Friday, December 4, 2015

Cerpen Singkat Terbaru, Pernikahan Dini

5:28 PM By Kumpulan Tugas ,

Cerpen Singkat Terbaru, Pernikahan Dini - Hati-hati, jangan berbuat dosa atau kita akan merasakan akibat buruknya bahkan entah sampai kapan. Dengarkan nasehat orang tua, hindari hal yang tidak berguna seperti pacaran karena itu adalah salah satu jalan syetan untuk menjerumuskan dan menghancurkanmu!

Begitulah yang diisyaratkan dalam cerita pendek kali ini. Sebuah nasehat berharga untuk kita renungkan dan untuk kita ingat baik-baik. Sebagai anak muda, generasi penerus sebaiknya kita benar-benar mendengarkan nasehat orang tua. Patuhilah apa yang mereka katakan karena mereka ingin yang terbaik untuk kita anaknya. Jangan sampai kejadian seperti yang digambarkan pada cerpen singkat terbaru berikut menimpa kehidupan kita.

Pernikahan Dini
Oleh Miftahul Jannah

Suatu hari sepulang sekolah, Jejes dan teman-temannya berencana hangout di mall tapi karena ibunya sedang sibuk terpaksa memberi izin untuk Jejes dan tidak bisa menemani. Mengetahui hal itu, bersyukur teman-teman Jejes.

“Jeshinta Varani, gue mau tanya samo lo? Elo gak malu apa? Kalau kita mau hangout bareng ibu kamu, selalu ikut.” Celetuk salah satu teman membuka topik pembicaraan.

“Lah kenapa mesti malu? Lagian kan kalau bareng ibu kita bisa makan gratis, toh dia juga ibu aku sendiri.” Jawab Jejes dengan santai.
“Gue bilangin ke elo ya, elo emang gak malu, tapi kita yang malu. Elo itu udah gede Jes, kita bukan anak kecil lagi. Elo itu mestinya malu, elo gak mikir apa? Setiap kita hangout bareng pasti semua orang pada ngeliatin kita dan pada mikir “Ngapain tuh ibu-ibu pake ikutan segala” nyadar nggak elo Jes?” gerutu temannya.

“Ya aku juga mikir kali, tapi ya mau gimana lagi? Masa iya aku mau ngelarang? Kan gak sopan yaudahlah biarin aja.” Sahut Jejes tetap dengan santai.

“Elo itu pura-pura polos atau bego sih Jes? Elo itu udah ABG (anak baru gede). Harusnya elo itu udah pergi sendirian kalu kemana-mana nggak sam ibu elo itu lagi Jes!” Jawab temannya dengan kesal.

“Bener itu harusnya elo itu hangout bareng kita tanpa ibu. Untung aja tadi ibu elo sibuk, jadi gue mau hangout bareng elo, Jes. Kalau misalkan tadi ibu elo ikut gue pasti tadi gak bakal ikut. Elo gak malu dibilang “Anak mami” Jes. Kalau gue jadi elo gue mah pasti ogah.” Timpal salah satu teman yang lain. Kata-kata yang cukup menyinggung hati dan membuat Jejes terdiam.

Sepulang dari mall, dirumah dia ngerasa apa yang dibilang sama teman-temannya ada benarnya juga. Selama ini, dia selalu nurutin apapun yang dibilang orang tuanya. Karena itu dia jarang main bareng temen, ngerasain apa itu jatuh cinta? Ngerasain masa-masa labilnya remaja. Dia lewatin gitu aja karena terlalu fokus belajar, sekolah dan bikin bangga ayah ibunya. Semalaman penuh dia renungi ucapan teman-temannya, dan akhirnya dia mutusin buat merubah sikap dan perilakunya. Perubahan Jejes berlangsung secara bertahap-tahap.

Perubahan itu misalnya, yang tadinya dia kalau berangkat sekolah selalu diantar jemput sama supir atau ayahnya, tapi sekarang tidak lagi. Yang tadinya hangout selalu diikutin ibunya sekarang tidak lagi. Sekarang Jejes sudah bermetamorfosis menjadi cewek populer disekolahannya dan mempunyai penggemar yang rata-rata cowok.

Kesuksesan perubahab Jejes bukan saja karena bantuan dari teman-temannya, tetapi juga karena seorang cowok item manis dan keren yaitu Aldo Prasetya. Anak bikers atau anak motor ini sudah resmi menjadi kekasih hati Jeshinta Varani. Cowok berumur 18 tahun, dia kenal dari akun media sosial miliknya. Tetapi kehadiran Aldo tidak sepenuhnya membawa pengaruh baik bagi Jejes. Perubahan drastis Jejes yang dialaminya membuat dirinya berani membantah kedua oarang tuanya. Bagi Jejes kini yang terpenting untuknya bukan lagi orang tuanya melainkan Aldo, cowok bikers yang romantis dan bikin dunia menjadi indah pikir Jejes.

Semenjak pacaran dengan Aldo, dunia malam dan pergaulan bebas melekat pada diri Jejes. Sampai kesalahan fatal terjadi, Jejes positif hamil. Mengetahui hal itu Jejes menangis dan langsung menemui Aldo.

“Aldo, aku hamil.” Tanpa basa-basi Jejes langsung mengatakan hal itu. “Apa kamu hamil? Apa kamu serius?” Tanya Aldo dengan raut muka yang sumringah. “Ya, aku hamil. Kamu harus tanggung jawab do, aku takut.” Menetes air mata Jeshinta. “Ya Tuhan terimakasih. Aku pasti tanggung jawab, kamu jangan sedih ya?” Ucap Aldo sambil memeluk Jejes.

