Wednesday, September 16, 2015

Contoh Makalah Kultur Jaringan Tumbuhan

Makalah Kultur Jaringan Tumbuhan - Tiba pada pembahasan mengenai salah satu materi pelajaran Biologi yang harus kita pahami. Kali ini pembahasan mengenai jaringan tumbuhan yaitu khususnya mengenai kultur jaringan.
Contoh Makalah Kultur Jaringan Tumbuhan
Di sekolah kita sudah di jelaskan mengenai apa dan bagaimana materi tersebut, selain itu kita juga sudah membaca materinya di buku cetak yang kita miliki. Tiba waktunya bagi kita untuk mengembangkan dan meningkatkan pemahaman kita tersebut dengan menyusun sebuah karya yaitu sebuah makalah biologi. 

Maka dari itu pembahasan ini akan memberikan sebuah contoh makalah kultur jaringan yang dapat kita jadikan sebagai tambahan sumber dan sarana belajar pelajaran Biologi tersebut. Pada pembahasan ini kita juga akan belajar bagaimana menyusun sebuah makalah yang sederhana dan baik.

Meski begitu pembahasan makalah ini tidak akan dijelaskan secara detail bagaimana cara menyusun atau menulisnya namun kita akan belajar mandiri dengan melihat langsung contoh yang sudah jadi. Pembahasan ini juga dapat dikaitkan dengan beberapa informasi lain sebagai berikut!

1) Makalah kultur jaringan tumbuhan obat 
2) Contoh kultur jaringan tumbuhan 
3) Tesis kultur jaringan tumbuhan 
4) Kultur jaringan tumbuhan download 
5) Kultur jaringan tumbuhan ebook 
6) Contoh makalah kultur jaringan 
7) Kultur jaringan tumbuhan pdf 
8) Kultur jaringan tumbuhan pisang

Beberapa pembahasan di atas juga intinya hampir sama yaitu membahas mengenai kultur pada jaringan tumbuhan. Nah, agar tidak membutuhkan waktu yang lebih banyak, mari kita langsung pelajari saja contoh lengkapnya di bawah ini.

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini tepat waktu. Makalah ini merupakan salah satu bentuk tugas pelajaran Biologi di Sekolah.

Makalah ini berisikan informasi tentang kultur jaringan yang meliputi diantaranya mengenai pengertian kultur jaringan, teknik kultur jaringan, cara mengkultur dan beberapa informasi lain yang berkaitan.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Sripendopo, September 2015

Penulis 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang 1
2. Rumusan Masalah 1
3. Tujuan Penulisan 2

BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian Kultur jaringan 3
2. Teknik kultur jaringan 4
3. Cara mengkultur jaringan tumbuhan 6
4. Manfaat Kultur Jaringan 9
5. Dampak positif dan negatif kultur jaringan 10

BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan 11
2. Saran 11

DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Makalah ini merupakan pemenuhan tugas mata pelajaran Biologi yang memang harus terpenuhi sebagai nilai tambahan yang sudah ditentukan oleh bapak dan ibu guru di sekolah. Disamping itu juga makalah ini sangat bermanfaat bagi pembaca karena pada makalah ini sedikit banyaknya terdapat ilmu yang dapat diambil sebagai pengetahuan atau wawasan.

Makalah ini sangat bermanfaat khususnya bagi penulis dan juga bagi pembaca karena pada makalah ini kita bisa mendapatkan ilmu yang lebih banyak mengenai kultur jaringan mulai dari pengertian, teknik dan berbagai manfaat dari adanya kultur jaringan tersebut. Mudah-mudahan dengan adanya makalah ini kita bisa mendapatkan pelajaran berharga. 

2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1) Bagaimana pengertian kultur jaringan?
2) Bagaimana teknik kultur jaringan ?
3) Bagaimana cara mengkultur jaringan tumbuhan?
4) Apa manfaat kultur jaringan?
5) Apa dampak positif dan negatif kultur jaringan?

