Monday, September 12, 2016

Sepulang Sekolah Sore

Contoh Cerpen tentang Hantu - Aku sedang duduk di bangku sekolahku dan sedang menikmati pemandangan sekolah. Di jam ini adalah jam istirahat, hingga akhirnya 15 menit lagi aku masuk. Suasana begitu nyaman duduk dengan temanku dan saling berbagi canda tawa dan keceriaan. Belum lagi minuman menyegarkan yang sedang aku pegang menambah  kenyamanan duduk mengobrol dengan temanku.


“Sepulang sekolah kalian mau kemana..?”, ungkapku. “Aku langsung pulang ajalah”, ungkap Rina temanku. “Aku juga pulanglah”, ungkap Septi temanku. “Aduh padahal aku mau ngajakin kalian wifian di kelas sepulang sekolah, sambil ngerjain tugas”, ungkapku. “Aduh sori banget Vera, tapi aku memang sudah janji sama orang tuaku mau langsung pulang”, ungkap Rina.

“Aku juga sudah ada janji sama tetanggaku mau ngambil pesenan baju”, ungkap Septi.
“Ya sudah enggakpapa kok, aku enggak papa sendirian wifian di sini”, ungkapku.
“Aduh jadi enggak enak ini”, ungkap Rina.
“Santai aja lagi”, ungkapku.
“Teng...! Teng..! Teng..”, bunyi bel tanda menyuruh masuk semua murid ke kelas.

Aku dan kedua temanku mulai berdiri dan bejalan menuju ke kelas. Dengan begitu pelan aku berjalan sambil mengobrol dan terus bercanda. Hingga sampailah aku di depan kelas dan kemudian masuk ke kelas. Aku duduk di tempat duduku, dan mengeluarkan buku dan siap untuk mengikuti pelajaran.

Ibu guru masuk ke kelasku dan kemudan duduk di bangku guru.
“Siang anak-anak”, ungkap ibu guru.
“Iya ibu guru, siang”, ungkap kami semua.
“Sekarang kita belajar sejarah ya”, ungkap ibu guru.
“Iya buk”.

Aku membuka buku sejarahku dan mulai melihat-lihat catatanku yang kemarin. “Anaka-anak skealian apakah kalian masih ingat apa yang ibu sampaikan kemarin..?”, ungkap ibu guru. Murid terdiam dan saling tengok dan ke kiri. “Bagaimana kalian masih ingat”, ungkap ibu guru. “Iya buk ingat”, ungkap para murid.

Ibu guru mencatat materi ke papan tulis dengan begitu rapih dan mudah untuk di baca. Dengan begitu gesitnya dia terus menulis hingga papan tulis penuh dengan tulisannya. Setelah itu dia membalik badan melihat kami yang ada di belakang dan mulai menerangkan satu-pesatu yang ada di papan tulis. Dengan begitu lantang dan bahasa yang mudah di pahami, dia terus menerangkan apa yang di tulisnya.

Sementara aku terus memperhatikan apa yang di katakan dan di tulis oleh ibu guru. Aku meletakan tanganku dan pandangan mata ke depan tanpa sedikitpun melihat ke arah lain. Aku merasa teman-temanku juga begitu, mereka fokus sdengan apa yang di sampaikan oleh guru.

Begitu asyiknya mendengar dan mengikuti pelajaran, waktu 2 jam tidak terasa kami habiskan untuk memperhatikan pelajaran sejarah ini. Dengan pelajaran ini kami menjadi tahu bagaimana sejarah tersbeut berjalan. Yang menariknya lagi ada banyak hikmah yang bisa di dapat dari mempelajari sejarah. Yang tentunya akan membuat kita semua bijak, sehingga tidak akan melakukan kesalahan yang pernah di lakukan oleh nenek moyang kita.

Selain itu kita juga bisa menilai dengan adanya pelajaran sejarah ini. Kita bisa menilai sekaligus mebandingkan, antara dulu dengan sekarang. Keduanya tentu mempunyai kekurangan dan kelebihan yang wajib dan menarik untuk di kaji. Sebab itulahh sejarah bisa mmebuat kita lebih bijak lagi dalam menjalani hidup kedepannya.

Pelajaran sejarah sudah selesai, sementara guru menyuruh kita untuk berdoa sebelum pulang. Kami menundukan kepala dengan begitu tenang dan hikmat. Kami semua meminta perlindungan dan keselamatan ketika pulang. Setelah doa selesai kami diperkenankan untuk kembali mengangkat kepala kami lagi.

