Thursday, November 12, 2015

Cerpen Religi Terbaru, Mahkota Untuk Orang Tuaku

Cerpen Religi Terbaru, Mahkota Untuk Orang Tuaku Oleh Siti Harirotun Habibah - Namaku Fahmi aku tinggal di desa suka maju. aku mempunyai sahabat dia bernama Anwar. Pagi hari, tepatnya hari jumat aku dan anwar akan melihat pengumuman kelulusan sekolah dasar. Aku terkejut saat mendengar kabar bahwa nenekku masuk ke rumah sakit. Aku dan anwar langsung buru- buru pergi ke sekolah untuk melihat pengumuman kelulusan, Alhamdulillah aku dan anwar lulus. 

Pulang dari sekolah aku langsung pergi ke rumah sakit aku ditemani anwar. Aku dan anwar jalan kaki karena rumah sakitnya tidak terlalu jauh dari sekolah kami. Aku pun langsung menuju kamar tempat dimana nenekku dirawat.

Saat aku sampai didepan pintu aku pun terkejut saat melihat sosok wanita tua yang sudah ditutupi kain putih. Aku pun tak kuasa menahan kesedihan, begitupun dengan keluargaku. Kemudian pihak rumah sakit pun langsung membawa jenazah nenekku pulang kekampung halaman tempat kami tinggal keluargakupun langsung memandikan jenazah nenekku.

Kemudian selesai di mandikan langsung disholatkan setelah itu jenazah nenekku langsung dimakamkan. Aku dan Anwar turut ikut dalam mengiringi jenazah nenekku untuk peristirahatan terakhirnya. 

Satu bulan kemudian setelah aku dan Anwar menerima ijazah aku dan Anwar berniat untuk pergi ke asrama bersama- sama. Awalnya orang tuaku tak mengijinkanku pergi ke asrama. Tetapi aku bersikukuh untuk pergi ke asrama. Akhirnya orang tuaku mengijinkanku pergi ke asrama. Akupun sangat gembira. 

Keesokan harinya, aku dan Anwar akan berangkat ke asrama kemudian kami berpamitan. Setelah itu aku dan Anwar menunggu angkutan untuk keberangkatan kami ke asrama. Setelah sampai di asrama aku dan Anwar langsung menemui sang Kiai.

Kemudian Kiai memanggil salah satu santrinya yang sudah lama tinggal di asrama, untuk mengantar kami ke kamar yang akan kami tempati. Aku dan Anwar sangat senang karena teman- teman di asrama sangat ramah- ramah. Hari- hari telah kami lalui bersama teman- teman di asrama. 

Pada suatu hari Kiai menjelaskan hadist kepada kami tentang AL-Qur’an beliau berkata “ siapa yang membaca Al- Qur’an dan mengamalkannya Allah mengenakan mahkota pada kedua orang tuanya pada hari kiamat, cahayanya lebih indah dari cahaya matahari di rumah- rumah dunia, lantas bagaimana kiranya dengan (balasan) orang yang mengamalkan Al- Qur’an jika ke dua orang tuanya saja diberi balasan sedemikian rupa” (H.R. Abu Dawud).

Setelah Kiai selesai memberikan pelajaran hari ini - Cerpen Religi Terbaru, Mahkota Untuk Orang Tuaku - aku dan Anwar langsung pergi ke kamar. Kami saling menukar pemikiran kami masing- masing. Ternyata aku dan Anwar sama- sama berinisiatif ingin berlomba- lomba mendapatkan mahkota untuk ke dua orang tua kami kelak, untuk itu aku dan Anwar harus bersungguh- sungguh dalam menghafal Al- Qur’an.

Singkat cerita lima tahun telah kami lalui bersama-sama, aku dan Anwar telah selesai menghafal Al- Qur’an. Kami hanya tinggal menunggu hari wisuda Al- Qur’an, dimana kami akan diberi gelar Al- Hafidz yang artinya orang yang menghafal Al-Qur’an. Wisuda bulan depan untuk itu aku dan Anwar harus menyiapkan diri untuk tampil semaksimal mungkin.

Pada suatu hari, anwar mengajakku untuk bermain bola tetapi aku menolaknya. Ia tidak marah ataupun kesal padaku tetapi ia justru tersenyum seraya mengucapkan “ maafkan aku Fahmi kalau selama ini aku banyak salah padamu” selesai berkata Anwar pun langsung pergi meninggalkanku. Sejenak akupun terdiam seraya melihat sosok anwar yang sedang berjalan, tiba- tiba aku melihat ada sebuah mobil sedan yang mengarah menuju Anwar.

Akupun terkejut sambil berteriak “ Anwarrr awas!!!” Anwarpun tak bisa menghindari mobil tersebut dan Iapun tertabrak. Badanku seketika lemas melihat sosok anwar sudah terbaring berlumuran darah. Dan akupun langsung berlari menuju tempat dimana Anwar tertabrak, dan aku segera mencari bantuan untuk mengangkat tubuh temanku kedalam mobil yang telah menabraknya. Dan mobil tersebut segera membawa anwar ke rumah sakit.

Ditengah perjalanan anwarpun menghembuskan nafas terakhir, aku tak kuasa menahan kesedihan, tangisku pun meluap bagaikan air laut yang tak sanggup menampung derasnya air hujan.

Kemudian jenazah Anwar langsung dibawa ke asrama untuk di sholatkan usai disholatkan jenazah Anwar langsung dibawa ke kampung halaman untuk dikebumikan. Ia disambut dengan duka cita oleh keluarganya, aku beserta teman- teman asrama turut ikut dalam mengiringi jenazah Anwar untuk peristirahatan terakhirnya. 
Cerpen Religi Terbaru, Mahkota Untuk Orang Tuaku
Foto: Ilustrasi Cerpen Religi Terbaru/id.aliexpress

Satu bulan kemudian saat aku akan mengikuti wisuda, aku teringat sosok sahabat yang selalu menjadi penyemangat hidupku dan menginspirasiku tetapi sekarang dia telah pergi meninggalkanku untuk selamanya, aku teringat akan kata- kata terakhirnya dan senyumnya yang terakhir. Akupun tersadar dari baying-bayang Anwar saat salah satu teman asramaku menepuk pundakku dan mengajakku untuk meninggalkan panggung setelah selesai wisuda.

Dan Alhamdulillah sekarang aku menjadi seorang Hafidz Qur’an dan cita-citakupun terwujud untuk memberikan mahkota untuk kedua orang tuaku kelak pada hari kiamat, Cerpen Religi Terbaru. Dan sekarang Anwar pun pasti bahagia disana karna ia pun telah menjadi seorang penghafal Qur’an dan cita-citanya kelak untuk memberikan mahkota untuk kedua orang tuanya pun terwujud.

Akhirnya selesai wisuda akupun kembali ke kampung halaman dan disana aku pun menjadi seorang guru ngaji untuk anak-anak di salah satu madrasah tempat aku tinggal dan di kampung aku pun menemukan kebahagianku.

---Tamat---

Cerpen Religi Terbaru, Mahkota Untuk Orang Tuaku Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Duwa Ananda