3. Tujuan Penulisan
1) Untuk mengetahui pengertian kultur jaringan
2) Untuk mengetahui teknik kultur jaringan 
3) Untuk mengetahui cara mengkultur jaringan tumbuhan
4) Untuk mengetahui manfaat Kultur Jaringan
5) Untuk mengetahui dampak positif dan negatif kultur jaringan 

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Kultur jaringan
Kultur jaringan dikenal juga dengan sebutan tissue culture.
- Kultur = budidaya
- Jaringan = sekelompok sel yg mempunyai bentuk dan fungsi yang sama

Jadi, Kultur Jaringan adalah membudidayakan jaringan tanaman menjadi tanaman baru yang mempunyai sifat sama dengan induknya. Kultur Jaringan diartikan pula dengan memelihara & menumbuhkan organ tanaman (embrio, tunas, bunga dsb) atau jaringan tanaman (sel, kalus, protoplast) pada kondisi aseptik.

Menurut Suryowinoto (1991), kultur jaringan dalam bahasa asing disebut sebagai tissue culture. Kultur adalah budidaya dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. jadi, kultur jaringan berarti membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya.

Kultur jaringan (Tissue Culture) merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril.

Kultur jaringan akan lebih besar keberhasilannya bila menggunakan jaringan meristem. Jaringan meristem adalah jaringan muda, yaitu jaringan yang terdiri dari sel-sel yang selalu membelah, dinding tipis, plasmanya penuh dan vakuolanya kecil-kecil.

Kebanyakan orang menggunakan jaringan ini untuk tissue culture. Sebab, jaringan meristem keadaannya selalu membelah, sehingga diperkirakan mempunyai zat hormon yang mengatur pembelahan.

2. Teknik kultur jaringan 
Teknik kultur jaringan memanfaatkan prinsip perbanyakan tumbuhan secara vegetatif. Teknik kultur jaringan suatu sel atau irisan jaringan tanaman yang sering disebut eksplan secara aseptic( in vitro) diletakkan dan dipelihara dalam medium pada atau cair yang cocok dan dalam keadaan steril.

Dengan cara demikian sebaian sel pada permukaan irisan tersebut akan mengalami proliferasi dan membentuk kalus. Apabila kalus yang terbentuk dipindahkan kedalam medium diferensiasi yang cocok, maka akan terbentuk tanaman kecil yang lengkap dan disebut planlet.

Dengan teknik kultur jaringan ini hanya dari satu irisan kecil suatu jaringan tanaman dapat dihasilkan kalus yang dapat menjadi planlet dalam jumlah yang besar.

Pelaksanaan teknik kultur jaringan tanaman ini berdasarkan teori sel seperti yang dikemukakan oleh Schleiden, yaitu bahwa sel mempunyai kemampuan autonom, bahkan mempunyai kemampuan totipotensi.

Totipotensi adalah kemampuan setiap sel, darimana saja sel tersebut diambil, apabila diletakkan dilingkungan yang sesuai akan tumbuh menjadi tanaman yang sempurna. Teknik kultur jaringan akan berhasil dengan baik apabila syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi.

Syarat-syarat :
- Pemilihan eksplan sebagai bahan dasar untuk pembentukkan kalus, syarat –syarat tumbuhan eksplan:
1) Jaringan tersebut sedang aktif pertumbuhanya,diharapkan masih terdapat zat tumbuh yang masih aktif sehingga membantu perkembangan jaringan selanjutnya
2) Eksplan yang diambil beerasal dari bagian daun, akar, mata tunas, kuncup, ujung batang, dan umbi
3) yang dijaga kelestatranya.
4) Eksplan yang diambil dari bagian yang masih muda (bila ditusuk pisau akan terasa lunak sekali.)

- Penggunaan medium yang cocok, keadaan yang aseptik dan pengaturan udara yang baik terutama untuk kultur cair.
- Pilih bagian tanaman yang masih muda dan mudah tumbuh yaitu bagian meristem, seperti: daun muda, ujung akar, ujung batang, keping biji dan sebagainya. Bila menggunakan embrio bagian bji-biji yang lain sebagai eksplan, yang perlu diperhatikan adalah kemasakan embrio, waktu imbibisi, temperatur dan dormansi.

