Wednesday, November 11, 2015

Cerpen tentang Motivasi Belajar, Menggapai Cita - Cita

Cerpen Motivasi Belajar, Menggapai Cita - Cita merupakan salah satu cerpen yang memberikan nasehat dan petuah yang sangat berharga. Cerpen ini menggambarkan bagaimana sebaiknya seorang pelajar yang harus selalu bersemangat dan giat dalam menuntut ilmu. Cerpen ini merupakan koleksi cerpen singkat terbaru yang cukup sederhana dan mudah dipahami. Meski begitu cerita yang ada di dalamnya cukup menarik dan bagus sebagai bahan bacaan hiburan kala senggang.

Selain Cerpen tentang Motivasi Belajar berikut di situs contoh cerpen terbaru ini juga banyak sekali berbagai koleksi cerita pendek yang bisa di baca. Ada berbagai macam tema cerpen yang sudah dibahas mulai dari cerpen tema lingkungan, cerpen agama atau cerpen religi, cerpen cinta remaja dan masih banyak lagi lainnya. Maka dari itu bagi yang sering membutuhkan cerpen jangan lupa selalu berkunjung ke situs ini untuk mencari berbagai kisah cerita pendek terbaru yang diinginkan. Sekarang mari kita baca langsung cerpen singkat berikut.

Menggapai Cita - Cita
Oleh Syifa Fadilla

Antara karir dan sekolah. Banyak anak-anak bila sudah menjadi artis cilik, saat di awal-awal karirnya, banyak yang tidak suka bersekolah. Tetapi tidak dengan Iqbaal. Ia bisa melakukan kedua aktivitas tersebut. Dengan karir yang melambung dan akademik yang berprestasi.

Dulunya Iqbaal tinggal di Sorong bersama Ayah Bundanya, namun karenya tugas Ayahnya yang di pindah ke Jakarta, Iqbaal otomatis harus ikut ke Jakarta dengan Ayah Bundanya. Iqbaal pindah ke Jakarta saat ia masih kelas 5 SD, Iqbaal pindah ke SD Islam di Pondok Kopi Jakarta Timur. 

Beberapa bulan setelah kedatangan Iqbaal ke Jakarta, akan di buka audisi Musikal Laskar Pelangi di salah satu studio di Jakarta. Banyak anak- anak yang berkompetisi untuk menjadi peserta, salah satunya adalah Iqbaal. Di situlah Iqbaal bertemu dengan seorang manager yang bernama Partik Efendi. Manager tersebut mengajak Iqbaal bersama tiga personil lainnya yaitu Kiki, Aldi, dan Bastian untukmembuat boy band cilik yang bernama Coboy Junior yang kebetulan blum ada boy band cilik di Indonesia. Tetapi ayahnya Iqbaal masih meragukan tawaran tersebut. Ayahnya ingin memikirkan tawaran tersebut dengan matang. 

“Dek, kamu yakin mau ikut boy band itu?” ragu Ayah.
“Yakin lah yah” jawab Iqbaal semangat.
“Lalu bagaimana dengan sekolah adek?” tanya Ayah kembali.

“Kalau sekolah keganggu, - Cerpen tentang Motivasi Belajar - aku siap ninggalin dunia musik” jawab Iqbaal.
“Tapi ingat, sekolah itu utama setelah sholat dan ibadah” tegur Ayah. 

Ayah pun menyetujui perjanjian tersebut. Akhirnya Iqbaal benar –benar menjadi personil Coboy Junior. Setelah konser pertamanya, banyak tawaran satu persatu datang mengundang Coboy Junior untuk menjadi salah satu pengisi acara.

Karirnya bersama Coboy Junior semakin meroket. Jdwal yang padat membuat Iqbaal sering izin sekolah. Iqbaal selalu menyempatkan membaca buku di sela-sela kesibukannya. Saat ia tidak ada jadwal manggung, ia tetap berangkat sekolah. Berangkat dengan niat belajar menjadi siswa biasa bukan sebagai artis. Iqbaal memiliki beberapa teman akrab di kelanya, seperti Danu, Diyanti, Inarah, dan Beni. Merekalah yang selalu member tahu Iqbaal apabila Iqbaal tertimggal pelajaran. 

Ada beberapa prestasi yang pernah di dapatkan Iqbaal. Seperti, juara lomba pantun, storytelling, dan english compotition. Tetapi itu semua tidak membuat Iqbaal sombong. Bahkan ia ingin membuktikan ke semua orang bahwa sesibuk apapun ia sebagai artis, tetapi masih bisa berprestasi di sekolah. Iqbaal sering di ajukan untuk mengikuti lomba oleh teman-temannya, namun lomba itu sering bertabrakan dengan jadwal manggung Iqbaal yang biasanya di adakan di akhir pekan. Akhirnya Iqbaal harus di gantikan oleh temannya. Iqbaal sagat menyayangkan kesempatan itu. Namun apalah daya, Iqbaal telah memutuskan hal itu sebelumnya, Iqbaal harus menerima resikonya. 

Kini Iqbaal telah kelas IX, sudah sangat dekat dengan ujian nasional. Oleh karena itu, jadwal manngung di kurangi untuk mempersiapkan diri Iqbaal mengahadapi ujian. Iqbaal selalu belajar kapnpun dimanapun selagi ada waktu. Bila ia tertinggal materi, maka ia selalu bertanya pada salah satu teman kelasnya.

Bebrapa hari lalu, Iqbaal membuat perjanjian dengan bundanya. “Dek, Bunda mau di panggil kedepan gara-gara adek jadi best student pas acara wisuda. Bunda tau adek pesti capek, bunda tau adek pesti ngantuk. Tetep semangat ! gapapa Bunda bangun satu jam atau setengah jam lebih awal. Nggak pap kita bangun jam 2 malem, kita belajar bareng bareng. Ayo, kita kerja keras bareng-bareng” kata Bunda.

Dengan mendengar keinginan Bundanya, Iqbaal semakin giat belajar untuk menjadi best student saat wisuda. Try out pertama, Iqbaal mendapatkan nilai terbaik di sekolahnya.

Cerpen tentang Motivasi Belajar
Foto: Ilustrasi/fajarindonesia.wordpress.com

“Aku yang wakyunya sedikit buat belajar aja bisa dapet nilai bagus, masa kalian yang punya banyak waktu buat belajar ga bisa!” gumam Iqbaal.

Ujian nasional telah Iqbaal lewati dengan lancar. Kini hanya tinggal menunggu wisuda. Wisuda di gelas di salah satu gedung di Jakarta. Iqbaal beserta Ayah Bundanya datang bersama menghadiri acara wisuda tersebut. Satu persatu siswa di panggil untuk maju kedepan. “Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan anak dari Bapak Heri Hermawan dan Ibu Rike Sulistio” (Cerpen tentang Motivasi Belajar). Iqbaal segera maju ke depan untuk penyematan mendali dari sekolah. Iqbaal di nobatkan sebagai siswa terbaik di Global Islamic School.

---Tamat---

Cerpen tentang Motivasi Belajar, Menggapai Cita - Cita Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Duwa Ananda