“Kamu bilang jangan sedih? Nggak waras kamu, aku hamil kamu malah senang. Hrusnya kamu kan bilang? Tapi kenapa kamu bilang mau tanggung jawab, kan biasanya kalu dicerita cerpen yang aku baca, kalau cowok tau hal kayak gini dia pasti lari dari tanggung jawab.” Jejes merasa heran

“Hei kamu? Makanya jangan kebanyakan baca cerpen, film sinetron. Ini kehidupan nyata sayang bukan dunia fiksi. Kmu pikir aku cowok jahat yang mau pergi ninggalin kamu kayak gitu aja? Ninggalin gadis secantik dan sebaik kamu? Gitu aja cuman karena hamil, itu mustahil. Aku ngelakuin hal itu karena aku sayang kamu dan aku mau serius sama kamu. Udah ngerti sekarang?”

Aldo menjelaskan panjang kali lebar. “Apa? Jdi kamu sengaja. Jahat kamu! Tapi yaudahlah aku memang gak salah nilai kamu. Terimakasih.” Jawab Jejes yang masih menangis. “Aku minta maaf karena dengan sengaja ngelakuin hal itu. Sekarang ayo kita temuin orang tua kamu” memberanikan diri.

Cerpen Singkat Terbaru, Pernikahan Dini
Ilustrasi Cerpen Singkat Terbaru, Pernikahan Dini

Aldo dengan rasa keyakinan, meberanikan diri menemui ayah dan ibu Jejes untuk melamar pujaan hatinya itu - Cerpen Singkat Terbaru. Aldo juga pasti tau resikonya, tapi dengan keyakinan hati dia menjelaskan semua pada orang tuanya Jejes. Pada awalnya orang tua Jejes tidak merestui tetapi berkat Jejes akhirnya orang tuanya merestui hubungan Aldo dengan Jejes dan menerima lamaran Aldo.

Meskipun akhirnya menikah namun prahara dan cobaan ternyata selalu menghantui kehidupan mereka. Tak dapat dipungkiri bahwa mereka berdosa dan mungkin karena itulah jalan hidup mereka dalam pernikahan begitu sulit. Mungkin itulah azab dan hukuman yang harus mereka hadapi karena berbuat dosa besar. Sebelum benar-benar bertobat bahkan doa orang tua pun seperti tak mampu membantu mereka berdua.

---Tamat---

Tuesday, November 17, 2015

Cerpen tentang Keluarga, Rumah Cinta

8:30 AM By Kumpulan Tugas , ,

Cerpen tentang Keluarga, Rumah Cinta - Dengan adanya tambahan koleksi cerpen berjudul "rumah cinta" berikut ini diharapkan semua pengunjung setia situs tugas sekolahku ini bisa bergembira dan lebih mudah dalam mencari cerita pendek. Cerpen kali ini tidak berbeda dengan yang lain yaitu ditulis dengan bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti. Meski begitu cerpen ini juga tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan cerita - cerita lain yang sudah diterbitkan sebelumnya.

Benar-benar sebuah karya sederhana yang dibuat dengan penuh rasa dan sentuhan yang sempurna, cerpen keluarga berikut memang layak menjadi salah satu bahan belajar kita semua. Cerpen bertema kehidupan keluarga ini menggambarkan betapa besarnya cinta yang ada dalam sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, adik, kakak dan saudara lain serta mungkin kakek dan nenek. Supaya lebih lengkap, sebelum membaca karya tersebut silahkan cek juga beberapa karya lain di bawah ini.

Cerpen keluargaku
Cerpen kehidupan
Cerpen keluarga broken home
Cerpen keluarga bahagia
Cerpen keluarga islami
Cerpen lucu
Cerpen cinta
Cerpen keluarga sedih
Cerpen tentang keluarga

Kalau saja masih ada yang kurang berkenan dengan contoh cerpen keluarga tersebut maka bisa melihat beberapa karya lain di atas. Atau bisa juga langsung mencari cerita yang diinginkan dari kotak pencarian situs di sebelah pojok kanan atas. Sekarang supaya tidak ngelantur kemana-mana mari kita baca kisah cerpen menarik tersebut di bawah ini.

Rumah Cinta
Oleh Lisa Nanda Sumantri

Namaku ghaida clara utary biasa dipanggil ghaida. Umurku baru menginjak 17 tahun. Aku mempunyai hobby yang sangat dibenci orang tuaku keluyuran tapi bukan siang hari ,melainkan malam hari. Orang tuaku selalu marah ketika aku pulang larut malam.ya aku melakukan ini semua karena aku bosan dengan suasana rumah. Rumah? Bagiku itu seperti neraka duniawi, aku mulai membenci rumah sejak pertengkaran kedua orang tuaku dua tahun silam dan menyebabkan perpisahan orang tuaku. 

Selang satu tahun mereka memutuskan untuk rujuk, karena melihat aku yang semakin brutal, makin sering keluyuran bahkan pernah satu minggu tidak pulang ke rumah. Meskipun kedua orang tuaku sudah bersatu kembali aku tetap tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruk ku ini sekarang aku malah menjadi pembangkang, tidak bisa dinasehati, mudah marah, ya itulah aku korban broken home. 

