Sunday, September 18, 2016

Bangkit dari Lumpur Kolam, Cerpen Horor Singkat

Contoh Cerpen Horor Singkat - Sudah seminggu aku berada di tempat kakek dan belum juga merasakan jenuh. Suasana di desa memang memberikan ketenangan hingga membuat hati menjadi begitu damai. Udara yang sejuk, sungai yang mengalir, persawahan yang begitu luas membentang nan elok. Semuanya bisa aku dapatkan di tempat kakek.

Di pagi ini aku sedang duduk di depan rumah sedang menyiapkan pancing untuk mencoba peruntungan memancing ikan di kolam tanah yang ada di belakang. Dengan begitu sabar aku memasang kail ke senar hingga bisa digunakan. Setelah semuanya siap aku mulai berjalan menuju ke arah belakang.


Sesampainya aku di kolam aku meletakkan pancingku untuk mengeluarkan umpan terlebih dahulu, sebelum hingga akhirnya aku memancing di kolam tersebut.

“Hey Ari ngapain kamu di situ, jangan mancing di situ”, ungkap kakeku berteriak dan menghampiriku. “Kamu jangan mancing di sini, kalau mau mancing di sungai saja”, ungkap kakekku kepadaku. “Emang kenapa kek kalau mancing di sini”, ungkapku penasaran mengapa kakek melarangku memancing di sini.

“Ini adalalah kolam keramat, dulu ada gadis yang bunuh diri di sini, dan mayatnya masuk ke dalam kolam ini. Dan yang menggemparkan lagi, mayat gadis tersebut belum di ketemukan hingga sekarang.

Setelah kematian gadis tersebut, selang 5 tahun, ada yang memancing di sini, dia adalah seorang pemuda dari desa sebelah. Ketika sedang mancing tiba-tiba keberadaannya tidak diketahui dan sampai sekarang. 

Sejak saat itulah tidak ada yang berani memancing di kolam ini”, ungkap kakek. “Oh gitu ya Kek”, ungkapku setelah mendengar cerita dari kakeku.

Aku berjalan kembali untuk menuju ke rumah kakekku, dan acara memancing dibatalkan. Tetapi aku sedikit bingung dan sedikit meragukan kebenaran cerita dari kakekku. 

Karena tidak begitu masuk akal kolam yang ada di belakangku ini sudah pernah memakan korban. Karena bila aku lihat kolam ini tidak terlalu dalam. Bila diijinkanpun aku akan berenang di kolam ini.

Aku duduk di ruang tamu dengan kakekku, sedang nenekku datang kepada kami dan memberikan minuman hangat kepada kami. 

Kami duduk bertiga dan minum-minuman hangat secara bersama. Suasana berubah menjadi hangat setelah aku terkena marah ketika hendak memancing di belakang. Kami bersenda gurau lagi, dan kembali berbagi keceriaan lagi.

Tetapi rasa penasaranku tentang kolam tersebut belum padam. Aku igin sekali memancing di kolam tersebut. Aku mempunyai rencana nanti malam dimana orang sudah tidur, aku akan memancing di tempat tersebut. Aku tidak mempercayai apa yang dikatakan kakekku, karena itu hanya sebuah mitos.

Sore menjelang dan aku sudah memegang handuk untuk segera mandi. Mandi menjadi tambah segar karena air di desa ini begitu dingin dan menyegarkan. 

Usai mandi aku kembali ke kamarku untuk memakai bajuku dan menyisisir rambutku. Setelah itu aku menyiapkan pancingku untuk kupergunakan memancing di kolam lumpur belakang malam nanti.

Setelah selesai menyiaakan pancing untuk memacning, aku keluar dari kamarku untuk makan bersama dengan kakekku. Aku berjalan menuju ke ruangan makan, di sana sudah terlihat ada kakek dan nenkku yang sudah mengambil nasi.

“Ayo makan bersama kami Ri”, ungkap kakekku meihatku berjalan menuju ke arahnya. “Iya kek”, berjalan sesudah semakin dekat dengan kursi dan kemudian menarik kursi lalu duduk. Setelah duduk aku mengambil piring dan kemudian mengambil nasi dan lauknya. 

Bersama dengan kakek nenekku aku memakan makanan ini dengan begitu lahapnya. Hingga tidak terasa makanan ini begitu cepat aku habiskan. Setengah jam makanan kami sudah habis, dan kami menyudahi makan kami karena perut sudah kenyang. 