“Anak-anak sekalian sampai di sini perjuampaan kita hari ini, senang bisa mengajar kalian dan sampai berjumpa lagi minggu depan. Selamat siang menjelang sore dan hati-hati di jalan”, ungkap guru dan langsung keluar dari kelas.

Semua murid juga sudah mulai berdiri dan hendak pulang. “Vera, tinggal dulu ya”, ungkap Septi dan juga Rina. “Iya, hati-hati ya”.

Mereka berjalan keluar dengan anak-anak yang lain, sementara itu aku sendirian di kelas ini. Tetapi aku tenang ada penjaga sekolah yang sedang bersih-bersih halaman, sehingga aku tidak perlu takut dan risau. Aku mulai meengambil laptopku dan menghidupkannya. Terlihat layarnya sudah bercahaya dan siap untuk di guanakan.

Aku mulai menkonekan laptopku dengan jaringan wifi yang ada di sekolah ini. Dan setelah menunggu berberapa detik akhirnya jaringan iternet tersambung juga. Kini laptopku sudah bisa mengaakses internet dengan begitu cepat. Aku membuka intenet dan aku mulai mencari sebuah informasi berkaitan dengan tugas sekolahku.

Aku memasukan kata kuncinya di pencarian google, dan kemudian aku memecet enter. Dan google memberikan banyak sekali tampilan atas kata kunci yang aku masukan. Aku mulai mengeklik dan muncul, setelah itu aku kopi dan aku masukan ke miscroskop word. Kini tugasku sudah selesai, dan sudah saatnya pulang, karena hari sudah hampir magrib.

Aku keluar dari kelas dan kulihat suasana di luar yang begitu sepi tanpa ada orang satupun. Aku pulang dengan berjalan kaki. Aku berjalan melewati kebun-kebun warga, ya memang tidak jauh tetapi cukup mengerikan bila berjalan sendirian.

“Ih..! ih...! Ih....”, suara di balik pohon dan membuat bulu kudukku sedikit merinding. Aku berhenti sejenak untuk memastikan apakah benar apa yang ku dengar.

“Ih..! ih...! Ih....”, suara tertawa dengan begitu misteriusnya terdengar lagi. Aku berlari setelah mendegar suara yang menyeramkan tersebut. Suara tersebut terdengar lagi dan malah semakin kencang terdengar ketika aku lari.

Ketika aku berlari aku di kagetkan dengan munculnya pocong di hadapanku. Dengan begitu ragu aku menghentikan lariku dan kembali lagi ke arah sekolah. Aku berlari dengan begitu rasa takutnya karena begitu takut melihat hantu. Tidak sampai di sekolah ada penjaga sekolahan yang juga hendak pulang.

“Pak tolong pak..!”, ungkapku dengan begitu terengah-engah. Penjaga sekolah tersebut kebingungan dan berkata,”Ada apa..?”. Aku yang begitu ketakutan berkata,”Ada setan di sana”, ungkapku.

“Di mana..?”,ungkapnya.
“Di kebun”.
“Lah… kamu jam segini belum sampai rumah..?”, ungkap penjaga sekolah.

“Iya tadi saya wifian dulu di sekolah, dan sekarang hendak pulang, tapi sesampainya di kebun ada setan yang mencegatku makanya aku balik lagi”, ungkapku dengan begitu ketakutannya. “Ya sudah bareng sama bapak saja, kebetulan bapak juga mau pulang”, ungkap penjaga sekolah.

Aku berjalan dengan begitu perlahan dengan penjaga tersebut. Aku terus berjalan di sampingnya dan tidak berani di belakangnya atapun di depannya.

“Besok lagi kalau mau pulang sore ajak temanmu”, ungkap penjaga tersebut. “Ya tadi saya sudah ajak teman, tapi mereka lagi pada sibuk, jadi enggak bisa”, ungkapku sambil terus berjalan dan menghadap depan.

“Ini di sini aku lihat setan”, ungakpku sambil menunjuk tempatnya. “Tenang saja setannya tidak bakal muncul lagi”. Aku berjalan terus dengan penjaga sekolah tersebut dan akhirnya sampai rumah.

--- oOo ---

Sepulang Sekolah Sore Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Duwa Ananda