Tuesday, November 10, 2015

Cerpen Motivasi Singkat, Ada Kemauan Pasti Ada Jalan

Cerpen Motivasi Singkat, Ada Kemauan Pasti Ada Jalan oleh Rina Marlinda - Beberapa tahun yang lalu ada kisah yang menceritakan tentang perjuangan seorang anak yang hidup nya sangat sederhana dan serba kekurangan, dan ada satu hal keinginan yang ingin di capainya yaitu sekolah tinggi hingga ia menjadi sarjana. Ia berfikir keadaan orang tua nya yang kurang mampu untuk membiayai ia sekolah tinggi lagi pula ia juga bukan anak tunggal maupun anak bungsu melainkan ia memiliki seorang adik yang masih kecil.

Pada saat itu ia duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar di desa bukit harapan, ia sekolah karena bantuan lurah desa, dan orang-orang kaya yang peduli anak yang kurang mampu, ia sadar betapa berharga nya belajar di sekolah itu, dia belajar dengan semangat, ia memiliki cita-cita yang tinggi.

Saat itu juga ia berpikir untuk masuk ke sekolah yang lebih tinggi, ibarat si cebol hendak mencapai bulan. Namun ia tetap berusaha keras karena dia yakin pasti dia bisa. Anak itu bernama Muhammad bisri mustofa, sering di panggil bisri, ayahnya zainal abidin dan ibunya siti maisaroh. Pada suatu pagi siti sedang menyiapkan sarapan zainal sedang mengasah golok.

“bisri ayo nak kita makan”! teriak keras siti, ketika siti akan memanggil zainal, ternyata zainal sudah masuk rumah dan langsung duduk di meja makan.

“loh ayah baru saja ibu mau panggil ayah malah ayah sudah disini” kata siti sambil menyodorkan teh hangat, “ ibu tidak memanggil ayah juga akan masuk bu,” sahut zainal dengan tenang.

Bisri datang dengan senyum semangat “adik belum bangun apa ibu” Tanya basri pada ibu nya “belum nak adik mu masih nyenyak tidurnya sudah kamu makan yang banyak biar tidak sakit” jawab ibu sambil mengambilkan nasi suaminya “iya bu” sahut basri.

Ketika tengah menyantap makanan ibu bicara “bisri setahun lagi kamu sudah lulus, ibu pikir kamu tidak usah melanjutkan lagi ke sekolah menengah ayah sama ibu tidak punya biaya untuk itu nak”. “benar nak kata ibu kan kamu tahu sendiri kalau ayah hanya bekerja di kebun milik pak Mahmud kamu juga tahu kan nak kalau gajinya juga tidak banyak,” ucap ayah dengan wajah sedih, “tapi ayah tahun sekarang kan SMP sudah gratis tidak bayar seperti dulu” penggal bisri, “nak gratis hanya biaya gedung , biaya yang lain juga tidak gratis nak buku,sepatu, baju seragam itu juga beli dengan uang nak,’’ ucap ibu untuk menjelaskan betapa mahal sekolah itu, “ iya bu, bisri tahu kok , bisri berangkat sekolah dulu” pamit bisri dengan wajah kesal, di jalan bisri berpikir bagaimana pun caranya bisri harus masuk SMP dia sangat ingin merasakan bangku SMP dan SMA.

Ketika sampai di sekolah bisri bertemu dengan teman akrabnya yaitu ulum,” bisri kamu tahu tidak kata nya ada beasiswa untuk masuk ke SMP gratis kamu tahu kan SMPN 1 Tawang Negeri yang SMP favorit itu kalau yang masuk sana tanpa test akan mendapat seragam lengkap dan alat belajar sekolah SMP itu,” ulum mencoba memberi tahu bisri, sejenak bisri berpikir lalu “loh tapi itu kan tahun ini bagaimana dengan tahun besok apa kamu tidak ingat kalau kita masih kelas 5 hemm” ucap bisri. “kalau itu aku nggak tahu bisri, mending nanti kamu tanya sama pak samsudin pasti dia tahu,” sahut ulum sambil berjalan masuk kelas.