3. Cara mengkultur jaringan tumbuhan
Untuk mendapatkan varietas baaru melalui kultur jaringan dapat dilakukan dengan cara:
1) Isolasi protoplas dari 2 macam varietas yang difusikan. Atau dengan cara isolasi khloroplas suatu jenis tanaman yang dimasukkan kedalam protoplas jenis tanaman yg lain, sehingga terjadi penggabungan sifat-sifat yang baik dari kedua jenis tanaman tersebut hingga terjadi hibrid somatic.

2) Dengan cara menyuntikan protoplas dari tanaman ke tanaman yang lain. Contohnya: transfer khloroplas dari tanaman tembakau bewarna hijau ke dalam protoplas tanaman tembakau albino. Hasil nya sangat memuaskan karena tanaman tembakau menjadi hijau pula. 

Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah:
a. Pemilihan dan Penyiapan Tanaman Induk Sumber Eksplan
Tanaman tersebut harus jelas jenis, spesies, dan varietasnya serta harus sehat dan bebas dari hama dan penyakit. 

Tanaman indukan sumber eksplan tersebut harus dikondisikan dan dipersiapkan secara khusus di rumah kaca atau greenhouse agar eksplan yang akan dikulturkan sehat dan dapat tumbuh baik serta bebas dari sumber kontaminan pada waktu dikulturkan secara in-vitro.

b. Inisiasi Kultur
Tujuan utama dari propagasi secara in-vitro tahap ini adalah pembuatan kultur dari eksplan yang bebas mikroorganisme serta inisiasi pertumbuhan baru (Wetherell, 1976). ini mengusahakan kultur yang aseptik atau aksenik. Aseptik berarti bebas dari mikroorganisme, sedangkan aksenik berarti bebas dari mikroorganisme yang tidak diinginkan. 

Dalam tahap ini juga diharapkan bahwa eksplan yang dikulturkan akan menginisiasi pertumbuhan baru, sehingga akan memungkinkan dilakukannya pemilihan bagian tanaman yang tumbuhnya paling kuat,untuk perbanyakan (multiplikasi) pada kultur tahap selanjutnya (Wetherell, 1976).

c. Sentrilisasi
Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga sterail. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.

d. Multiplikasi atau Perbanyakan Propagul
Tahap ini bertujuan untuk menggandakan propagul atau bahan tanaman yang diperbanyak seperti tunas atau embrio, serta memeliharanya dalam keadaan tertentu sehingga sewaktu-waktu bisa dilanjutkan untuk tahap berikutnya. 

Pada tahap ini, perbanyakan dapat dilakukan dengan cara merangsang terjadinya pertumbuhan tunas cabang dan percabangan aksiler atau merangsang terbentuknya tunas pucuk tanaman secara adventif, baik secara langsung maupun melalui induksi kalus terlebih dahulu. 

Seperti halnya dalam kultur fase inisiasi, di dalam media harus terkandung mineral, gula, vitamin, dan hormon dengan perbandingan yang dibutuhkan secara tepat (Wetherell, 1976). Hormon yang digunakan untuk merangsang pembentukan tunas tersebut berasal dari golongan sitokinin seperti BAP, 2-iP, kinetin, atau thidiadzuron (TDZ).

e. Pemanjangan Tunas, Induksi, dan Perkembangan Akar
Tujuan dari tahap ini adalah untuk membentuk akar dan pucuk tanaman yang cukup kuat untuk dapat bertahan hidup sampai saat dipindahkan dari lingkungan in-vitro ke lingkungan luar. 

Dalam tahap ini, kultur tanaman akan memperoleh ketahanannya terhadap pengaruh lingkungan, sehingga siap untuk diaklimatisasikan (Wetherell, 1976). Tunas-tunas yang dihasilkan pada tahap multiplikasi di pindahkan ke media lain untuk pemanjangan tunas. Media untuk pemanjangan tunas mengandung sitokinin sangat rendah atau tanpa sitokinin. Tunas tersebut dapat dipindahkan secara individu atau berkelompok. 

