Sunday, June 5, 2022

Amara Pejuang Sukses

Cerpen tentang Pendidikan yang Singkat, Amarah Pejuang Sukses - Di sebuah kampus yang ada di Jakarta ada seorng maha siswi bernama amarah. Dia sering di kucilkan oleh beberapa temen-temen nya, lantaran dia bekerja sebagai seorang pembantu, bukan tanpa alasan mengapa amara menjadi seorang pembantu melainkan untuk membiayai kuliah nya sendiri, karena orang tua nya tidak sanggup membiayai kuliah nya. 
Cerpen tentang Pendidikan yang Singkat
Foto: Ilustrasi/bangsaonline.com

Sehari-hari nya ayah nya hanya bekerja sebagai seorang kuli bangunan. Dia mempunyai cita-cita bisa bekrja di sebuah perusahaan dan bisa membantu orang yang kurang mampu.

Pada pukul 10.00 pagi, tepat nya setelah jam mata kuliah telah selesai amara segera bergegas hendak menuju rumah majikan nya untuk bekerja, ketika ia akan beranjak dari tempat duduk nya, amara mendengar obrolan yang tidak enak dari belakang tempat duduk nya dia mendengar rika dan sovi sedang menyindir nya, rika; eh si amarah itu kalok menurut ku sih dia itu mending nggak usah kuliah deh, secara dia kan kerja nya jadi pembantu, mendingan gajih hasil kerja nya yang jadi pembantu itu dia gunain aja buat ngehidupin keluarga nya ang nggak mampu itu. Jawab sovi; emang iya lagian walaupun dia kuliah jugak kayak nya nggak bisa deh ngerubah setatus nya dia yang jadi seorang pembantu. Jawab rika; yaiyalah pembantu ya tetep aja jadi pembantu.

Mendengar sindiran mereka perasaan amara menjadi sedih karena sindiran mereka terhadap diri nya. Bukan kali pertama amara mendengar mereka menyindir dan menjelek-jelekan nya namun sudah sering kali amara sering di sindir ataupun di jelek-jelekan dengan hal serupa, tapi dia selalu menanggapi nya dengn sabar dan tabah, ia hanya berfikir bahwa apa yang ia dengar dari perkataan mereka tersebut merupakan ujian dari ALLAH untuk menguji kesabaran nya.

Setelah itu iapun lekas berjalan keluar dari kelas ia hendak menuju rumah majikan nya untuk bekerja. Beruntung lah ia mendapat seorang majikan yang baik jadi majikan nya mengerti kapan waktu nya ia bekerja dan kapan waktu nya ia kuliah. Selepas ia bekerja di rumah majikan nya, iapun akan pulang kerumah nya. Pada saat ia berjalan pulang ia ingat pesanan ibunya untuk membelikan minyak dan sabun, amara pun mampir terlebih dahulu ke mini market.

Setelah membeli minyak dan sabun ia pun keluar dari mini market bersamaan denga seorang ibu-ibu. Pada saat ibu-ibu itu hendak membuka pintu mobil nya ada seorang pria yang diam-diam mendekati ibu itu dari belakang. Tiba-tiba pria itu langsung merampas tas milik ibu tersebut, dan berlari.

Melihat kejadian itu amara berusaha membantu ibu tersebut ia pun mengejar perampok itu ketika perampok itu hendak menaiki ojek amara pun langsung menghampiri perampok tersebut dan menarik tas ibu itu yang ada di tangan si perampok, sambil meneriakan "perampok-perampok", lalu orang-orang yang ada di sekitar pada saat itu langsung menangkap perampok dan membawa nya ke kantor polisi.

Akhir nya tas ibu itupun berhasil amara selamat kan, dengan wajah yang tampak senang ibu itupun langsung menghampiri amara, amara lalu mengembalikan tas ibu itu.
‘’ini ibu tas nya’’, jawab ibu tersebut
’’makasih ya nak, kamu sudah membantu ibu, kalau kamu tadik nggak bantu ibu mungkin tas ibu sudah di bawa kabur oleh si perampok itu’’, jawab amara
‘’iya bu sama-sama’’, jawab ibu
‘’nak sebagai terima kasih atas pertolongan mu ini ada sedikit uang buat kamu’’
jawab amara, ‘’ nggak usah bu, saya ikhlas kok nolongin ibu’’
"terima aja nak, ini sebagai tanda terimakasih saya, karna kamu sudah menolong saya’’.