Aku menengggak minuman untuk menghanyutkan makanna yang masih menyangkut di tenggorongan. Terasa begitu segar dan begitu lega setelah air masuk ke dalam tenggorokan.

Malam sudah menjelang, kini aku tinggal menyusun rencana untuk misi memancingku nanti malam. Aku akan menunggu kakek dan nenek tidur dahulu baru aku akan keluar dan pergi ke kolam tersebut untuk memancing. 

Dengan demikian tidak ada yang akan melarangku untuk memacing di kolam tersebut. Akan ku buktikan apa yang dikatakan oleh kakek tidaklah benar.

Aku duduk bersama di ruangan tengah dan sedang menonton televisi. Terlihat muka nenekku dan kakekku sudah mulai lelah. Ini kesempatan bagus untukku. 

Aku akan menunggunya hingga mereka benra-benar tidur. Kakeku meletakan kepalanya dikursi dan memejammkan mata, aku tahu kakek sudah sangat ngantuk. “Tidur di dalam saja kek, nenek juga”, ungkapku kepada kakek dan nenekku.

Kakekku berdiri dan berjalan pergi ke kamar. Aku menunggu setengah jam dari waktu ketika kakek mulai di kamar.  Setelah setengah jam berjalan kau melihat kakek, nenekku di kamar, dan terlihat mereka sudah tidur dengan begitu nyenyaknya. 

Ini kesempatanku untuk keluar dan memancing di kolam. Aku berjalan ke arah kamar untuk mengambil pacing yang sudah ku siapkan tadi sore. Setelah itu aku membawa pancing tersebut berjalan menuju ke kolam. 

Dengan perlahan aku membuka pintu hingga tidak terdengar sebuah suara yang akan membangunkan kakek dan nenekku. Aku berhasil keluar dari rumah, kini aman untukku untuk pergi ke kolam. Aku berjalan ke kolam dan hingga sampai aku di kolam.

Setelah sampai di kolam, aku menyiapkan pancing dan umpan dan kemudian meleparnya ke kolamt. aku menunggu untuk sejenak hingga ikan memakan umpan yang aku lempar. 

Setelah cukup lama memacing, air kolam sontak berubah yang tadinya tenang menjadi mengeluarkan buih, seolah ada airator di dalam kolam tersebut. Aku terkejut dengan fenomena tersebut, dan langsung mengangkat pancingku.

Hingga tak lama di tengah gemuruh suara buih yang di hasilkan, ada sesosok wanita yang begitu cantik keluar dari air tersebut. Dia terbang dan menghampiriku dan berdiri di sampingku.

“Berani sekali kamu nak, mancing di sini, itu artinya kau siap untuk menjadi budakku”, ungkap perempuan misterius tersebut. “Siapa kau..?”, ungkapku dengan begitu terkejutnya. “Aku adalah penjaga kolam ini, ayo ikut aku ke istana, di sana kau harus melayaniku”, ungkap perempuan tersebut. “Tidak aku tidak mau menjadi budakmu”, ungkapku menolak.

Dia meegang tanganku dan membawaku masuk ke dalam kolam tersebut. “Lepaskan aku..!”, ungakapku tak berdaya. “Hahahah”, tertawa dengan begitu jahatnya dan terus membawaku menuju istananya.

Hingga akhirnya aku sampai di istananya yang begitu megah dan besar. Istana tersebut terbuat dari mas dan begitu luas. Aku di bawa masuk, setelah aku di dalam istana, perempuan misterius tersebut membuangku begitu saja ke lantai. 

Aku terkapar di hadapan para penghuni istana tersebut. Aku bangun dan berdiri dan aku berkata,”Kembalikan aku ke duniaku”. Mereka semua tidak menghiraukanku dan hanya tertawa.

“Sekarang kau harus melayani kami semua”, ungakap perempuan misterius dan penghuni istana.
“Tidak..!, aku tidak mau”, ungkapku dan berlari hendak keluar pintu.

Tetapi sial perempuan tersebut menyerang dengan tenaga dalamnya hingga aku terjatuh. Setelah itu aku di masukan ke penjara yang begitu pengap dan begitu gelap. 

Nasi sudah menjadi bubur, kini aku hanya bisa menjalani hidup sebagai budak dari para mahluk misterius ini. Andai aku mengindahkan apa kata kakek pasti aku tidak seperti ini. 

--- oOo ---

Bangkit dari Lumpur Kolam, Cerpen Horor Singkat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Duwa Ananda