Lalu lalang kendaraan mulai sepi, jam menunjukan pukul 22.30 namun aku belum juga beranjak dari tempat dudukku. Tiba- tiba doni datang membawa seorang temannya. Aku memperhatikan teman doni, aku belum pernah melihatnya sebelumnya. Badannya tinggi, kulitnya sawo mateng, badan tidak terlalu kurus dan badannya penuh dengan tattoo dari leher sampai tangan, tetapi pakaiannya rapi. Aku sedikit ngeri melihatnya. “ Ghaida kenalin ini fery, fery kenalin ini Ghaida” “fery” ucap lelaki itu seraya menjulurkan tangannya “ Ghaida” ucapku ramah sembari mejabat tangannya. Lalu kamipun berbincang- bincang, bercanda, tertawa seolah tidak ada masalah yang membebani hidup kami. Tiba- tiba handphone doni berbunyi, mukanya terlihat gelisah setelah membaca pesan singkat yang masuk. “ lo kenapa don?” tanyaku dengan penasaran

“mama gue masuk rumah sakit da, sakitnya kambuh, fer loe ntar anterin Ghaida pulang ya, gue mau kerumah sakit” pinta doni
“ iya don ntar biar gue yang anter Ghaida” jawab ferry 
“ gue duluan ya temen- temen” 
“iya don hati- hati ya” 

Haripun semakin larut ferry melirik jam tangannya “ udah malem da gue anter pulang yuk” kata ferri
“ yuk fer” jawabku semangat. Sekitar 30 menit kemudian kita sampai “ maksih ya fer udah nganterin gue” 
“ iya sama- sama da oh iya da besok gue sama anak-anak mau ngadain bakti social lo mau ikut gak da?” Tanya feri 
“ seru tu fer kayaknya, gue ikut dong” 
“besok kita kumpul dijalan cempaka, kita mulai jam 08.00 lo datang aja” 
“ oke fer” 
“ ya udah ya da gue pulang” 
“ iya fer hati- hati” 

Ternyata sejak tadi mamamemperhatikan percakapan ku dengan fery 
“ itu siapa da, badan bertatto, penampilan seperti jalanan, apa tidak bisa cari teman itu jangan seperti dia, masih banyak kan yang baik!!” 
“ dia juga baik kok ma” 
“ baik yang seperti apa?mana ada orang seperti dia yang baik!”
“ terserah mama lah, ghaida capek mau istirahat” kataku sambil membanting pintu kamar. 

Ini bukan kali pertama aku bertengkar dengan mama. Aku bingung dengan jalan fikiran mama, ah aku selalu pusing jika memikirkannya.

Mentari pagi sepertinya sudah muncul, udara dingin di luar membuatku malas untuk beranjak dari tempat tidur. Ku raih handphone di meja dekat tempat tidur, ternyata baru pukul 06.30. aku menarik selimut dan mencoba memejamkan kataku, namun tidak bisa sepertinya aku melupakan sesuatu - Cerpen tentang Keluarga. Setengah jam lebih aku mencoba mengingatnya tapi tidak bisa. Aku terus mencoba mengingatnya dan akhirnya teringat. “ oh iya gue kana da janji sama fery” akupun langsung berlari menuju kamar mandi, setelahberganti pakaian aku pun bergegas menuju jalan cempaka tempat berkumpul fery. Sesampainya disana ternyata mereka sudah berkumpul semua, langkahku pun terhenti sejenak saat melihat fery dan teman- temannya. Aku ragu untuk melangkahkan kakiku ke segerombolan anak punk di depanku. Penampilan mereka menyeramkan, badannya penuh tattoo, bahkan ada salah satu dari mereka yang rambutnya warna – warni. 

“ da sini ngapain lo diem disitu?” teriak fery
“iya fer, maaf y ague telat” ucap ku
“ iya gak papa kok da, oh iya da kenalin ini temen- temen gue, radak serem si tapi sebenernya baik kok hehehe” ucap fery sembari tertawa ringan
“ hai gue Ghaida, seneng bisa ngenal kalian” ucap ku
“ hai Ghaida” ucap mereka serempak

Tepat pukul 08.00 kami memulai bakti social, kami mengumpulkan dana mulai dari pasar tradisional hinggakerumah- rumah warga, dan kelihatannya mereka sudah sering melakukan bakti social ini sehingga warga sudah tak ragu untuk memberikan sumbangan.

Sekitar pukul 11.00 kami selesai melakukan bakti social dan kita pun langsung menuju panti asuhan yang biasa didatangi oleh mereka. RUMAH CINTA tulisan itu Nampak jelas digerbang masuk panti. Dari namanya sudah bisa dibayangkan jika panti ini penuh dengan cinta dan kasih sayang, dan benar sekali keadaan didalamnya memang penuh dengan cinta dan kasih sayang. Cinta dan kasih sayang dari seorang perempuan baik hati dan dengan kesabarannya sehingga menumbuhkan anak- anak yang baik di panti asuhan ini. Dia adalah ibu rosalia sofia yang kerap dipanggil ibu Sofi sebagai pengurus panti “ bu sofi, ini ada sedikit uang mungkin bisa sedikit meringankan beban panti ini bu” ucap fery sopan

“ terimakasih nak, uang ini ibu terima. Semoga kebaikan kalian di balas oleh Tuhan” 
“ amin bu” ucap kami serempak

Setelah itupun kami bermain bersama anak- anak mereka terlihat akrab dengan fery dan teman- temannya. Ya mungkin karena fery dan temannya sudah sering ke panti ini. Melihat anak- anak itu bermain aku jadi teringat masa kecilku dulu, masa kecil yang menyenangkan, masa kecil yang aku rindukan. Di mana aku, mama dan papa bisa menghabiskan waktu bersama. Kita jalan- jalan, bermain- main di taman, dan membeli es krim kesukaanku. Tapi sekarang? Semuanya sudah berubah aku hanya seorang remajalabil yang melampiaskan kemarahan akibat keretakan keluarga. Tak terasa air mataku mulai meleleh dan mmbasahi pipi, aku sangat menyesali sikap ku selama ini kepada mama dan papa.