Ketika bel istirahat berbunyi bisri langsung buru-buru mencari pak samsudin bisri langsung menuju ruang pak samsudin. Tok-tok.. suara pintu di ketuk “masuk” jawab pelan pak samsudin, “assalamualaikum pak” suara pelan bisri, “walaikumsalam nak, loh bisri ada apa kok tumben kesini”? Tanya pak samsudin, “gini pak saya ingin bertanya tentang beasiswa yang masuk ke SMP N 1 Tawang Negeri tanpa test, apa itu benar pak?” Tanya bisri sangat penasaran, “ oh itu to nak iya memang benar la kenapa nak kamu bertanya bukannya kamu masih kelas 5 to nak?” Tanya pak samsudin penasaran.

“iya pak maka itu saya bertanya apa itu berlaku sampai saya lulus dari sini pak, kan bapak tahu saya ini bukan anak nya orang kaya jadi saya mengharapkan beasiswa itu sampai saya lulus dari sini dan saya masuk itu gratis tanpa biaya sepersen pun pak karena orang tua saya tidak mengijinkan saya untuk melanjutkan ke sekolah lebih tinggi cukup sampai sekolah dasar saja,” jawab basri menjelaskan - Cerpen Motivasi Singkat, Ada Kemauan Pasti Ada Jalan - dan sangat berharap bahwa beasiswa itu dapat dia dapatkan setelah dia lulus SD .

Pak samsudin kagum dan iba setelah mendengarkan penjelasan panjang basri bahkan pak sam tidak berpikir bahwa anak sekecil bisri memiliki pikiran seperti itu , lalu “ gini nak nanti bapak mencoba mencari tahu tentang hal itu kamu belajar dengan tenang setelah bapak tahu nanti bapak kasih tahu kamu ya?” jawab pak sam sambil menenangkan pikiran bisri. “oh iya pak, Sebelum nya terima kasih iya pak sudah membantu saya dan saya permisi pak , assalamualaikum pak”. pamit bisri dengan hati lumayan senang.

Sesampai di rumah basri belajar dengan semangat lebih semangat dari sebelumnya, lalu ibu mempertanyakan, “bisri ada apa dengan mu apakah hari esok ulangan nak kok kamu semangat betul belajar nya hari ini ,?” “ tidak bu hanya ingin belajar lebih giat lagi supaya nilaiku tidak dikalahkan oleh anak-anak yang lain dan aku tetap peringkat satu bu,” jawab basri dengan wajah senang , “ lah nak ibu itu tahu nak kebiasaan kamu kalau belajar seperti ini pasti ada yang di inginkan iya kan ?” Tanya ibu penasaran .

“sudah lah ibu masak sana nanti setelah bisri belajar pasti lapar” ucap bisri “hemm ya sudahlah kalau bisri mau gitu,” ucap ibu sambil berjalan dan tersenyum bisri ketawa bahagia, di pagi hari bisri bangun dan tergesa-gesa di saat menyiapkan peralatan sekolah “ nak kenapa kamu terburu-buru seperti itu?” Tanya ayah “ehh apa kamu tidak mau sarapan nak?” tanya ibu sambil menarik tangan bisri , “sarapan kok bu ini juga bisri hanya mau memakai sepatu bu,” ucap bisri sambil senyum “kenapa lo nak kok akhir-akhir ini kamu bahagia padahal uang saku tetap dan nggak ada yang baru kenapa nak?” pertanyaan ayah penuh penasaran. “hem tak apa ayah” jawab bisri tersenyum .

Setelah menunggu tiga hari bisri langsung mencari pak sam dia penasaran apa yang akan di katakan oleh pak sam , ketika bisri jalan terburu-buru ternyata bertemu pak sam di depan pintu ruang pak sam, “loh nak kamu sudah disini baru saja bapak mau cari kamu nak.”

Sambut pak sam “mari masuk nak” mengajak bisri untuk masuk ruangan nya ,lalu mempersilahkan bisri untuk duduk, dengan perasaan penasaran bisri langsung mengajukan pertanyaan “bagaimana pak apa itu berlaku sampai tahun saya masuk ke SMP itu pak,” “gini nak” ucap pak sam belum selesai langsung bisri memotongnya, “tidak berlaku ya pak hanya untuk tahun ini saja” “nak bapak belum menyelesaikan perkataan bapak kamu langsung menyambar seperti itu, gini tahun ini ada tahun besok kedepan juga ada ,” ucap pak sam, “benarkah pak , berarti saya masih punya kesempatan untuk mendapat beasiswa itu ya pak,” Tanya bisri dengan hati penuh bahagia.

