Friday, September 30, 2016

Cerita Sukses Pengusaha yang Sudah Gagal Puluhan Kali

Rumahnya terletak di ujung jalan, berwarna putih degan pagar setinggi mobil sedan. Ada taman beraneka ragam bunga tumbuh di halamannya, tidak terkeculi tumbuhan kaktus.

Di tengah – tengah halaman rumahnya ada air mancur dengan gemrecik airnya. Pintu rumahnya bak isatana raja terlihat megah dengan ukiran kayu jati.

Setiap orang yang melewati rumah itu, pasti akan menoleh kearah rumahnya. Termasuk Joko, saat dia melewati rumah diujung jalan dia langsung menoleh kearahnya.

Setiap orang mungkin berbipikir yang sama dengan apa yang dipikirkan oleh Joko “wahh rumahnya bagus sekali” itulah sepintas pikiran Joko.

Joko adalah anak Risma (Remaja Islam Masjid), dia termasuk anak yang aktif dalam kegiatan mesjid. Dari acara pengajian, lomba menyambut isro mi’raj, dan kegiatan masjid lainnya pasti Joko mengikutinya.

Termasuk penarikan dana yang dilakukan setiap masa panen padi berakhir. Hal ini untuk menambah khas majid.

Suatu hari Joko menarik dana di rumah ujung jalan yang megah. “ting tong assalamualaikum” bunyi bel rumah itu.

Datang seorang perempuan cantik, manis, imut, dan putih pokoknya perempuan itu hampir sempurna. “asslamualaikum” kata joko sambil malu – malu, “waalaikumsalam” jawab perempuan itu.

Lalu Joko pun duduk dikursi yang empuk dengan corak batik papua yang indah dipandang. “maaf mba, bapaknya ada” kata Joko. “ada mas” jawab perempuan itu, lalu perempuan itu pergi ke belakang untuk memanggil bapaknya.

Tubuhnya besar, agak putih tapi tidak seputih perempuan tadi, rambut ikal dengan tahi lalat di dahinya. Memakai baju kaos oblong warna putih dengan celana kolor pendek polos berwarna hitam. Dia adalah pak Darto pemilik rumah diujung jalan yang megah nan mewah.

Dalam pikirannya bergumam “apakah benar bapak ini yang memiliki rumah sebagus ini”. Kemudian Joko menyampaikan maksut dan tujuan kedatangannya kerumah itu.

“Maaf pak sebelumnya, saya mendapat amanat dari majid untuk menarik dana sumbangan”. “ow, iya iya berapa de” kata pak Darto, “seiklasnya pak” jawab joko. dikeluarkannya dompet pak Darto, terlihat lembaran warna merah dan biru didompetnya.

“Ini dek” sambil memberikan lima lembar uang pecahan seratus ribuan.
“Banyak banget pak” kata Joko spontan.

Setelah itu mereka asik berbincang – bincang, sampai tanpa sengaja Joko berkata “perempuan tadi anak bapak”, lalu pak Darto dengan tersenyum menjawab “iya, itu anak bapak, kamu naksir yaa, apa bapak panggil si Nani”. Sambil malu – malu “tidak usah pak, tidak usah”.

Dan akhirnya pak Darto bercerita tentang masa lalunya kepada Joko. dulu bapak orang tidak punya, bapak berasal dari keluarga miskin, untuk sekolah saja bapak mencari uang sendiri.

Dari bekerja sebagai tukang pemetik kelapa, nyangkul pokonya apa yang orang suruh bapak kerjakan.

Setelah lulus SMA bapak mulai membuka usaha berdagang roti pukis, pertama bapak menawarkan roti pukis dari rumah ke rumah. Setelah itu bapak membuka dipasar. Setiap sore sampai malam bapak berjualan roti pukis.

Bulan bulan awal roti pukis bapak laris. Tetapi setelah berjalan sekitar tujuh bulan pembeli semakin sedikit, sehingga modal bapak habis.

Kemudian bapak mencoba usaha yang lain, yaitu berjualan pulsa. Bapak melihat peluang disitu, bapak melihat, pulsa menjadi kebutuhan pokok setiap orang seperti halnya nasi yang menjadi makanan pokok setiap orang.

Bapak menyadari memang kecil untung yang didapat dari berjualan pulsa, tapi bapak berpikir “sedikit – sedikit kalau dikumpulkan pasti akan banyak juga”. Ternyata benar selama satu minggu bapak bisa menjual pulsa sekitar satu juta.

Walaupun dengan sistem tugakkan seminggu. Artinya hari ini beli satu minggu kemudian baru bayar.

Bapak berjualan pulsa agak lama sekita dua tahun. Tapi lama kelamaan sekamin banyak orang yang mengutang pulsa, bahkan ada yang membohongi bapak. Sempat terjadi percekcokan saat bapak menagih hutang pulsa.

“Mana janjimu, katanya mau bayar sekarang” kata bapak. “besok si, besok pasti saya bayar”. Karena semakin banyak orang yang seperti itu akhirnya bapak kehabisan modal juga dan berhenti berdagang pulsa.

Kemudian bapak beralih profesi berdagang kerupuk. Dengan keuntungan dari berjualan pulsa bapak membeli peralatan untuk membuat kerupuk. Karena ilmu bapak yang masih sedikit, kerupuk yang digoreng tidak mengembang.

Tapi setelah tanya – tanya kesana – kemari bapak bisa menggoreng kerupuk agar mengembang. Bapak dagangkan kerupuk tersebut kesetiap warung – warung didesa.

Setelah satu dua bulan berjalan bukan semakin banyak kerupuk yang terjual malah semakin banyak kerupuk melempeng yang dikembalikan oleh warung. Akhirnya bapak berhenti membuat kerupuk.

Pada saat itu bapak sudah putus asa, tidak tahu harus berbuat apalagi. Kemudian datanglah orang separuh baya mengajak utuk bekerja di tempatnya. Tanpa pikir panjang bapak terima ajakan orang itu.

Ternyata dia mempunyai perusahaan jasa travel umrah dan haji. Karena melihat potensi kerja bapak yang bagus dan jujur bapak dipercaya sebagai pimpinan cabang di perusahaan tersebut sampai sekarang ini.
---oOo---

Cerita Sukses Pengusaha yang Sudah Gagal Puluhan Kali Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Irma Handoko