Namun amara tetap menolak nya akhir nya mereka berkenalan, ‘’oh iya nama kamu siapa na?’’ Tanya ibu, jawab amara , dan ibu shinta menawarkan amara untuk pulang bersama, ibu shinta ingin mengantarkan amara pulang ke rumah nya,dan amara pun menerima tawaran ibu shinta.

Di tengah perjalanan mereka pun berbincang-bincang ‘’nak apa kamu masih kuliah?’’ Tanya ibu ‘’iya bu saya masih kuliah “ jawab amara ‘’ sudah semester berapa nak - Cerpen tentang Pendidikan yang Singkat - dan kalo boleh ibu tahu ngambil di fakultas apa, Tanya ibu kembali ‘’ saya sudah semester tiga bu dan saya mengambil fakultas management informatika bu soalnya dari dulu saya pingin kerja di perusahaan ‘’ oh ibu harab cita-cita kamu tercapai ya dan ibu shinta pun langsung turun dari mobil dan amara mengajak ibu shinta untuk masuk , namun handphone ibu shinta berbunyi.

Setelah menutup telfon nya ibu shinta berkata pada amara bahwa ia tidak bisa mampir dulu karena anaknya sedang di rawat dirumah sakit karena sakit maag nya kambuh , setelah ibu shita pulang amara pun mengetuk pintu rumah nya sambil mengucapkan salam ‘’ assalamualaikum bu, bu amara pulang. Ibunya amara pun membukakan pintunya , dengan wajah yang panik ibunya emberitahu kepada amara bahwa ayahnya mengalami kecelakaan saatsedang kerja di bangunan dan sudah di bawa ke rumahsakit dirawat di rumah sakit,amara pun langsung menuju ke rumah sakit tempat ayah nya di rawat, setelah sampai dirumah sakit amara langsung menuju ke ruangan tempat ayah nya di rawat, saat amara dan ibu nya akan masuk ruangan tersebut, dokterpun keluar dari ruangan ayah nya di rawat tampa basa basi amara pun langsung bertanya kepada dokter.

Amara: dok, gimana keadaan ayah saya?
Dokter: tenang ayah anda pada saat ini belum siuman, tapi sebentar lagi beliau akan segera siuman, beliau mengalami patah kaki, saya sarankan ayah anda harus segera di oprasi.

Amara: ayah saya harus segera di oprasi, dok, tapi biaya nya berapa ,dok?

Dokter: kira” bisa mencapai Rp 20.000.000.{amara pun terdiam sejenak sambil berfikir dari mana ia mendapatkan uang 20.000.000. untuk membiayai oprasi ayah nya, namun iyatetap menyanggupinya demi kesembuhan ayah nya, setelah itu amara pun duduk dengan ibu nya di depan ruangan tempat ayah nya di rawat, ibu nya pun bertanya kepada amara. “amara dari mana kita bisa mendapatkan uang 20.000.000 untuk membiayai oprasi ayah kamu?” tanya ibu, “saya akan berusaha ,bu, mencari uang untuk membiayai oprasi bapak”.

Padahal pada saat itu dia hanya punya tabungan uang sebesar 5.000.000 hasil kerja nya dan sisa nya masih banyak untuk membayar biaya oprasi ayah nya dia berfikir dari mana lagi ia bisa mendapatkan uang sedang pada saat itu uang nya juga akan ia gunakan untuk membiayai kuliah nya,da pun akhir nya memutuskan untuk berhentikuliah dan berusaha mencari pinjaman uang, lalu dia pun mendatangi rumah ibu shinta kebetlan pada saat itu ia pernah di beri alamat rumah ibu shinta,karena hanya itu saja satu” nya jalan keluar. Sewaktu ia sampai di rumah ibu shinta, ibu shinta pun menanyakan

Ibu shinta: ada tujuan apa ,nak, datang kemari.
Amara: begini ,bu, saya datang kesini untuk meminjam uang kepada ibu,
Ibu shinta: untuk keprluan apa, nak?,

Amara: ayah saya kecelakaan bu saat bekerja di bangunan, ia ke jatuhan kayu pondasi di tempat kerja nya,

Ibu shinta: astaghfirullahalazim, la kamu mau minjam brapa, nak?
Amara: saya ingin meminjam uang sebesar Rp 15.000.000, bu,
Ibu shinta: baiklah saya akan meminjamkan uang kepada mu ,nak, sebagai ucapan terimakasih karena kamu pernah menolong saya.