Pemanjangan tunas secara berkelompok lebih ekonomis daripada secara individu. Setelah tumbuh cukup panjang, tunas tersebut dapat diakarkan. Pemanjangan tunas dan pengakarannya dapat dilakukan sekaligus atau secara bertahap, yaitu setelah dipanjangkan baru diakarkan.

Pengakaran tunas in-vitro dapat dilakukan dengan memindahkan tunas ke media pengakaran yang umumnya memerlukan auksin seperti NAA atau IBA. Keberhasilan tahap ini tergantung pada tingginya mutu tunas yang dihasilkan pada tahap sebelumnya.

f. Aklimatisasi
Dalam proses perbanyakan tanaman secara kultur jaringan, tahap aklimatisasi planlet merupakan salah satu tahap kritis yang sering menjadi kendala dalam produksi bibit secara masal. Pada tahap ini, planlet atau tunas mikro dipindahkan ke lingkungan di luar botol seperti rumah kaca , rumah plastik, atau screen house (rumah kaca kedap serangga). Proses ini disebut aklimatisasi. 

Aklimatisasi adalah proses pengkondisian planlet atau tunas mikro (jika pengakaran dilakukan secara ex-vitro) di lingkungan baru yang aseptik di luar botol, dengan media tanah, atau pakis sehingga planlet dapat bertahan dan terus menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan.

Prosedur pembiakan dengan kultur jaringan baru bisa dikatakan berhasil jika planlet dapat diaklimatisasi ke kondisi eksternal dengan keberhasilan yang tinggi.

4. Manfaat Kultur Jaringan
• Melestarikan sifat tanaman induk
• Menghasilkan tanaman yang memiliki sifat sama
• Menghasilkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat
• Dapat menghasilkan tanaman yang bebas virus
• Dapat dijadikan sarana untuk melestarikan plasma nutfah
• Untuk menciptakan varietas baru melalui rekayasa genetika. Sel yang telah direkayasa melalui kultur jaringan sehingga menjadi tanaman baru secara lengkap
• Pelaksanaannya tidak tergantung pada musim.

5. Dampak positif dan negatif kultur jaringan

Dampak positif Kultur jaringan : 
- mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, dan mempunyai sifat seperti induknya 
- Pelaksanaannya Tidak membutuhkan tempat yang luas, 
- kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, 
- kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional. 

Dampak negatif Kultur Jaringan : 
- Bibit yang dihasilkan mempunyai perakaran yang tidak kuat 
- Mempersempit lapangan kerja pembibitan secara konvensional. 
- Dapat berakibat hilangnya plasma nutfak dari tanaman tertentu.  

BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Kultur Jaringan adalah membudidayakan jaringan tanaman menjadi tanaman baru yang mempunyai sifat sama dengan induknya. Kultur adalah budidaya dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. jadi, kultur jaringan berarti membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya.

Beberapa manfaat kultur jaringan yaitu melestarikan sifat tanaman induk, menghasilkan tanaman yang memiliki sifat sama dan menghasilkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat.

Dampak positif Kultur jaringan misalnya mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, dan mempunyai sifat seperti induknya sedangkan dampak negatif kultur jaringan yaitu contohnya bibit yang dihasilkan mempunyai perakaran yang tidak kuat dan mempersempit lapangan kerja pembibitan secara konvensional.

2. Saran
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Demikianlah tadi Contoh Makalah Kultur Jaringan Tumbuhan, semoga bermanfaat!


DAFTAR PUSTAKA

http://www.pintarbiologi.com/2014/12/sifat-totipotensi-sel-tumbuhan-dan-kultur-jaringan.html
http://www.wikipedia.com/tumbuhan-dan-kultur-jaringan.html
http://www.tugas-sekolahku.blogspot.co.id/2014/12/teknik-kultur-jaringan.html

Contoh Makalah Kultur Jaringan Tumbuhan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Duwa Ananda