“nah ini nak kesempatan kamu untuk belajar dan masuk ke SMP itu dengan gratis dan peralatan sekolah lengkap, berusaha lah nak pertahankan peringkat kamu jangan sia-siakan manfaatkan dengan baik nak, mengingat kamu peringkat 1 terus di kelas bapak yakin kamu pasti dapatkan beasiswa itu” nasehat pak sam untuk bisri, “iya pak terima kasih sudah membantu saya dan telah menasehati saya, saya benar-benar terima kasih pak” ucap bisri, “iya nak sama-sama,bel sudah berbunyi waktunya kamu belajar, yang semangat ya nak,” ucap pak sam sambil berdiri, “iya pak saya permisi” ucap bisri lalu berdiri meninggalkan ruangan pak sam, 

Beberapa bulan kemudian bisri sudah duduk di bangku kelas 6, dia mendapat peringkat 1 lagi seperti tahun-tahun sebelumya, dia lebih giat belajar mengingat tak lama lagi dia harus berusaha untuk mendapat beasiswa, setiap hari dalam luangnya waktu dia selalu belajar. ketika malam membantu ibunya membungkus kue yang ibunya jual di warung-warung tetangga namun di tak merasa lelah ketika setelah membantu ibunya dia harus belajar, dia terus berusaha, ketika malam itu ibunya bertanya “nak apa kamu tidak lelah setelah membantu ibu kamu harus belajar, istirahat lah nak ujian kan masih lama” ibu menyuruh bisri untuk istirahat.

“sini ibu duduk bisri mau bicara” bisri menunjuk tikar isarat menyuruh ibunya duduk, lalu ibu duduk dan bertanya “kenapa nak,, ada apa?”

“gini bu bisri ingin masuk SMPN 1 Tawang Negeri” ucap bisri, “nak itu kan sekolah mahal”, ucap ibu langsung di penggal oleh bisri “bu maka dari itu bisri terus belajar sesibuk apapun bisri selalu menyempatkan untuk belajar karena bisri ingin masuk sana melalui beasiswa murid berprestasi dan langsung mendapat peralatan sekolah lengkap lagi bu”
 “tapi nak apa setelah itu biaya tidak mahal” ucap ibu kawatir.

Setelah mendengar pembicaraan ibu dan bisri ayah langsung berkata “tenang bun anti kalau ada biaya ayah akan berusaha untuk mendapat uang dan membiayai bisri sekolah” “benar ayah, ayah mengijinkan bisri untuk sekolah di sana,?” ucap bisri dengan senyum.

Cerpen Motivasi Singkat, Ada Kemauan Pasti Ada Jalan
Cerpen Motivasi Singkat, Ada kemauan ada jalan

“iya nak “ ucap ayah dengan tangan memegang kepala bisri “terima kasih ayah, bisri saying ayah” bisri langsung memeluk ayahnya, setelah setiap hari belajar dan bisri telah mendapat surat tanda kelulusan, seminggu kemudian bisri mengurus data-data dan mengajukan permohonanya dengan dia membawa SKHU dan data yang lain.

Setelah itu 4 hari menunggu bisri langsung melihat hasil nya dia datang di SMP itu lagi dan hasil nya membuat hati bisri sangat senang dan gembira, ternyata hasil nya dia masuk dengan nilai bagus, dia membuat orang tua nya bangga masuk ke sekolah itu bukan karena iba nya orang kaya melainkan dengan jerih payah dan kegigihanya dia berusaha untuk masuk sekolah itu dan akhir nya dia berhasil.

Dengan selalu belajar dia tetap mendapat peringkat 1 di kelas nya dan dia sedang berusaha untuk mendapat beasiswa untuk masuk ke SMA unggulan terfavorit di tempat tinggal nya itu (Cerpen Motivasi Singkat), dia selalu berusaha dan berdoa untuk menjadi anak yang sukses dan membuat bangga orang tua nya.

---Tamat---

Cerpen Motivasi Singkat, Ada Kemauan Pasti Ada Jalan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Duwa Ananda