“nok- nok” tegur ibu sofi, kontan saja itu membuyarkan lamunan ku. “ iya bu” jawab ku sembari mengusap air mata di pipi
“ kenapa kamu menangis nak, apakah kamu sedang ada masalah, cerita pada ibu nak, siapa tahu ibu bisa membantu” Tanya ibu sofi dengan lembut
“ saya menyesal bu”
“menyesali apa nak” 

“ saya menyesali sikap saya selama ini, sikap saya kepada orang tua saya bu, saya semata- mata hanya melampiaskan kemarahan dan kekecewaan saya bu karena setahun silam orang tua saya pernah berpisah, walaupun kini mereka sudah kembali bersatu, tapi rasanya kecewa itu masih ada bu, itu yang membuat saya menjadi urakan, sering pulang malam dan tak mendengarkan nasehat orang tua saya bud an saya menyesal” ucap ku sambil menangis

“ yang sudah berlalu lupakanlah nak, minta maaflah kepada orang tuamu, jangan diulangi kebiasaan buruk mu, orang tuamu pasti memaafkannya nak. Percayalah nak” ucap ibu sofi sambil memelukku. Hangat pelukan seorang ibu yang sudah lama tidak aku rasakan mama dan papa maafin Ghaida.

Haripun semakin sore kami pun berpamitan dengan anak- anak dan ibu sofi
“ bu kita pamit ya udah sore” ucap fery
“ iya nak, terimakasih ya buat semuanya, hati- hati di jalan” ucap ibu sofi 
“ iya bu” ucap kami serempak

Diperjalanan pulang kita melihat ada yang sedang dirampok.
“ eh fer kayaknya gue kenal deh sama orang yang di rampok itu” ucap ku
“ yang bener lo da” tegas fery
“ iya bener loh, itukan mama papa gue” ucapku panik

Feri dan teman- temannya langsung berlari menuju tempat mama dan papa. Dan mereka berhasil mengalahkan perampok tersebut, Cerpen tentang Keluarga, Rumah Cinta.

Cerpen tentang Keluarga, Rumah Cinta
Foto: Ilustrasi Cerpen Keluarga/abiumi.com

“ ibu dan bapak tidak kenapa- kenapa kan?” Tanya feri
“ enggak kok nak” ucap papa
“ terimakasih banyak ya nak” ucap mama
“ feri dan teman- temannya baik kan ma. Gak semua orang yang bertatto jahat kan ma?” ucapku sambil meledek
“ iya iya terimakasih banyak ya nak, gak tau nama kalian semua, maaf juga ya ibu sudah berfikir yang tidak- tidak dan menganggap kalian semua” kata mama

“ gak papa kok bu, kita sudah sering di judje negatif, tapi ya sudah konsekuensi yang harus kita terima, karena tattoo dibadan kami” kata salah seorang teman fery
“ ma, pa maafin Ghaida ya, Ghaida nyesel selama ini sudah bersikap seperti itu pada mama dan papa. "Maafin Ghaida ya” ucap ku sambil menangis.
“ udah dimaafin kok nak, jangan diulangi lagi ya mama dan papa itu sangat menyayangi mu, maafin mama dan papa juga ya nak karena kurang memperhatikanmu” ucap mama dan kami bertiga pun berpelukan

RUMAH CINTA rumah yang membawa cinta dan kasih sayang, rumah yang telah menyadarkan ku tentang kesalahan ku dan betapa berartinya kasih sayang orang tua. Rumah yang bisa menampilkan sisi lain dari fery dan teman- temannya, rumah cinta ya benar memang banyak cinta didalamnya.

--- Tamat ---

Sunday, November 15, 2015

Cerpen Persahabatan Terbaru, Best Friend Forever

8:52 PM By Kumpulan Tugas , ,

Cerpen Persahabatan Terbaru, Best Friend Forever - Yang berikut ini juga masih membahas mengenai lanjutan beberapa karya cerita pendek yang sebelumnya diberikan. Kali ini cerpen yang akan kita baca adalah sebuah contoh cerpen tentang persahabatan yang ceritanya sangat menarik. Tentu saja, sesuai judul yang ada maka cerpen ini akan berisikan cerita persahabatan seseorang.

Karena cerpen persahabatan tersebut adalah termasuk cerpen remaja sekolah maka kisah persahabatan yang diceritakan adalah kisah-kisah yang dialami di lingkungan sekolah. Bisa disimpulkan bahwa kisahnya merupakan cerita kehidupan belajar di sekolah yang berkaitan dengan sahabat-sahabat yang dimiliki. Di tulis dengan gaya bahasa yang sederhana, cerpen berjudul "best friend forever" ini cukup menarik dan mudah untuk diikuti jalan ceritanya. Seperti apakah cerita selengkapnya, mari kita baca langsung di bawah ini.