Amara: terimaksih, bu, sudah mau meminjamkan uang kepada saya< saya berjanji akan mengembalikan uang ibu.
Ibu shinta : Ia nak Ibu percaya sama kamu,dimana Ayah kamu dirawat.
Amara : Di RSCM Bu ……?

Setelah itu Amarapun langsung menuju kerumahsakit Untuk membayar binyanya Oprasi Ayahnya Dan pada hari itu Ayahnya langsung dioperasi keesokan harinya Ibu Sinta menjenguk Ayah Amara.

Setelah mejenguk dan melihat kondisi Ayah Amara Ibu Sinta mengobrol diluar bersama Amara diluar Ruangan Ayahnya dirawat.

Ibu Sinta: Amara Ibu harap Ayah kamu cepat sembuhnya.
Amara: Ya Bu, tapi Dokter bilang untuk memulihkan kaki Ayah saya butuh waktu yang sangat lama.

Ibu Sinta: Kalau begitu siapa yang mau bekerja untuk membiyayai kuliah dan kebutuhan keluarga kamu Amara sementara Ayah kamu belum dapat bekerja lagi.
Amara: Saya Bu yang akan membiyayai kebutuhan keluarga saya,kebetulan Saya bekerja sebagai pembantu dan kalau untuk kuliah Saya memutuskan untuk berhenti Bu, karena sudah tidak mungkinSaya berkuliah lagi.

Ibu Sinta: Lalu bagai mana dengan cita cita kamu Nak? Kalau kamu berhenti kuliah
Amara: Mengingat keadaan kondisi keluarga Saya,Saya sudah ragu Bu…?mungkin Saya tidak bisa mewujudkan cita cita Saya, jadi Saya putuskan lebih baik berhenti dari kuliah Saya.

Ibu Sinta: Nak kamu tidak boleh menyerah kamu harus tetap kuliah, ibu yang akan membiayai kuliah kamu.

Amara: Bu shinta nggak perlu membiayai kuliah saya, karena saya juga bukan siapa-siapa ibu.

Ibu shinta: Kamu emang bukan siapa-siapa ibu, tapi ibu sudah menganggap kamu seperti anak ibu sendiri, Ibu akan tetap menguliah kan kamu, asal kamu mau sungguh” dalam kuliah.

Amara: Terimakasih banyak ,bu, saya janji akan kuliah dengan sungguh”, dan setelah selesai kuliah Saya akan bekerja dan membayar hutang” saya kepada ibu.
Ibu shinta: Iya, nak,,

Akhir nya amara bisa mengikuti kuliah kembali dengan berusaha kuliah dengan sungguh” dan dapat cepat menyelesaikan kuliah nya setelah setahun kemudian amara bisa menyelesaikan dengan baik. setelah satu bulan di wisuda, dia pun melamar pekerjaan di sebuah perusahaan karena kemampua nya dalam berbahasa inggris pihak perusahaan pun menerima amara untuk bisa bekerja di perusahaan tersebut, dan pada hari esok nya amara sudah mulai bekerja, selama amara bekerja, amara selalu bekerja dengan baik.

Amara selalu disiplin dan bertanggung jawab ketika mengerjakan tugas” nya, ia pun di angkat jabatan nya menjadi seorang asistand manager - cerpen pendidikan singkat, amara senang ssat ia di percayai agar menjadi seorang asistand manager, ia tidak menyangka sebelum nya jika dia sampai bisa di angkat menjadi seorang asistand manager.

Kini dia sudah menjadi wanita karir yang sukses dan bisa membelikan rumah untuk orang tua nya dan bisa membayar hutang” nya kepada ibu shinta. Amara sudah menganggap ibu shinta sebagai saudara nya sendiri, amara tidak akan melupakan kebaikan ibu shinta kepada nya, karena beliau lah yang telah membantu dalam membiayai kuliah nya.

Amara Pejuang Sukses Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown