Thursday, August 16, 2012

Naskah Drama - Emansipasi Bawang Putih

7:32 PM By Kumpulan Tugas ,

Naskah Drama - Emansipasi Bawang Putih. Drama kali ini adalah Naskah Drama Emansipasi Bawang Putih yang merupakan Naskah Drama 5 pemain. So, jika rekan memerlukan naskah drama - emansipasi bawang putih untuk belajar silahkan ikuti pembahasan kita kali ini tentang contoh naskah drama bertema emansipasi bawang putih berikut ini.


Sinopsis

Ia adalah gadis yang berani nan rajin tapi suka sok-kecantikan. Bawang Putih namanya dan kerap dipanggil Putih. Ia mempunyai ibu tiri bernama Jeng tari dan saudari tiri bernama merah.Mereka berdua itu memang pasangan anak dan ibu yang sangat serasi karena sama-sama jahat dan centil. Karena ayah Putih merantau ke negeri nan jauh disana, jadi Putih harus tinggal bertiga saja bersama Jeng Tari dan Merah selama bertahun-tahun.

Selama itu pula Jeng Tari dan Merah kerap menindasnya. Bahkan memperlakukannya seperti pembantu di rumahnya sendiri. Walau begitu Putih tetap tegar dan menaggapi perlakuan itu dengan santai. Meskipun terkadang ia pun, tidak tahan dan bersedih. Untungnya Putih masih mempunyai sahabat untuk mencurahkan isi hatinya dan bisa menghiburnya. Sahabatnya itu bukanlah seorang manusia, melainkan kodok ajaib yang bisa bicara.Putih sudah bersahabat dengan kodok itu sejak lama.
Suatu hari ayah Putih pun pulang dari perantauannya. Hal ini pun membuat keadaan lebih baik karena Jeng Tari dan Merah tidak bisa seenaknya menindas Putih karena pasti akan dibela ayahnya. Tapi bukan berarti mereka berhenti menindas Putih. Mereka berdua selalu berusaha agar ayah memarahi Putih dan tidak selalu membela Putih. Namun usaha-usaha mereka selalu gagal.

Di sisi lain, ternyata si Kodok ajaib yang menjadi sahabat Putih selama ini adalah seorang pangeran yang dikutuk menjadi kodok. Pada suatu hari si Kodok meminta Putih untuk menciumnya untuk menghilangkan kutukan itu. Demi sahabatnya, Putih pun mau melakukan hal itu dengan tulus. Berkat ketulusannya, si Kodok berubah menjadi pangeran yang amat tampan. Sampai-sampai si Merah pun terpesona dengan ketampanannya. Beruntungnya sang pengeran telah jatuh cinta pada Putih dan menjadikan Putih menjadi permaisurinya.

Setting

Tempat
Waktu
Suasana
Adegan I

Kamar Putih
Pagi
Ribut
Adegan II
Sungai
Siang
Santai,Tenang
Adegan III
Rumah
Sore
Gaduh
Adegan IV
Ruang Tamu
Pagi
Mengharukan
Adegan V
Kamar Jeng Tari dan kamar Putih
Siang
Tegang
Adegan VI
Sungai kemudian Rumah
Pagi dan Siang
Senang dan Penuh kesalahpahaman
Adegan VII
Sungai
Pagi
Romantis dan mencengangkan
Adegan VIII
Rumah
Siang
Bahagia dan Romantis

Perwatakan

Nama
Sebagai
Watak
Rahmatika Agustina

Bawang Putih
Berani,Cerdik,Riang,Jail,Sok Kecantikan
Nastiti Handayani
Bawang Merah
Licik,Bodoh,Centil,Pemalas
Dwi Lestari
Jeng Tari
Galak,Centil,Matrealistis
Niken Indriyani
Ayah
Tenang,Bijaksana
Rizky Amalia Isnawati
Pengeran Kodok
Baik,Suka 'gombal', Sok kegantengan

Naskah Drama Emansipasi Bawang Putih

Suara ayam yang berkokok membangunkan sang mentari untuk memberikan kehangatan pada semua penghuni rumah sederhana itu.Ramainya esok itu membangunkan sosok wanita galak nan angkuh.
Tentulah dimana ada keangkuhan pasti ada yang di tindas.Ditengah pagi yang hangat, di sisi lain juga terlihat sesosok gadis tidak cantik dan tidak jelek tapi sederhana terbangun dari tidurnya.Dan inilah kisah seorang gadis yang cerdik dan sabar namun tak selamanya mau hidup dengan ditindas oleh keluarganya. Untungnya ia masih punya sahabat meskipun hanyalah seekor kodok yang bisa bicara tapi bisa menghiburnya.
Ialah Bawang Putih , hidup dengan kakak tirinya , Bawang Merah dan ibu tirinya yakni Jeng Tari.Putih telah hidup dengan mereka selama 4 tahun.Semenjak ayahnya pergi merantau ke negeri sebrang,Putih kerap ditindas oleh mereka berdua.

#Adegan I
Pagi hari,di sebuah kamar yang tidak sewajarnya sebagaimana milik seorang anak perempuan .Kamar yang berantakan penuh dengan sampah makanan ringan,baju kotor dan perlengkapan mandi di mana-mana.


Putih                     (menguap sambil merentangkan kedua tangannya)
                                : "Hoahhh……capek banget badanku.Kayaknya habis kerja romusha.Aooouuhhh"
Merah                  (menendang kaki Putih dengan kaki kanannya)
                                :"Hey orang teraniaya bangun loe!"(membentak Putih)
Putih                     (tergeser dari tempat tidurnya) (kembali menguap dan tidur kembali)
Merah                  (gusar dan berdiri sambil berkacak pinggang)
                                :"Gila loe ya,malah tidur lagi."
Putih                     :"Hmmm.Ya iyalah."
(Merah mengambil baju-baju kotornya,menyuruh Putih untuk mencucinya)
Merah                  (melempar baju ke arah Putih)
:"Nie loe cuciin baju kotor gue sampai bersih. Harus disikat sekuat tenaga kalau perlu sampe robek pokoknya.Titik ya.Gak pakai koma."
Putih                     (memakai baju Merah untuk menyelimuti dirinya)
                                :"Hmmm.Makasih ya?"
Merah                  (melipat tangannya kedada)
:"Buju busheeet ini emang dasar orang teraniaya,gue suruh nyuciin baju gue malah                                      dipakai selimutan."
Putih                     (membuka mata  kemudian duduk bersila)
                                :"owh ini  bajumu? Pantesan bau amis.Hiii (memegang baju Merah dengan jijik)
Merah                  (mendekati Putih , menariknya untuk berdiri)
                                :"Sialan loe! Dasar kecebong anyut!"
Putih                     (berhadapan dengan Merah)
:"Biarin , masih cantikan juga gue dari pada loe tomcat gatel."(menjulurkan lidahnya kepada Merah)
Di tengah perdebatan Putih dan Merah , datanglah Jeng Tari.Jeng Tari dengan wajah sinis menegur mereka berdua karena merasa terngganggu dengan keributan mereka.
Jeng Tari              :"Apa-apaan ini.Pada ribut semua."
Merah                  :"Ini nie Ma,kecebong anyut enggak mau nyuciin bajuku."
Jeng Tari              (menatap Putih)
                                :"Owh, dah berani ngelawan kamu ya..?"
Putih                     (menjawab dengan santainya) (memalingkan muka)
                                :"Dia kan udah gede , ngapain mesti aku yang nyuciin bajunya?"
Jeng Tari              (mendekati Putih)
                                :"Minta di jewer  kamu ya..?Hah.."
Putih                     (memegang telingannya agar tidak dijewer)
                                :"e e e  e enggak,gak Ma.Ampun.Ampun Ma."(memohon)
                                :"Iya-iya aku cuciin.Tapi……"
Jeng Tari              :"Tapi..,tapi apa?Ayo bilang."
Putih                     :"Tapi…..
                                (mengambil baju kotor  Merah)
:"Tapi ……..Sekarang gue mau………Lariiiiiii…….. (melempar baju kotor  Merah kearah   ibunya)
Jeng Tari              (membuang baju merah dan menginjak-nginjaknya dengan kesal)
:"Dasar,anak sialan ! Jangan lari kamu !"   (mengejar  Putih)
Merah                  :"Aduh, mama ini kan baju aku…."
                                (mengambil bajunya dan merengek-rengek)
#Adegan II
Di sungai, tempat Putih untuk menenangkan hati dan pikirannya.Ia duduk bersila sambil bertopang dagu.Suara gemericik air menemani Putih di sungai pagi itu.Ia pun memulai untuk mencuci baju  milik Merah.Di sela-sela ia mengambil baju kotor Merah , tiba-tiba si Kodok datang.Ia adalah teman Putih sekaligus tempat Putih untuk mencurahkan isi hatinya.
Kodok                   :"Putih?"
Putih                     (menjawab dengan lesu sambil memegang baju kotor Merah)
                                :"Apa?"
Kodok                   :"Kenapa kamu kok manyun?"
Putih                     :"huft, emang dari sananya manyun."
Kodok                   :"Sama dong kayak aku,hehehe"
Putih                     :"Enak aja, kamu kan monyong bukan manyun. Huh"(sebal)
Kodok                   :"ow ya ya. Saya yang lupa"
Putih                     :"Aku lagi sedih tau."
                                (menundukkan wajah)
Kodok                   :"yee…kan udah aku hibur. Loe kangen ya sama gue?"
Putih                     :"Jangan bercanda dong. Enak aja loe."
kodok                   :"Terus, ngapain lo gak kangen loe ada disini?"
Putih                     :"Kamu gak lihat ya? Aku kan bawa pakaian kotor punyanya mak lampir. Udah pasti gue kesini  mau nyuci."(melotot kearah Kodok)
Kodok                   :"Ow, jadi gara-gara itu tow?"
Putih                     :"Lho bajunya yang biasa sih gak papa,tapi ini baunya mbadheg banget"(mengangkat baju merah dengan jijik dan menutup hidungnya)
Kodok                   :"Masak sih?"(gak percaya)
Putih                     (menyodorkan baju kotor Merah ke depan muka buaya)
                                :"Nie cium nie , kalau gak percaya."
Kodok                   :"Ya Allah……."Baunya , ckckckckck.Masyarakat."
Putih                     :"Ya udah deh, pergi kamu sana.Aku mau nyuci dulu."
Kodok                   :"Yaahhh..,Aku  di usir.Ya udah deh , gak papa.Penting udah lihat kamu.Bye Putih."
(Putih melanjutkan mencuci baju kotor milik Merah)
# Adegan III
Putih selesai mencuci baju Merah.Ia pun pulang ke rumah.Dengan langkah lunglai masuk ke rumahnya.Sesampainya ia di ruang tamu ia melihat sampah berserakan dimana-mana.Ibu dan Merah malah tidur di kursi ruang tamu.
Putih                     (meletakkan ember tempat baju Merah yang selesai ia cuci)
:"Yiiiiaahh,sampai di rumah malah di suguhi beruang dan gajah  yang tidur. Huh, malah rumah dibikin berantakan gini lagi. Aku kan capek.
(melihat ada lipstik) "Aah, aku kerjain ajain orang." (mengambil lipstick itu dan mulai mencoret-coret wajah mamanya)
:"Haha. Mumpung ane lagi baik, ane kasih jasa ngerias wajah gratisan deh. Biar kayak Lady Gaga gituh. Nah, kalo gini kan lumayan. Seremnya gak keliatan."
:"Alamak, mak Lampir pake bangun lagih." (menyembunyikan lipstick)
Jeng Tari              (tiba-tiba bangun dari tidurnya dan meraba-raba wajahnya)
                                :"Eh apaan sih. Kok geli-geli enak gimana gitu yaa."
Putih                     (cengengesan melihat mamanya)
Merah                  (terbangun mendengar suara mamanya, kemudian melihati wajah mamanya dan tertawa) "Hahahahaha. Itu kenapa muka mama?"
Jeng tari               :"Emangnya kenapa?"
Merah                  (mengambil cermin dan memberikan pada mamanya)
                                :"Nih liat aja sendiri deh. Hahaha."
Putih                     (menahan ketawa)
Jeng Tari              (terkejut dan berteriak histeris) "Aaaaaaa! Apa-apaan ini?"
Merah                  :"Merah juga gak tau mah."
Jeng tari               (melihat pada Putih) "Ini pasti kerjaan kamu yaaa?"
Putih                     (pura-pura tidak tahu apa yang terjadi)
Jeng tari               :"Ambilin kapas sama pembersih di kamar mama sekarang." (mendorong Putih)
Putih                     :"iya mpir !" (menuju kamar jeng Tari)
Merah                  :"Tapi, gak jelek-jelek banget kok ma. Haha."
Jeng Tari              :"Diam kamuh!" (bercermin terus)
Putih                     (memberikan kapas pembersih pada Jeng  Tari)
Jeng tari               (mengambil sapu dan memberikannya pada Putih)" Ini nie sapu seluruh ruangan ini."
Putih                     :"Sampeyan nyuruh saya?"(menunjuk dirinya sendiri)
Jeng Tari              :"Wah ngajak rebut nie anak?"(berkacak pinggang)
Putih                     :"Nggak,nggak . Cuma bercanda mak brow."
                                (mengangkat tangan membentuk tanda damai)
Jeng Tari              :"Kalau begitu cepat sana menyapu."(menyuruh Putih)
Merah                  :"Yang bersih yaaaa!" (meledek Putih)
Jeng Tari              (selesai membersihkan wajah dan kemudian mengajak Merah berkaraoke) "Ayo  Merah.Kita berkaraoke untuk menghilangkan stres."
Merah                  (dengan semangat) "Oke Ma.Cappcussh."
Jeng Tari              :"Less ggoowwww..!"
(mereka mulai menyiapkan peralatan untuk berkaraoke)
Merah                  (mengambil mic dan mulai bernyanyi)
:"Seluruh kota  merupakan tempat bermain yang asyik,oh senangnya aku senang sekali…."
Jeng Tari              (melanjutkan lagu yang di nyanyikan Merah)
:"Kalau begini akupun jadi sibuk.Berusaha mengejar-ngejar dia,matahari menyinari semua perasaan cinta tapi mengapa……"
Putih                     (datang dan menyahut lagu yang di nyanyikan Ibunya lalu ia menyanyi dengan menggunakan sapu)
                                :"Hanya aku yang di marahi……"(sangat menghayati)
Merah                  :"Di musim panas merupakan hari bermain gembira…."
Putih                     (menggunakan sapu menjadi gitar)       
:"sang gajah terkena flu pilek tida henti-hentinya.Sang beruang tidur dan tak ada yang berani ganggu dia.Oh sibuknya aku sibuk sekali…."
merah pun berhenti menyanyi karena menyadari Putih ikut bernyanyi.Jeng Tari menyuruh Putih untuk melanjutkan pekerjaannya.Merah dan Jeng Tari meniggalkan Putih.
Jeng Tari              (melihat Putih dan meletakan mic)
:"Ih, malah ikut-ikutan.Sana,selesaikan pekerjaanmu dulu!"
Merah                  :"Ayo kita pergi saja Ma."
Putih                     :"pergi aja sana." (berbicara pelan)


*** Bersambung ***


Lihat Naskah


Mohon maaf, agar tidak terlalu panjang kita cukupkan disini naskah dramanya. Jika ingin membaca lanjutannya silahkan baca di Naskah Drama Bertema Bawang Putih

Lihat juga tugas...!