Best Friend Forever
Oleh Hesti Ulfa Riana

Suasana kelas dahulu menurutku terasa sepi. Tak ada kegembiraan bagiku. Sangat hambar seperti sayur tanpa garam. Iya, tapi setelah kenal mereka semua itu sangat berubah, semua menjadi kegembiraan, senang, riang bahkan saat menangispun kita bersama. Ya mereka sahabat - sahabat terbaikku.

Tapi sebelum kenal mereka kami sangat acuh tak acuh. Mereka tak peduli dengan ku. Saat pertama kali kita berkumpul kita dijadikan satu kelompok saat mengerjakan tugas oleh guru kami. disitulah kami mulai berkenalan. Aku mulai memperkenalkan diriku kepada mereka. 

“ Hai kawan, boleh aku Tanya nama kalian?” tanyaku dengan semangat.
“ Boleh, boleh banget” sahut mereka.
“ Iya, kenalin aku esti ulfa, kalian siapa namanya?” tanyaku
“ Aku ningrum, aku Julia, aku yuli dan aku Dilla” sahut mereka satu persatu

Dan mulai dari situlah kami mulai bareng, kami selalu bersama. Dan saat bel pulang sekolah kami berpisa. Iya seperti sekarang ini. Bel mulai berbunyi teet….teet..teet.dan kamipun pulang. Aku selalu pulang bersama dengan Yuli karna kami searah.kalian tau gak guys aku sama yuli pulangnya selalu jalan :0 dan rumah kita lumayan jauh dari sekolah lo :o sekitar 3 KM lebihlah :o

Tapi seneng kita kalau capek berhenti di kedai .
“ Ulfa, ayo kita berhenti di kedai” kata yuli
“ Ayok, aku capek, panas terik jalan, jadi tenggorokan berasa kering” kataku sambil tertawa
“ hayu, hayu” kata yuli

Dan kita berhenti dikedai tersebut sambil menghabiskan es. Lalu kita pulang. Pagi yang cerah dan burung- burung pun mulai berkicau diatas pohon,dan akupun terbangun dari tidurku. Dan haripun dimulai - Cerpen Persahabatan Terbaru. Aku beranjak dari kamarku dan bersiap - siap untuk ke sekolah. Hari ini mungkin hari yang special bagiku karena sekarang aku genap berusia 16 tahun. Aku tak menyangka bahwa mereka ingat akan hari special itu. Mereka menutup rapat- rapat akan rahasia dan rencana yang akan dilakukan mereka untukku. Saat pulang sekolah julia menarikku.

“ Ulfa ikut aku yuk. Kita makan dikedai yang biasanya” kata julia
“ ayok, kita perginya bareng- bareng kan Julia” kataku dengan sangat bahagia
“ Ah, Enggak Fa Dilla, Adya sama yuli nggak ikut” jawab Julia
“ loh, kok gitu,kenapa mereka ngak ikut?” tanyaku
“ Nggak tau si, tapi katanya Yuli mau jalan sama pacarnya, adya pergi dan Dilla makan bareng sama gebetan” kata Julia
“ ah, ya udah. Ayok kita berangkat say!” kataku

Sudah sampai di kedai kita langsung pesan makanan dan tak lama dari itu, datanglah Adya, Dilla dan Yulia mereka membawa cake dan sambil menyanyikan lagu bahagia itu. Wah rasanya itu bener- bener bahagia nggak nyangka ini semua seperti mimpi.

Dan akupun lalu memeluk mereka. Acara selesaipun kami pulang. Sebelum pulang aku mengatakan
“ kalian sahabat terbaikku terimakasih untuk semuanya, kita gak akan pisah yah” kataku dan kita pulang.

Singkat cerita………….
Sudah 3 tahun kita bersama mungkin besok kita akan berpisah, dan mungkin akan jarang bertemu, bahkan sangat jarang hanya bisa kontakkan via pesan singkat, via telpon, via black berry message dan lain- lain. Tapi kita tak kan pernah lupa dan saling melupakan. 

Saat aku membayangkan itu semua tiba- tiba mereka datang menghampiriku .
“ Hayo, ulfa lagi ngelamunin siapa? Masih ngelamunin Rizi ya?” kata dilla sambil menggodaku
“ Ah, Dilla mah gitu kan jadi malu, tapi aku gak lagi ngelamunin itu kok. Aku…” jawabku sambil menunduk
“ Aku… apa Fa!?” kata mereka secara bersama.
“ Aku, aku masih bingung, aku sedih aku galau” jawabku
“ Kamu kenapa? Tanya dilla dan adya
“ Aku sedih, kita kan udah kelas 3 jelas dong bentar lagi kita pisah. Kita gak bareng lagi, kita pasti akan pisah dan kalian pasti akan melupakan semua tentang kita?” jawabku

Lalu Adya menjawab
“ kamu itu ngomong apa si, Fa? Kita tak akan pisah walaupun pisah kami masih akan saling peduli kamu tenang aja ya”
“ tapi aku takut” jawabku
“ kamu gak perlu takut, kami akan selalu ada untukmu,dan semuanya” kata mereka bersama

Lalu saat membicarakan hal itu bel pulang berbunyi teet… teet…teet..kami lalu berpisah. Esok harinya kami berkumpul lagi disekolah saat jam pelajaran dimulai tiba-tiba ada pengumuman ketua kelas. Lalu ketua kelas kami pun langsung beranjak pergi kesumber suara. Tak lama dari itu pun ketua kelas kembali ke kelas dan pengumuman itu.. tentang perpisahan yang akan dilakukan sebentar lagi. Mendengar itu aku hanya diam. Aku hanya memikirkan bagaimana aku ini sebentar lagi kita gak bisa kumpul lagi.

