Sehingga semua amal perbuatan hanya kita sandarkan kepada Allah swt semata. Dzikir seperti inilah yang dijanjikan oleh Allah kepada manusia akan derajat yang mulia. Baik di mata manusia maupun di mata-Nya. Bisa saja derajat itu diberikan ketika masih hidup, ataupun kelak ketika janntun naim. Seperti yang termaktub dalam al-Qur’an

أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقّاً لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيم

Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (ni’mat) yang mulia.

Jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah
Rasa-rasanya sudah banyak rahmat yang telah dilimpahka oleh Allah kepada kita. Pernah kita menghitung berapa kali nafas kita hembuskan? Berapa kali kita mendapat kebahagiaan? Berapa kali kita terselamatkan? Andaikan Allah menghendaki yang lain, masihkah kita dapat berkumpul disini? Andaikan Allah menghentikan kerja pernafasan kita beberapa menit, apa yang terjadi? Pernah kita berpeikir untuk berterimakasih kepadanya?

Nah, jika demikian bukankah sudah sewajarnya kita mengabdi kepada-Nya, kita menyembahnya setulus hati, bukankah hanya Allah yang mampu memberikan kebahagiaan yang selama ini kita nikmati? Anak, istri, keluarga, semuanya adalah dari-Nya. mengapa kita masih menuntut surga untuk mengabdi kepada-Nya. itulah kita manusia. Selalu merasa kurang dan lupa. Iman yang kuat akan melestariakn ingatan kita kepada-Nya. ingatan yang tidak terbatas dengan ruang dan waktu tertentu. Inilah zikrullah yang hakiki.

Jama’ah rohimakumullah
Ingatlah bahwa Allah telah memberikan begitu banyak rahmat kepada kita, mengapa kita masih sering merasa enggan mengabdi kepada-Nya? Semoga khutbah ini bermanfaat bagi kita semua. amin

بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم


Sumber: Majalah Nahdlatul Ulama Aula

Kumpulan Contoh Khutbah Jumat

Setelah membaca beberapa penjelasan diatas sekarang kita sedikit ada gambaran bagaimana seharusnya khutbah jumat itu disusun, untuk lebih jelasnya kita bisa melihat contoh-contoh khutbah jumat seperti berikut ini:
  1. Sebab-sebab lapangnya hati
  2. Nikmat dan azab kubur
  3. Ahlak islami
  4. Persiapan Menyambut Ramadhan
  5. Meraih Kemenangan Dengan Ketaatan (Khutbah Idul Fitri)

Contoh Khutbah Jumat Lengkap
Kumpulan Contoh Khutbah Jumat Lengkap

Selain khutbah, untuk sobat pelajar yang belajar juga mengenai materi pelajaran Agama Islam tentang kultum dapat membacanya pada artikel Contoh Kultum Terbaru. Demikianlah pembahasan Contoh Khutbah Jumat Lengkap kita kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, amin...