Hari berganti hari dan jam ke menit dan menit ke detik dan acara itu pun dimulai. Kita dan seluruh murid memakai baju khas Indonesia yaitu batik, aku sendiri memakai batik dan dandan dengan cantik : o begitu pula dengan para sahabatku. Saat acara dimulai kita merasa senang tapi ketika sudah selesai aku takut lalu aku memanggil sahabatku.

“ yuli, dilla Julia, adya sini geh aku mau ngomong” kataku
“ kamu mau ngomong apa say” jawab mereka
“ kita bentar lagi pisah, kita tinggal menghitung hari, kalian bakalan pergi dan sekolah ke sekolah yang lebih tinggi lagi. Kita akan berpisah, kita bakalan jarang kumpul. Kataku sambil menangis.

“ Ulfa kita emang bakalan pisah tapi kita bakalan dekat dihati, kamu jangan menangis ya? Aku juga sedih kalo inget- inget dengan hal ini. Please ya jangan nangis” kata mereka

“ Iy tapi kita bakalan kontakan terus ya” kataku
“ iya kita bakalan kontakan terus, jangan pernah merasa bahwa kita bakalan lupa sama masa- masa kita. Suka duka kita dan semua tentang kita, kita sahabat jangan pernah berfikir kalau kita akan melupakan itu” kata Adya

“ iya kamu dan kita semua best friend forever” kata Yuli, dilla dan Julia
“ iya kita best friend forever” kataku sambil memeluk mereka.

Satu minggu dari perpisahan kami mendapat surat dari kepala sekolah yang isinya tentang kelulusan. Wah bayangkan kelulusan ! tapi orang tua kita yang akan mengambil amplop kelulusan. Dan hari itu pun datang aku merasa sangat tegang, sedih dan semuanya menjadi satu. Tegang karena kelulusan - Cerpen Persahabatan, sedih karena akan berpisah. Tak lama orang tua dari siswa pun membuka amplop dan isinya LULUS semua. Wah semuanya berteriak- teriak kegirangan.

Foto: Ilustrasi Cerpen Persahabatan Terbaru/idulgy.com

Aku bersama dilla, yulli, Adya dan Julia pun tak ketinggalan.dan kita sama-sama berteriak KAMI LULUS! 
“ kita udah lulus dan kita akan berpisah aku belum siap” kata Yuli
“ kamu ngomong apa yul?! Kita pisah buat sementara, lalu kita akan bersama kembali saat sukses” kata Adya.
“iya benar kata Adya tapi kita juga gak boleh kayak gini terus, kita harus sukses dan kita mungkin akan pisah” kata Julia

“ iya kita jalanin aja dulu” kata dilla sambil meledek
“ inget kita best friend forever kita sahabat selamanya, jangan pernah takut tentang kita pisah, kita bakalan dekat lagi” kata ku
“ iya bener sekali” kata mereka
Lalu kitapun berteriak “kita best friend forever”

Sekian!

Saturday, November 14, 2015

Cerpen tentang Pendidikan yang Singkat, Amara Pejuang Sukses

8:17 PM By Kumpulan Tugas ,

Cerpen tentang Pendidikan yang Singkat, Amarah Pejuang Sukses - Di sebuah kampus yang ada di Jakarta ada seorng maha siswi bernama amarah. Dia sering di kucilkan oleh beberapa temen-temen nya, lantaran dia bekerja sebagai seorang pembantu, bukan tanpa alasan mengapa amara menjadi seorang pembantu melainkan untuk membiayai kuliah nya sendiri, karena orang tua nya tidak sanggup membiayai kuliah nya. Sehari-hari nya ayah nya hanya bekerja sebagai seorang kuli bangunan. Dia mempunyai cita-cita bisa bekrja di sebuah perusahaan dan bisa membantu orang yang kurang mampu.

Pada pukul 10.00 pagi, tepat nya setelah jam mata kuliah telah selesai amara segera bergegas hendak menuju rumah majikan nya untuk bekerja, ketika ia akan beranjak dari tempat duduk nya, amara mendengar obrolan yang tidak enak dari belakang tempat duduk nya - Cerpen Pendidikan yang Singkat, dia mendengar rika dan sovi sedang menyindir nya, rika; eh si amarah itu kalok menurut ku sih dia itu mending nggak usah kuliah deh, secara dia kan kerja nya jadi pembantu, mendingan gajih hasil kerja nya yang jadi pembantu itu dia gunain aja buat ngehidupin keluarga nya ang nggak mampu itu. Jawab sovi; emang iya lagian walaupun dia kuliah jugak kayak nya nggak bisa deh ngerubah setatus nya dia yang jadi seorang pembantu. Jawab rika; yaiyalah pembantu ya tetep aja jadi pembantu.

Mendengar sindiran mereka perasaan amara menjadi sedih karena sindiran mereka terhadap diri nya. Bukan kali pertama amara mendengar mereka menyindir dan menjelek-jelekan nya namun sudah sering kali amara sering di sindir ataupun di jelek-jelekan dengan hal serupa, tapi dia selalu menanggapi nya dengn sabar dan tabah, ia hanya berfikir bahwa apa yang ia dengar dari perkataan mereka tersebut merupakan ujian dari ALLAH untuk menguji kesabaran nya.

Setelah itu iapun lekas berjalan keluar dari kelas ia hendak menuju rumah majikan nya untuk bekerja. Beruntung lah ia mendapat seorang majikan yang baik jadi majikan nya mengerti kapan waktu nya ia bekerja dan kapan waktu nya ia kuliah. Selepas ia bekerja di rumah majikan nya, iapun akan pulang kerumah nya. Pada saat ia berjalan pulang ia ingat pesanan ibunya untuk membelikan minyak dan sabun, amara pun mampir terlebih dahulu ke mini market.

Setelah membeli minyak dan sabun ia pun keluar dari mini market bersamaan denga seorang ibu-ibu. Pada saat ibu-ibu itu hendak membuka pintu mobil nya ada seorang pria yang diam-diam mendekati ibu itu dari belakang. Tiba-tiba pria itu langsung merampas tas milik ibu tersebut, dan berlari.

Melihat kejadian itu amara berusaha membantu ibu tersebut ia pun mengejar perampok itu ketika perampok itu hendak menaiki ojek amara pun langsung menghampiri perampok tersebut dan menarik tas ibu itu yang ada di tangan si perampok, sambil meneriakan "perampok-perampok", lalu orang-orang yang ada di sekitar pada saat itu langsung menangkap perampok dan membawa nya ke kantor polisi.

Akhir nya tas ibu itupun berhasil amara selamat kan, dengan wajah yang tampak senang ibu itupun langsung menghampiri amara, amara lalu mengembalikan tas ibu itu.
‘’ini ibu tas nya’’, jawab ibu tersebut
’’makasih ya nak, kamu sudah membantu ibu, kalau kamu tadik nggak bantu ibu mungkin tas ibu sudah di bawa kabur oleh si perampok itu’’, jawab amara
‘’iya bu sama-sama’’, jawab ibu
‘’nak sebagai terima kasih atas pertolongan mu ini ada sedikit uang buat kamu’’
jawab amara, ‘’ nggak usah bu, saya ikhlas kok nolongin ibu’’
"terima aja nak, ini sebagai tanda terimakasih saya, karna kamu sudah menolong saya’’.

Namun amara tetap menolak nya akhir nya mereka berkenalan, ‘’oh iya nama kamu siapa na?’’ Tanya ibu, jawab amara , dan ibu shinta menawarkan amara untuk pulang bersama, ibu shinta ingin mengantarkan amara pulang ke rumah nya,dan amara pun menerima tawaran ibu shinta.

Di tengah perjalanan mereka pun berbincang-bincang ‘’nak apa kamu masih kuliah?’’ Tanya ibu ‘’iya bu saya masih kuliah “ jawab amara ‘’ sudah semester berapa nak - Cerpen tentang Pendidikan yang Singkat - dan kalo boleh ibu tahu ngambil di fakultas apa, Tanya ibu kembali ‘’ saya sudah semester tiga bu dan saya mengambil fakultas management informatika bu soalnya dari dulu saya pingin kerja di perusahaan ‘’ oh ibu harab cita-cita kamu tercapai ya dan ibu shinta pun langsung turun dari mobil dan amara mengajak ibu shinta untuk masuk , namun handphone ibu shinta berbunyi.

Setelah menutup telfon nya ibu shinta berkata pada amara bahwa ia tidak bisa mampir dulu karena anaknya sedang di rawat dirumah sakit karena sakit maag nya kambuh , setelah ibu shita pulang amara pun mengetuk pintu rumah nya sambil mengucapkan salam ‘’ assalamualaikum bu, bu amara pulang. Ibunya amara pun membukakan pintunya , dengan wajah yang panik ibunya emberitahu kepada amara bahwa ayahnya mengalami kecelakaan saatsedang kerja di bangunan dan sudah di bawa ke rumahsakit dirawat di rumah sakit,amara pun langsung menuju ke rumah sakit tempat ayah nya di rawat, setelah sampai dirumah sakit amara langsung menuju ke ruangan tempat ayah nya di rawat, saat amara dan ibu nya akan masuk ruangan tersebut, dokterpun keluar dari ruangan ayah nya di rawat tampa basa basi amara pun langsung bertanya kepada dokter.

Amara: dok, gimana keadaan ayah saya?
Dokter: tenang ayah anda pada saat ini belum siuman, tapi sebentar lagi beliau akan segera siuman, beliau mengalami patah kaki, saya sarankan ayah anda harus segera di oprasi.

Amara: ayah saya harus segera di oprasi, dok, tapi biaya nya berapa ,dok?

Dokter: kira” bisa mencapai Rp 20.000.000.{amara pun terdiam sejenak sambil berfikir dari mana ia mendapatkan uang 20.000.000. untuk membiayai oprasi ayah nya, namun iyatetap menyanggupinya demi kesembuhan ayah nya, setelah itu amara pun duduk dengan ibu nya di depan ruangan tempat ayah nya di rawat, ibu nya pun bertanya kepada amara. “amara dari mana kita bisa mendapatkan uang 20.000.000 untuk membiayai oprasi ayah kamu?” tanya ibu, “saya akan berusaha ,bu, mencari uang untuk membiayai oprasi bapak”.

Padahal pada saat itu dia hanya punya tabungan uang sebesar 5.000.000 hasil kerja nya dan sisa nya masih banyak untuk membayar biaya oprasi ayah nya dia berfikir dari mana lagi ia bisa mendapatkan uang sedang pada saat itu uang nya juga akan ia gunakan untuk membiayai kuliah nya,da pun akhir nya memutuskan untuk berhentikuliah dan berusaha mencari pinjaman uang, lalu dia pun mendatangi rumah ibu shinta kebetlan pada saat itu ia pernah di beri alamat rumah ibu shinta,karena hanya itu saja satu” nya jalan keluar. Sewaktu ia sampai di rumah ibu shinta, ibu shinta pun menanyakan

Ibu shinta: ada tujuan apa ,nak, datang kemari.
Amara: begini ,bu, saya datang kesini untuk meminjam uang kepada ibu,
Ibu shinta: untuk keprluan apa, nak?,

Amara: ayah saya kecelakaan bu saat bekerja di bangunan, ia ke jatuhan kayu pondasi di tempat kerja nya,

Ibu shinta: astaghfirullahalazim, la kamu mau minjam brapa, nak?
Amara: saya ingin meminjam uang sebesar Rp 15.000.000, bu,
Ibu shinta: baiklah saya akan meminjamkan uang kepada mu ,nak, sebagai ucapan terimakasih karena kamu pernah menolong saya.

Amara: terimaksih, bu, sudah mau meminjamkan uang kepada saya< saya berjanji akan mengembalikan uang ibu.
Ibu shinta : Ia nak Ibu percaya sama kamu,dimana Ayah kamu dirawat.
Amara : Di RSCM Bu ……?

Setelah itu Amarapun langsung menuju kerumahsakit Untuk membayar binyanya Oprasi Ayahnya Dan pada hari itu Ayahnya langsung dioperasi keesokan harinya Ibu Sinta menjenguk Ayah Amara.

Setelah mejenguk dan melihat kondisi Ayah Amara Ibu Sinta mengobrol diluar bersama Amara diluar Ruangan Ayahnya dirawat.

Ibu Sinta: Amara Ibu harap Ayah kamu cepat sembuhnya.
Amara: Ya Bu, tapi Dokter bilang untuk memulihkan kaki Ayah saya butuh waktu yang sangat lama.

Ibu Sinta: Kalau begitu siapa yang mau bekerja untuk membiyayai kuliah dan kebutuhan keluarga kamu Amara sementara Ayah kamu belum dapat bekerja lagi.
Amara: Saya Bu yang akan membiyayai kebutuhan keluarga saya,kebetulan Saya bekerja sebagai pembantu dan kalau untuk kuliah Saya memutuskan untuk berhenti Bu, karena sudah tidak mungkinSaya berkuliah lagi.

Ibu Sinta: Lalu bagai mana dengan cita cita kamu Nak? Kalau kamu berhenti kuliah
Amara: Mengingat keadaan kondisi keluarga Saya,Saya sudah ragu Bu…?mungkin Saya tidak bisa mewujudkan cita cita Saya, jadi Saya putuskan lebih baik berhenti dari kuliah Saya.

Ibu Sinta: Nak kamu tidak boleh menyerah kamu harus tetap kuliah, ibu yang akan membiayai kuliah kamu.

Amara: Bu shinta nggak perlu membiayai kuliah saya, karena saya juga bukan siapa-siapa ibu.

Ibu shinta: Kamu emang bukan siapa-siapa ibu, tapi ibu sudah menganggap kamu seperti anak ibu sendiri, Ibu akan tetap menguliah kan kamu, asal kamu mau sungguh” dalam kuliah.

Amara: Terimakasih banyak ,bu, saya janji akan kuliah dengan sungguh”, dan setelah selesai kuliah Saya akan bekerja dan membayar hutang” saya kepada ibu.
Ibu shinta: Iya, nak,,
Cerpen tentang Pendidikan yang Singkat
Foto: Ilustrasi/bangsaonline.com

Akhir nya amara bisa mengikuti kuliah kembali dengan berusaha kuliah dengan sungguh” dan dapat cepat menyelesaikan kuliah nya setelah setahun kemudian amara bisa menyelesaikan dengan baik. setelah satu bulan di wisuda, dia pun melamar pekerjaan di sebuah perusahaan karena kemampua nya dalam berbahasa inggris pihak perusahaan pun menerima amara untuk bisa bekerja di perusahaan tersebut, dan pada hari esok nya amara sudah mulai bekerja, selama amara bekerja, amara selalu bekerja dengan baik.

Amara selalu disiplin dan bertanggung jawab ketika mengerjakan tugas” nya, ia pun di angkat jabatan nya menjadi seorang asistand manager - Cerpen tentang Pendidikan yang Singkat, Amarah Pejuang Sukses, amara senang ssat ia di percayai agar menjadi seorang asistand manager, ia tidak menyangka sebelum nya jika dia sampai bisa di angkat menjadi seorang asistand manager.

Kini dia sudah menjadi wanita karir yang sukses dan bisa membelikan rumah untuk orang tua nya dan bisa membayar hutang” nya kepada ibu shinta. Amara sudah menganggap ibu shinta sebagai saudara nya sendiri, amara tidak akan melupakan kebaikan ibu shinta kepada nya, karena beliau lah yang telah membantu dalam membiayai kuliah nya.